Anak Gemuk = Anak yang Sehat? Cek Dulu Faktanya!
Ibu dan Anak

Anak Gemuk = Anak yang Sehat? Cek Dulu Faktanya!

19 November 2025 3 menit waktu baca
anak gemuk

Sebagian besar masyarakat terutama orang tua banyak menganggap jika anak gemuk sangat lucu dan menggemaskan. Pipi yang bulat membuat anak gemuk tampak imut dan menjadi perhatian banyak orang. Lebih daripada itu, seringkali juga anak gemuk dilihat memiliki kondisi tubuh sehat karena cukup asupan makan.

 

Padahal indikator anak sehat tidak ditentukan dari berat badan saja tapi memiliki banyak faktor lain. Maka itu, anak gemuk belum tentu sehat sehingga kondisi kesehatannya perlu diperhatikan secara serius karena berisiko mengalami obesitas.

 

Risiko Obesitas

 

Seorang anak khususnya berusia 1-5 tahun dapat dikatakan memiliki risiko obesitas atau kelebihan berat badan jika pengukuran indeks masa tubuh berdasarkan usia (IMT/U) memiliki hasil ambang batas > +1SD. Perhitungan Indeks Massa Tubuh atau IMT anak dapat dilakukan dengan cara membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat, kemudian masukan ke dalam grafik pertumbuhan WHO (IMT/U) untuk menentukan apakah anak termasuk memiliki risiko obesitas atau tidak.

 

Seperti apa berat badan ideal anak berdasarkan usia? Anda dapat melihatnya dari tabel yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berikut ini:

 

Usia

Anak perempuan

Anak laki-laki

1 tahun

7 - 11,5 kg

7,7 - 12 kg

2 tahun

9 - 14,8 kg

9,7 - 15,3 kg

3 tahun

10,8 - 18,1 kg

11,3 - 18,3 kg

4 tahun

12,3 - 21,5 kg

12,7 - 21,2 kg

5 tahun

13,6 - 24,9 kg

14,1 - 24,2 kg

 

Selain itu, Anda juga dapat mengajak anak untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter agar dapat mengetahui kondisi anak.

 

Faktor Risiko & Penyebab Obesitas

 

Anak obesitas biasanya terjadi karena memiliki beragam faktor risiko, antara lain yang perlu diperhatikan:

 

1. Genetik


Gen fat mass and obesity associated (FTO) dan uncoupling protein 1 (UCP 1) berperan dalam proses metabolisme tubuh sehingga dapat mempengaruhi komposisi tubuh. Kedua gen ini merupakan salah satu faktor yang dapat diturunkan dari orang tua ke anak. Faktor genetik dari orang tua dapat menjadi salah satu faktor risiko anak mengalami obesitas.

2. Kebiasaan Makan


Anak yang memiliki kebiasaan makan buruk seperti sering mengonsumsi makanan siap saji, makanan olahan, makanan berlemak, dan minuman bergula tinggi juga rentan kelebihan berat badan. Kebiasaan makan anak ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau pola asuh orang tua. Selain itu, gaya hidup orang tua yang buruk juga menjadi contoh tidak baik yang diikuti anak hingga berisiko obesitas.

3. Kurangnya Aktivitas Fisik


Anak yang kurang olahraga seringkali berisiko terkena obesitas, terutama bagi anak yang lebih gemar menonton televisi serta memainkan video game dan gawai tanpa dibarengi aktivitas fisik.

Selain tiga faktor risiko di atas, penyebab obesitas pada anak antara lain adalah tingginya asupan kalori harian hingga gangguan endokrin. Namun, penyebab paling umum adalah tingginya asupan karbohidrat dan lemak pada anak. Jika dibiarkan terus-menerus, anak yang kelebihan berat badan dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta meningkatkan risiko metabolik seperti diabetes dan jantung di kemudian hari.

 

Maka dari itu, orang tua perlu untuk memperhatikan pola dan asupan makan harian anak, serta merancang aktivitas fisik bagi anak sebagai langkah pencegahan obesitas pada anak. Jika pertumbuhan tinggi dan berat badan anak tidak sesuai dengan grafik pertumbuhan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter dokter Siloam Hospital terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.

 

Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail