Ibu dan Anak
Anak Mengompol Sampai Usia Berapa? Ini Penjelasannya

Table of Contents
Kebiasaan mengompol pada anak merupakan hal yang wajar karena refleks berkemih anak masih belum berkembang dengan sempurna. Hal tersebut juga dapat diatasi dengan melatih anak untuk berkemih sebelum tidur malam, melakukan bladder training, dan lain-lain. Namun sebetulnya, anak dianggap wajar untuk mengompol sampai usia berapa?
Untuk mengetahuinya, mari simak ulasan mengenai kebiasaan mengompol pada anak selengkapnya melalui artikel di bawah ini.
Normalnya, Anak Mengompol Sampai Usia Berapa?
Mengompol atau enuresis adalah kondisi yang terjadi ketika urine keluar tanpa disadari. Kebiasaan ini biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun. Pada dasarnya, kebiasaan mengompol saat tidur pada anak merupakan hal yang wajar karena ia belum memiliki refleks berkemih seperti orang dewasa.
Pertanyaan mengenai anak mengompol sampai usia berapa, sering kali menjadi kekhawatiran ibu karena dapat memengaruhi kenyamanan tidur anak serta perkembangan kemandirian mereka dalam hal pengendalian buang air kecil. Namun secara umum, sebelum menginjak usia 5 tahun, kebiasaan mengompol pada anak masih bisa dianggap normal. Bahkan, bukan tidak mungkin kebiasaan ini dapat berhenti saat anak masih berusia 3–4 tahun.
Sejak menginjak usia 3 tahun, tubuh anak mulai menghasilkan hormon antidiuretik (ADH) yang berfungsi untuk menghambat pembuangan cairan tubuh dalam bentuk urine. Karena itu, kebiasaan mengompol tersebut biasanya akan membaik secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia anak.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengompol pada anak dapat dikatakan tidak normal apabila terjadi secara terus-menerus atau menetap meski telah berusia di atas 5 tahun. Kondisi ini perlu segera diketahui penyebab yang mendasarinya dan diberikan penanganan yang tepat karena berisiko menurunkan rasa percaya diri hingga memicu stres pada anak.
Penyebab Anak Mengompol
Mengompol merupakan tanda bahwa anak masih belum bisa mengendalikan fungsi-fungsi tubuhnya dengan baik. Hal ini dikarenakan menahan dan mengeluarkan urine turut melibatkan koordinasi dari berbagai organ tubuh, seperti otot, sistem saraf, dan otak. Namun, pada dasarnya, fungsi-fungsi organ tubuh tersebut akan berkembang seiring dengan pertambahan usia.
Selain itu, terdapat sejumlah faktor yang dapat menjadi penyebab anak ngompol meski telah melewati batas usia normal, di antaranya adalah:
-
Kemampuan dalam menahan dan mengeluarkan urine yang belum terlatih.
-
Terdapat riwayat keluarga yang memiliki kebiasaan mengompol.
-
Mengidap penyakit tertentu, seperti infeksi saluran kemih (ISK), gangguan saraf yang berkaitan dengan pengontrolan sistem saluran kemih, dan diabetes.
-
Gangguan saraf di daerah kandung kemih (gangguan kandung kemih neurogenik).
-
Konsumsi minuman yang mengandung kafein secara berlebihan. Perlu diketahui, kafein dapat menurunkan produksi hormon antidiuretik yang bekerja dengan menghambat produksi urine.
-
Gangguan psikologis dan perilaku, seperti autisme, gangguan cemas, dan attention deficit hyperactivity disorder.
-
Sembelit atau konstipasi yang membuat usus besar penuh sehingga turut menekan kandung kemih.
-
Mengalami kejadian traumatis yang memicu stres berlebih pada anak, seperti KDRT, bullying, perceraian orang tua, dan lain sebagainya.
-
Gangguan tidur, seperti periodic limb movement disorder atau sleep apnea pada anak.
Cara Menghilangkan Kebiasaan Mengompol pada Anak
Terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan mengompol pada anak, mulai dari melakukan bladder training, membiasakan anak berkemih sebelum tidur, hingga mengatur asupan cairan tubuh anak. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Melakukan Bladder Training
Bladder training merupakan salah satu cara mengatasi anak ngompol yang dilakukan dengan melatih si kecil untuk menahan buang air kecil. Setelah itu, arahkan anak untuk buang air kecil secara teratur setiap 2 jam sekali.
Selain itu, cara ini juga dapat dioptimalkan dengan membiasakan anak untuk tidak menggunakan popok setelah berusia 8 tahun. Dengan begitu, anak akan terdorong untuk buang air kecil di toilet.
2. Mengajak Anak untuk Berkemih sebelum Tidur Malam
Cara mengatasi anak ngompol berikutnya adalah dengan mengajak si kecil untuk berkemih sebelum tidur malam. Selain itu, pastikan bahwa letak kamar tidur anak tidak terlalu jauh dengan toilet agar memudahkannya berkemih saat ingin buang air kecil.
3. Hindari Memberikan Minuman yang Dapat Memicu Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, minuman berkafein memiliki kandungan kafein yang bersifat diuretik sehingga dapat mendorong seseorang untuk buang air kecil lebih sering. Karena itu, disarankan untuk tidak memberikan minuman-minuman seperti teh, kopi, dan minuman bersoda kepada anak-anak, terutama menjelang tidur malam.
4. Mengatur Asupan Cairan Tubuh Anak
Untuk menghindari anak mengompol saat tidur, orang tua dapat mengatur asupan cairan tubuh anak dengan memberikannya air minum lebih banyak pada pagi hingga siang hari, lalu batasi asupan cairan tubuh anak pada 1–2 jam sebelum tidur malam. Hal ini dapat membantu mengurangi aktivitas kandung kemih yang bisa menyebabkan anak mengompol saat tidur.
5. Memberikan Apresiasi pada Anak saat Tidak Mengompol
Dukungan dan motivasi dari orang tua juga memiliki peran penting dalam mengatasi anak mengompol. Oleh karenanya, jangan lelah untuk mengajari dan memberikan apresiasi saat si kecil berhasil tidak mengompol.
Bila anak berusia di atas 7 tahun masih sering mengompol, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter terkait.
Temukan informasi jadwal, booking, dan buat appointment dengan dokter terkait melalui fitur Cari Dokter atau menggunakan aplikasi MySiloam. Selain itu, manfaat pula aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam memesan paket kesehatan, antri secara online melalui fitur Online Queue, serta berkonsultasi langsung dengan dokter secara virtual.
Mari, download aplikasi MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda dan buah hati #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







