Adenovirus - Kenali Gejala Infeksi, Penyebab, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Adenovirus - Kenali Gejala Infeksi, Penyebab, dan Pengobatannya

20 Oktober 2025 5 menit waktu baca
Adenovirus adalah

Adenovirus adalah kelompok virus yang dapat menyebabkan infeksi pada beberapa bagian dalam tubuh, seperti saluran pernapasan, paru-paru, mata, serta saluran pencernaan. Kelompok virus ini sangat menular, sehingga perlu diwaspadai.

 

Meski pada sebagian besar kasus virus ini hanya menyebabkan infeksi ringan, tidak menutup kemungkinan jika adenovirus juga bisa memicu infeksi yang lebih serius. Mari cari tahu informasi selengkapnya tentang adenovirus dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Adenovirus?

 

Seperti yang telah disebutkan di atas, adenovirus adalah sekelompok virus yang diketahui dapat memicu terjadinya infeksi di saluran pernapasan, mata, paru-paru, dan sistem pencernaan. Meski begitu, virus ini diketahui lebih sering menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, seperti pneumonia dan radang tenggorokan.

 

Infeksi yang disebabkan oleh adenovirus dapat bersifat ringan hingga berat. Infeksi adenovirus berat biasanya terjadi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya anak-anak (terutama pada balita yang berusia di bawah 5 tahun), lansia, individu yang baru saja menjalani operasi transplantasi organ, individu yang sedang menjalani perawatan kemoterapi atau radioterapi, atau individu yang mengidap penyakit kronis.

 

Adapun beberapa penyakit yang bisa disebabkan oleh adenovirus adalah sebagai berikut:

 

 

Penyebab Infeksi Adenovirus

 

Perlu diketahui bahwa terdapat lebih dari 100 jenis adenovirus, dengan 49 jenis di antaranya dapat menginfeksi manusia. Namun, jenis yang paling sering dikaitkan dengan gangguan pernapasan akut adalah adenovirus tipe 3, 4, dan 7.

 

Infeksi adenovirus terjadi karena virus berhasil masuk dan menginfeksi bagian dalam tubuh, mengingat virus ini bisa dengan mudah menular. Berikut adalah beberapa cara penularan adenovirus:

 

  • Percikan air liur (droplets) dari penderita yang terinfeksi adenovirus ketika sedang batuk atau bersin.

  • Menyentuh feses penderita infeksi adenovirus, contohnya saat sedang mengganti popok.

  • Memegang benda-benda yang terkontaminasi virus dengan tangan, kemudian tangan tersebut langsung menyentuh hidung, mata, atau mulut tanpa mencuci tangan dulu sebelumnya.

  • Kontak jarak dekat, seperti menyentuh atau berjabat tangan dengan penderita infeksi adenovirus.

 

Selain menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi adenovirus adalah tinggal di lingkungan yang padat penduduk, kumuh, dan dengan tingkat sanitasi serta higienis yang rendah. 

 

Pada sebagian besar kasus, infeksi adenovirus dapat sembuh dengan sendirinya karena imunitas tubuh yang baik (self-limiting disease). Namun, adenovirus di dalam tubuh yang sudah tidak aktif (laten atau dorman) tetap berpotensi mengalami reaktivasi dan memunculkan gejala. Risiko ini akan meningkat pada orang-orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.

 

Gejala Infeksi Adenovirus

 

Gejala infeksi adenovirus berbeda-beda, tergantung dari bagian tubuh mana yang terkena infeksi. Biasanya, gejala akan muncul dalam waktu 2–4 hari setelah seseorang terpapar virus. Berikut adalah beberapa gejala yang umum terjadi saat seseorang terinfeksi adenovirus.

 

1. Gejala pada Batuk Pilek

 

Gejala lain yang menyertai batuk pilek akibat infeksi adenovirus adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri tenggorokan.

  • Nyeri otot.

  • Demam.

  • Nyeri kepala.

  • Sesak napas.

  • Tubuh lemas.

 

2. Gejala pada Pneumonia dan Bronkitis

 

Beberapa gejala dari pneumonia dan bronkitis akibat infeksi adenovirus adalah sebagai berikut:

 

  • Demam.

  • Menggigil.

  • Lemas.

  • Batuk berdahak.

  • Sesak napas.

  • Dada terasa tidak nyaman.

 

3. Gejala pada Mata

 

Infeksi adenovirus juga dapat menyebabkan peradangan pada konjungtiva mata (konjungtivitis), berikut gejalanya:

 

  • Rasa mengganjal pada mata.

  • Nyeri pada mata.

  • Mata merah.

  • Sensitif terhadap cahaya.

  • Penglihatan terganggu.

  • Kornea menjadi keruh.

 

4. Gejala pada Saluran Pencernaan

 

Sementara itu, gejala infeksi adenovirus yang menyerang saluran pencernaan, di antaranya:

 

  • Kram perut.

  • Diare.

  • Mual dan muntah.

 

Saat ini, adenovirus juga dicurigai sebagai penyebab terjadinya hepatitis akut misterius pada anak. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa gejala berupa:

 

  • Demam ringan.

  • Mual, muntah, diare berat.

  • Mata dan kulit menguning.

  • Perubahan warna urine menjadi lebih gelap.

  • Feses berwarna pucat.

  • Kejang.

  • Tingkat kesadaran menurun.

 

Diagnosis Infeksi Adenovirus

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) dengan pasien untuk mengetahui gejala dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Tes darah dan tes urine, untuk mendeteksi ada atau tidaknya adenovirus di dalam tubuh.

  • Tes antigen, mengambil sampel lendir dari hidung untuk mendeteksi antigen adenovirus.

  • Tes PCR, mengambil sampel lendir dari hidung, tenggorokan, tinja, dan darah untuk mendeteksi keberadaan adenovirus.

  • Foto rontgen dada, melihat kondisi jantung dan paru-paru secara lebih jelas. 

  • Tes serologi, untuk mendeteksi jenis virus hepatitis A–E (tes ini ditujukan pada penderita hepatitis akut misterius). 

 

Seseorang disarankan untuk segera menemui dokter untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat apabila mengalami beberapa gejala sebagai berikut:

 

  • Pembengkakan di area mata.

  • Gangguan pernapasan.

  • Demam tinggi yang tak kunjung turun selama berhari-hari.

  • Mengalami tanda-tanda dehidrasi.

  • Mengalami penurunan kesadaran.

 

Komplikasi

 

Apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, beberapa komplikasi yang bisa terjadi karena infeksi adenovirus adalah sebagai berikut:

 

  • Penyakit paru-paru berat.

  • Infeksi berat.

  • Intususepsi (salah satu bagian usus yang terlipat dan menyusup ke dalam bagian usus yang lain). 

  • Bronkiektasis (kerusakan dan pelebaran pada bronkus dan saluran pernapasan yang bersifat permanen dan tidak normal).

  • Kerusakan hati (pada penderita hepatitis akut misterius).

 

Pengobatan Infeksi Adenovirus

 

Pengobatan infeksi virus ini akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Infeksi adenovirus pada penderita yang memiliki sistem imun tubuh kuat biasanya dapat pulih dengan sendirinya melalui beberapa cara perawatan secara mandiri di rumah, seperti:

 

  • Istirahat yang cukup.

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

  • Memperbanyak asupan air putih atau minum oralit.

  • Menggunakan pelembap udara untuk meringankan keluhan hidung mampet dan membuat napas menjadi lega.

  • Menggunakan obat semprot hidung untuk mengatasi gejala hidung mampet.

  • Menghindari minuman tinggi gula atau bersoda.

 

Sementara itu, pada kasus infeksi adenovirus yang parah, biasanya dokter akan memberikan beberapa pilihan pengobatan berikut ini:

 

  • Pemberian obat penurun demam.

  • Pemberian cairan infus untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

  • Pemberian oksigen tambahan untuk membantu pernapasan.

  • Pemberian obat antivirus untuk menghambat perkembangan virus.

 

Cara Mencegah Penularan Adenovirus

 

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari infeksi adenovirus adalah sebagai berikut:

 

  • Rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun antiseptik.

  • Mencuci buah dan sayuran hingga bersih sebelum dimasak atau dimakan.

  • Hindari menyentuh wajah, mulut, atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

  • Karantina mandiri di rumah ketika sakit.

  • Menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk untuk mencegah penularan kepada orang lain.

  • Hindari menggunakan alat makan secara bergantian dengan orang lain.

 

Itulah informasi seputar adenovirus beserta gejala infeksinya yang perlu Anda ketahui dan waspadai. Apabila memiliki keluhan gejala yang mengarah pada kondisi ini, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis serta perawatan medis yang tepat dari dokter.

 

Anda bisa memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses layanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur ini sudah dilengkapi dengan informasi terkait jadwal dokter dan pembuatan janji temu untuk konsultasi dengan dokter terkait. 

 

Gunakan juga aplikasi MySiloam yang menawarkan berbagai kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan. Mari download MySiloam sekarang secara gratis dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail