Ibu dan Anak
Anak Gemuk = Anak yang Sehat? Cek Dulu Faktanya!

Table of Contents
Sebagian besar masyarakat terutama orang tua banyak menganggap jika anak gemuk sangat lucu dan menggemaskan. Pipi yang bulat membuat anak gemuk tampak imut dan menjadi perhatian banyak orang. Lebih daripada itu, seringkali juga anak gemuk dilihat memiliki kondisi tubuh sehat karena cukup asupan makan.
Padahal indikator anak sehat tidak ditentukan dari berat badan saja tapi memiliki banyak faktor lain. Maka itu, anak gemuk belum tentu sehat sehingga kondisi kesehatannya perlu diperhatikan secara serius karena berisiko mengalami obesitas.
Risiko Obesitas
Seorang anak khususnya berusia 1-5 tahun dapat dikatakan memiliki risiko obesitas atau kelebihan berat badan jika pengukuran indeks masa tubuh berdasarkan usia (IMT/U) memiliki hasil ambang batas > +1SD. Perhitungan Indeks Massa Tubuh atau IMT anak dapat dilakukan dengan cara membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat, kemudian masukan ke dalam grafik pertumbuhan WHO (IMT/U) untuk menentukan apakah anak termasuk memiliki risiko obesitas atau tidak.
Seperti apa berat badan ideal anak berdasarkan usia? Anda dapat melihatnya dari tabel yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berikut ini:
|
Usia |
Anak perempuan |
Anak laki-laki |
|
1 tahun |
7 - 11,5 kg |
7,7 - 12 kg |
|
2 tahun |
9 - 14,8 kg |
9,7 - 15,3 kg |
|
3 tahun |
10,8 - 18,1 kg |
11,3 - 18,3 kg |
|
4 tahun |
12,3 - 21,5 kg |
12,7 - 21,2 kg |
|
5 tahun |
13,6 - 24,9 kg |
14,1 - 24,2 kg |
Selain itu, Anda juga dapat mengajak anak untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter agar dapat mengetahui kondisi anak.
Faktor Risiko & Penyebab Obesitas
Anak obesitas biasanya terjadi karena memiliki beragam faktor risiko, antara lain yang perlu diperhatikan:
1. Genetik
Gen fat mass and obesity associated (FTO) dan uncoupling protein 1 (UCP 1) berperan dalam proses metabolisme tubuh sehingga dapat mempengaruhi komposisi tubuh. Kedua gen ini merupakan salah satu faktor yang dapat diturunkan dari orang tua ke anak. Faktor genetik dari orang tua dapat menjadi salah satu faktor risiko anak mengalami obesitas.
2. Kebiasaan Makan
Anak yang memiliki kebiasaan makan buruk seperti sering mengonsumsi makanan siap saji, makanan olahan, makanan berlemak, dan minuman bergula tinggi juga rentan kelebihan berat badan. Kebiasaan makan anak ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau pola asuh orang tua. Selain itu, gaya hidup orang tua yang buruk juga menjadi contoh tidak baik yang diikuti anak hingga berisiko obesitas.
3. Kurangnya Aktivitas Fisik
Anak yang kurang olahraga seringkali berisiko terkena obesitas, terutama bagi anak yang lebih gemar menonton televisi serta memainkan video game dan gawai tanpa dibarengi aktivitas fisik.
Selain tiga faktor risiko di atas, penyebab obesitas pada anak antara lain adalah tingginya asupan kalori harian hingga gangguan endokrin. Namun, penyebab paling umum adalah tingginya asupan karbohidrat dan lemak pada anak. Jika dibiarkan terus-menerus, anak yang kelebihan berat badan dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta meningkatkan risiko metabolik seperti diabetes dan jantung di kemudian hari.
Maka dari itu, orang tua perlu untuk memperhatikan pola dan asupan makan harian anak, serta merancang aktivitas fisik bagi anak sebagai langkah pencegahan obesitas pada anak. Jika pertumbuhan tinggi dan berat badan anak tidak sesuai dengan grafik pertumbuhan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dokter Siloam Hospital terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini






