Mengenal Penyebab Anemia Gravis, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Penyebab Anemia Gravis, Gejala, dan Pengobatannya

04 November 2025 3 menit waktu baca
Anemia gravis

Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin. Sementara itu, anemia gravis merupakan salah satu jenis anemia yang ditandai dengan sangat menurunnya kadar hemoglobin darah. Kelainan darah ini termasuk dalam kondisi serius hingga penderitanya sering kali membutuhkan transfusi darah.

 

Mari ketahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan cara mengatasi anemia gravis dalam ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Anemia Gravis?

 

Anemia gravis termasuk dalam kategori anemia berat yang ditandai dengan kadar hemoglobin dalam darah sangat rendah, yaitu kurang dari 8 gram/dL. Kondisi tersebut menyebabkan penderitanya memerlukan transfusi darah.

 

Pada kondisi ini, sel-sel dalam tubuh kekurangan asupan oksigen untuk menjalankan fungsinya secara normal. Bahkan kurangnya asupan oksigen tidak hanya menimbulkan gejala anemia berat, tetapi juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius, seperti kerusakan organ tubuh.

 

Anemia gravis adalah kondisi yang biasanya ditemukan pada ibu hamil atau orang-orang dengan penyakit kronis, seperti gangguan ginjal dan kanker.

 

Penyebab Anemia Gravis 

 

Tiga faktor utama yang bisa menyebabkan jenis anemia ini antara lain adalah hancurnya sel darah merah, menurunnya produksi sel darah merah, dan kehilangan darah dalam jumlah masif atau banyak. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Hancurnya Sel Darah Merah

 

Salah satu penyebab anemia gravis adalah hancurnya sel darah merah yang lebih cepat daripada proses produksinya. Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita talasemia atau penyakit autoimun.

 

2. Menurunnya Produksi Sel Darah Merah

 

Penurunan produksi sel darah merah pada kondisi ini biasanya dipicu oleh penyakit berat atau penyakit yang sudah berlangsung lama (kronis), seperti gagal ginjal stadium 5, HIV/AIDS, kanker, atau hipotiroidisme. Namun, penurunan sel darah merah ini juga bisa disebabkan oleh anemia kekurangan zat besi.

 

Selain itu, kerusakan pada sumsum tulang belakang akibat infeksi, penyakit autoimun, atau efek samping obat-obatan juga dapat mengganggu produksi sel darah merah.

 

3. Kehilangan Darah dalam Jumlah Banyak

 

Jenis anemia ini juga bisa terjadi akibat perdarahan hebat, misalnya karena kecelakaaan yang membuat pembuluh darah terputus atau pecahnya pembuluh darah akibat varises esofagus atau diseksi aorta.

 

Faktor Risiko Anemia Gravis

 

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya jenis anemia ini adalah:

 

  • Kekurangan vitamin dan mineral dalam tubuh, terutama asam folat, vitamin B2, dan vitamin C yang berperan dalam produksi sel darah merah.
  • Menderita penyakit kronis, seperti penyakit ginjal atau penyakit autoimun kronis.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat anemia.

 

Gejala Anemia Gravis

 

Gejala dari jenis anemia ini umumnya sama dengan anemia biasa lainnya, namun tingkat keparahannya lebih berat, di antaranya:

 

  • Jantung berdetak cepat.
  • Sesak napas.
  • Nyeri pada dada.
  • Nyeri sendi.
  • Tangan dan kaki terasa dingin.
  • Kelelahan dan lemas.
  • Pusing
  • Kulit tampak pucat.

 

Diagnosis Anemia Gravis

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Lalu, untuk membantu memastikan kondisi pasien, biasanya dokter akan menjalankan pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Pemeriksaan darah lengkap, untuk menghitung jumlah sel darah merah. Pada kondisi ini, dokter akan memeriksa kadar hematokrit atau sel darah merah dan hemoglobin dalam darah. Kadar hemoglobin normal pada orang dewasa adalah 14–18 g/dL pada pria dan 12–16 g/dL untuk wanita.
  • Tes tambahan lainnya, dilakukan untuk mendeteksi penyebab anemia yang jarang ditemukan, seperti defisiensi enzim, sel darah merah yang rapuh, dan reaksi autoimun yang menyerang sel darah merah.

 

Komplikasi Anemia Gravis

 

Apabila tidak segera mendapatkan penanganan, jenis anemia ini dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti:

 

  • Kelelahan berat.
  • Masalah kehamilan.
  • Kelainan jantung, seperti aritmia (kelainan irama jantung) dan gagal jantung.
  • Kematian.

 

Pengobatan dan Pencegahan Anemia Gravis

 

Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan untuk menangani kondisi anemia gravis:

 

  • Transfusi darah, untuk menambah darah dalam tubuh. Tindakan ini biasanya diberikan pada pasien dengan anemia berat.
  • Mengonsumsi suplemen dan vitamin tambahan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dalam tubuh.
  • Mengobati penyebab yang mendasari terjadinya anemia.
  • Transplantasi sumsum tulang.

 

Sementara itu, langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan penambah darah atau makanan yang mengandung zat besi (daging sapi, daging ayam, dan kacang-kacangan), asam folat (B9) dan vitamin B12 (kacang-kacangan, sereal, dan susu kedelai), serta vitamin C (jeruk, lemon, dan stroberi).

 

Itulah penjelasan seputar anemia gravis yang perlu Anda ketahui. Jika mengalami gejala-gejala yang mengarah pada kondisi anemia, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi serius.


Anda dapat berkonsultasi secara virtual bersama dokter dari rumah melalui aplikasi MySiloam atau mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi langsung dengan dokter terkait. Gunakan fitur Cari Dokter untuk membuat booking dan janji temu terlebih dahulu. Mari percayakan selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Laboratorium

message

ArticleDetail