Alice in Wonderland Syndrome: Penyebab, Gejala, & Pengobatan
Kesehatan Mental

Alice in Wonderland Syndrome: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

22 Agustus 2024 5 menit waktu baca
alice in wonderland syndrome adalah

Todd’s syndrome atau Alice in wonderland syndrome adalah kondisi langka yang dapat mengubah cara otak dalam memandang sesuatu untuk sementara waktu. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Mari simak informasi selengkapnya mengenai Alice in wonderland syndrome dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Alice in Wonderland Syndrome (AIWS)?

 

Todd’s syndrome atau Alice in wonderland syndrome adalah kondisi neurologis yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan persepsi dan disorientasi (bingung). Kondisi ini dapat memengaruhi indra penglihatan, pendengaran, kemampuan sensorik, dan persepsi seseorang dalam memahami waktu.

 

Pada dasarnya, nama sindrom ini diperkenalkan oleh seorang psikiater asal Inggris, John Todd, pada tahun 1955 yang diambil dari buku dongeng berjudul “Alice’s Adventures in Wonderland” karya Lewis Carroll. Pasalnya, tokoh protagonis dalam buku tersebut, Alice, mengalami hal yang serupa dengan sindrom ini.

 

Berdasarkan jenis gangguan persepsinya, Alice in wonderland syndrome dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

 

  • Tipe A: Memengaruhi kemampuan sensorik atau somesthetic sense. Kondisi ini membuat penderitanya merasa seolah-olah bagian tubuh mereka seperti berubah ukuran.

  • Tipe B: Memengaruhi indra penglihatan. Orang dengan kondisi ini biasanya mengalami distorsi visual saat melihat lingkungan di sekitarnya.

  • Tipe C: Kombinasi dari tipe A dan tipe B.

 

Penyebab Alice in Wonderland Syndrome

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab seseorang mengalami Alice in wonderland syndrome. Namun, terdapat dugaan bahwa sindrom ini berkaitan dengan beberapa kondisi medis tertentu. Adapun sejumlah faktor yang diduga bisa memicu terjadinya Alice in wonderland syndrome adalah:

 

  • Migrain.

  • Penyakit infeksi tertentu, seperti:

  • Kondisi yang menimbulkan gejala berupa kejang, seperti epilepsi.

  • Jenis stroke tertentu.

  • Gangguan mental tertentu, seperti skizofrenia, schizoaffective disorder, depressive disorders, dan lain sebagainya.

  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti dextromethorphan (obat batuk), montelukast (obat asma), atau topiramate (obat antikejang).

  • Penyalahgunaan NAPZA, seperti LSD atau toluena.

  • Tumor otak.

  • Penyakit neurodegeneratif, seperti penyakit Creutzfeldt-Jakob (manusia disebabkan oleh keberadaan protein abnormal prion di dalam otak).

 

Gejala Alice in Wonderland Syndrome

 

Secara umum, gejala Alice in wonderland syndrome dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu self-perception symptoms (gejala persepsi diri) dan visual perception symptoms (gejala persepsi penglihatan). Self-perception symptoms dapat memengaruhi fungsi otak dalam memantau dan mengendalikan fungsi tubuh. Beberapa gejalanya, yaitu:

 

  • Perubahan persepsi mengenai tubuh sendiri. Misalnya, orang dengan kondisi ini dapat merasa bahwa bagian tubuhnya terlalu besar (macrosomatognosia parsial) atau terlalu kecil (mikcosomatognosia parsial). Kondisi ini juga dapat membuat seseorang merasa seluruh tubuhnya sangat tinggi (makcosomatognosia total) atau terlalu pendek (mikcosomatognosia total).

  • Derealisasi, yaitu kondisi ketika seseorang merasa tidak terhubung atau terputus dari dunia di sekitarnya.

  • Depersonalisasi, yaitu kondisi yang membuat seseorang merasa tidak terhubung atau terputus dari tubuh, pikiran, maupun perasaannya sendiri.

  • Somatopsychic duality, yaitu kondisi ketika seseorang merasa dirinya seperti terbagi menjadi dua bagian.

  • Merasa waktu seolah-olah seperti berhenti, melambat, atau berlalu dengan sangat cepat.

 

Sementara itu, visual perception symptoms dapat memengaruhi cara seseorang dalam memandang lingkungan di sekitarnya. Beberapa gejalanya, yaitu:

 

  • Makropsia, yaitu kondisi ketika seseorang melihat benda di sekitarnya tampak lebih besar.

  • Mikropsia, yaitu kondisi ketika seseorang melihat benda di sekitarnya tampak lebih kecil.

  • Pelopsia, yaitu kondisi ketika seseorang merasa benda di sekitarnya berjarak lebih dekat dari yang sebenarnya.

  • Teleopsia, yaitu kondisi ketika seseorang merasa benda di sekitarnya berjarak lebih jauh dari yang sebenarnya.

  • Porropsia, yaitu kondisi ketika seseorang melihat benda di sekitarnya berukuran lebih kecil dan bergerak menjauhi dirinya.

  • Liliputianisme, yaitu kondisi yang membuat orang-orang di sekitarnya terlihat lebih kecil dari sebenarnya.

  • Melihat benda-benda di sekitarnya seperti terdistorsi. Misalnya, garis lurus akan terlihat seperti bergelombang atau berlekuk-lekuk. 

 

Orang dengan sindrom ini bisa mengalami salah satu atau dua gejala tersebut secara sekaligus. Namun, visual perception symptoms cenderung lebih umum terjadi.

 

Diagnosis Alice in Wonderland Syndrome

 

Pada dasarnya, tidak ada kriteria khusus yang dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis Alice in wonderland syndrome. Sebab, kondisi ini cenderung jarang terjadi dan umumnya berlangsung singkat. Namun, dokter biasanya akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan.

 

Selanjutnya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik secara lengkap, termasuk melakukan evaluasi kesehatan mental dan juga pemeriksaan neurologis. Lalu, untuk mengetahui penyebab yang mendasari terjadinya AIWS, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

 

 

Pengobatan Alice in Wonderland Syndrome

 

Tujuan utama pengobatan Alice in wonderland syndrome adalah menangani penyebab yang mendasarinya. Misalnya, jika AIWS disebabkan oleh epilepsi, dokter dapat meresepkan obat antiepilepsi dan menyarankan pasien untuk menjalani diet keto sesuai dengan arahan dokter. Sementara itu, AIWS yang dipicu oleh infeksi virus dapat ditangani dengan penggunaan obat antivirus.

 

Apabila penyebab AIWS disebabkan oleh migrain, dokter dapat meresepkan obat untuk mencegah migrain, mengedukasi pasien terkait dengan cara menghindari pencetus migrain, serta diet yang direkomendasikan bagi diet penderita migrain. 

 

Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala di atas tidak secara spesifik mewakili Alice in wonderland syndrome. Dengan kata lain, penyebab dan gejala tersebut juga bisa terjadi pada kondisi medis lainnya. Selain itu, informasi yang disebutkan di atas juga tidak bisa digunakan untuk menggantikan diagnosis maupun saran tindakan medis dari dokter.

 

Oleh karenanya, jangan ragu untuk melakukan konseling dengan Psikiatri di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis yang akurat dari dokter terkait dengan Alice in wonderland syndrome. Dengan begitu, Anda bisa memperoleh penanganan yang tepat serta sesuai kondisi tubuh.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan tindakan medis yang Anda jalani terkait dengan gangguan mental akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia, sehingga mungkin saja berbeda di setiap rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh prosedur medis yang dilakukan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.


Gunakan juga layanan Telekonsultasi dari Siloam Hospitals yang memungkinkan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Lewat layanan ini, dokter dapat memberikan resep obat-obatan tertentu tanpa mengharuskan pasien keluar rumah. Namun, apabila diresepkan obat tertentu, seperti antidepresan dan antipsikotik, pasien wajib mengambilnya secara langsung.

 

telechat (1)

message

ArticleDetail