Demam Scarlet - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Ibu dan Anak

Demam Scarlet - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

13 Oktober 2025 5 menit waktu baca
mengenal demam scarlet

Scarlet fever atau demam scarlet adalah demam tinggi yang disertai dengan ruam kemerahan dan sakit tenggorokan pada anak. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang kerap menyebabkan radang tenggorokan, yaitu Streptococcus pyogenes.

 

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, scarlet fever dapat menimbulkan sejumlah komplikasi serius, seperti pneumonia, kerusakan jantung, hingga sepsis. Oleh karena itu, untuk mewaspadai kondisi tersebut, penting untuk mengenal penyebab, gejala, serta cara mengatasi scarlet fever pada anak. Mari simak ulasannya di bawah ini.

 

Apa itu Demam Scarlet?

 

Demam scarlet atau scarlet fever adalah penyakit infeksi yang ditandai dengan demam tinggi, nyeri tenggorokan, serta ruam kemerahan di seluruh tubuh. Gejala dari demam scarlet biasanya muncul pada 2–4 hari setelah terinfeksi bakteri Streptococcus pyogenes. Namun, pemulihan bekas ruam kemerahan tersebut cenderung memerlukan waktu yang lebih lama atau bisa mencapai beberapa minggu.

 

Scarlet fever adalah kondisi yang lebih sering dialami oleh anak berusia 5–15 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi tersebut juga bisa terjadi pada orang dewasa, terutama petugas medis, pengasuh anak, atau guru sekolah.

 

Perbedaan Demam Scarlet dan Campak

 

Meski sama-sama menimbulkan gejala berupa ruam kemerahan, terdapat perbedaan antara demam scarlet dan campak yang perlu diketahui. Secara umum, campak dapat menimbulkan ruam merah di sekitar belakang telinga. Di sisi lain, scarlet fever lebih sering ditandai dengan munculnya ruam merah di sekitar leher.

 

Selain ruam kemerahan, gejala campak biasanya juga disertai dengan batuk pilek, konjungtivitis, serta bercak putih kecil di dalam mulut (koplik spot). Sementara itu, gejala scarlet fever umumnya disertai dengan nyeri tenggorokan.

 

Penyebab Demam Scarlet

 

Seperti yang telah disebutkan di atas, penyebab utama scarlet fever adalah infeksi bakteri yang kerap menyebabkan radang tenggorokan, yaitu Streptococcus pyogenes. Bakteri tersebut biasanya berkembang biak pada tenggorokan dan dapat melepaskan racun yang bisa masuk ke dalam darah, sehingga menimbulkan ruam kemerahan pada kulit ataupun lidah.

 

Sebagai informasi, penularan infeksi bakteri Streptococcus pyogenes bisa terjadi melalui percikan air liur (droplet) dari penderita demam scarlet saat batuk atau bersin. Selain itu, penyebaran penyakit ini juga bisa terjadi saat seseorang menyentuh hidung atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, menggunakan alat makan bersama dengan penderita, mengonsumsi makanan atau minuman dari piring atau gelas yang sama dengan penderita, dan menyentuh benda yang terkontaminasi air liur penderitanya.

 

Gejala Demam Scarlet

 

 Adapun sejumlah gejala umum dari demam scarlet adalah sebagai berikut:

 

  • Ruam kemerahan, biasanya dimulai dari wajah atau leher kemudian menyebar ke seluruh tubuh, terlihat seperti luka sunburn atau yang jika diraba akan terasa kasar.

  • Demam tinggi.

  • Menggigil.

  • Munculnya garis-garis merah di sekitar lipatan kulit, seperti leher, siku, ketiak, lutut, dan selangkangan. 

  • Lidah berwarna merah terang dan dapat disertai dengan bintik-bintik kecil (strawberry tongue).

  • Nyeri tenggorokan.

  • Tenggorokan tampak merah yang disertai dengan bercak putih atau kekuningan.

  • Amandel membengkak.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar area leher.

  • Mual atau muntah.

  • Kesulitan menelan.

  • Nyeri kepala dan badan terasa tidak nyaman.

  • Nyeri perut.

 

Komplikasi Demam Scarlet

 

Apakah demam scarlet berbahaya? Perlu diketahui, scarlet fever yang tidak segera ditangani dengan tepat dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, di antaranya sebagai berikut.

 

 

Bahkan, meski jarang terjadi, scarlet fever juga berisiko menimbulkan berbagai komplikasi yang lebih serius, seperti:

 

 

Diagnosis Demam Scarlet

 

Dalam menegakkan diagnosis scarlet fever, pertama-tama dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien atau orang tua pasien untuk mengetahui keluhan serta riwayat kesehatan secara menyeluruh. Setelah itu, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk memeriksa kondisi tubuh. Setelah itu, dokter juga dapat mengonfirmasi diagnosis scarlet fever melalui sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Tes darah untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi bakteri yang ditandai dengan peningkatan kadar sel darah putih.

  • Swab test tenggorokan, yaitu prosedur pengambilan sampel air liur dari tenggorokan menggunakan alat khusus. Sampel tersebut nantinya akan dianalisis di laboratorium untuk mendeteksi keberadaan bakteri Streptococcus pyogenes.

 

Pengobatan Demam Scarlet

 

Pengobatan demam scarlet dilakukan untuk meredakan gejala, mengurangi risiko penularan ke orang lain, serta mencegah terjadinya komplikasi. Berikut adalah sejumlah penanganan yang umum dilakukan untuk mengobati demam scarlet.

 

1. Pemberian Obat-obatan

 

Untuk menangani scarlet fever, dokter dapat memberikan antibiotik, seperti amoxicillin atau penicillin yang perlu dikonsumsi oleh pasien selama 10 hari. Namun, jika pasien memiliki riwayat alergi terhadap amoxicillin, dokter biasanya akan meresepkan jenis antibiotik lain, misalnya seperti erythromycin. 

 

Demam biasanya dapat turun dalam kurun waktu 24 jam setelah minum obat antibiotik, namun konsumsi antibiotik wajib diteruskan hingga 10 hari agar penyakit dapat sembuh sepenuhnya. Selain itu, minum obat antibiotik juga diperlukan untuk mencegah terjadinya resistensi (kekebalan) bakteri dan menghindari risiko komplikasi. Kepatuhan pasien terhadap pengobatan sangat penting guna mendapatkan efek pengobatan yang diinginkan secara optimal.

 

Selain antibiotik, penanganan scarlet fever juga dapat dilakukan dengan memberikan obat paracetamol untuk membantu meredakan gejala demam dan nyeri tenggorokan. Apabila pasien mengeluhkan gatal-gatal pada ruam, dokter dapat memberikan losion yang mengandung calamine atau obat antihistamin.

 

2. Perawatan Mandiri

 

Selain pemberian obat-obatan, pasien demam scarlet juga dianjurkan untuk melakukan sejumlah perawatan mandiri di rumah, seperti:

 

  • Mengonsumsi makanan yang mudah ditelan dan bertekstur lembut, seperti sup hangat, bubur, atau jus buah.

  • Memperbanyak minum air putih untuk membantu meredakan nyeri tenggorokan dan mencegah dehidrasi.

  • Berkumur menggunakan larutan air garam untuk membantu mengurangi bengkak dan nyeri pada tenggorokan.

  • Mengonsumsi permen pelega tenggorokan.

  • Menggunakan pelembap udara. Ini diperlukan karena udara yang terlalu kering berisiko memperburuk iritasi pada tenggorokan.

  • Menghindari zat iritan yang dapat memperburuk nyeri tenggorokan, seperti asap rokok atau produk pembersih.

 

Pencegahan Demam Scarlet

 

Pada dasarnya, pencegahan scarlet fever dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan di sekitar anak sebaik mungkin. Adapun sejumlah langkah pencegahan scarlet fever yang penting untuk diajarkan kepada anak adalah sebagai berikut.

 

  • Mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan air mengalir sebelum dan setelah makan, serta sesudah menggunakan toilet.

  • Tidak menggunakan atau berbagi peralatan makan bersama dengan orang lain, terutama dengan orang yang sedang sakit.

  • Tidak berbagi makanan atau minuman dengan orang lain guna menghindari risiko menyebarnya bakteri penyebab scarlet fever.

  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.

  • Mencuci alat makan dan mainan menggunakan sabun antiseptik dan air panas setelah digunakan.

 

Jika si kecil menunjukkan gejala seperti ulasan di atas, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter kami. Bersama Siloam Hospitals, si kecil dapat memperoleh penanganan medis yang tepat dari dokter spesialis berpengalaman sesuai dengan kondisi tubuhnya.

 

Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan informasi terkait jadwal praktik dan booking janji temu dengan dokter terkait. Manfaatkan pula aplikasi MySiloam untuk memesan paket Cek Laboratorium atau tes darah melalui fitur Pemeriksaan Lab. Mari percayakan kesehatan Anda dan buah hati #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail