Artroskopi, Prosedur untuk Gangguan Sendi
Kesehatan Tubuh

Artroskopi, Prosedur untuk Gangguan Sendi

07 Agustus 2025 4 menit waktu baca
Artroskopi adalah

 

Artroskopi adalah prosedur pemeriksaan untuk mengetahui gangguan pada tulang dan persendian, termasuk cedera, peradangan, atau kerusakan jaringan, dengan bantuan gambaran visual. Perlu diketahui bahwa menjaga kesehatan tulang cukup penting mengingat perannya bagi tubuh sangatlah krusial. Oleh karena itu, mari simak penjelasan mengenai apa itu artroskopi, manfaat, prosedur, hingga risikonya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Artroskopi (Arthroscopy)?

 

Artroskopi adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk mendiagnosis dan menangani gangguan pada sendi, seperti radang sendi. Tindakan artroskopi dilakukan dengan memasukkan alat bernama artroskop melalui lubang sayatan yang dibuat oleh dokter. 

 

Artroskop merupakan alat berbentuk selang kecil, dilengkapi senter dan kamera yang berfungsi untuk menangkap gambaran sendi dan menampilkannya di layar monitor. Melalui layar monitor tersebut, dokter dapat melakukan analisis terhadap kondisi cedera yang dialami pasien.

 

Fungsi Artroskopi

 

Secara umum, fungsi artroskopi adalah untuk melihat atau memastikan penyebab dari gejala yang berkaitan dengan gangguan sendi. Prosedur ini biasanya baru akan direkomendasikan oleh dokter apabila tes pencitraan belum bisa memberikan hasil yang jelas.

 

Tidak hanya untuk melakukan diagnosis, artroskopi juga dapat digunakan untuk menangani berbagai kondisi medis, seperti:

 

  • Arthritis (peradangan pada sendi).

  • Sindrom impingement.

  • Frozen shoulder.

  • Robek pada rotator cuff.

  • Robek pada tulang rawan.

  • Carpal tunnel syndrome (penekanan saraf median).

  • Cedera pada bantalan tulang rawan.

  • Gangguan sendi rahang.

  • Lepasnya bagian tulang di bahu, siku, lutut, pergelangan kaki dan tangan.

 

Persiapan Pemeriksaan Artroskopi

 

Beberapa hal yang perlu disiapkan pasien sebelum menjalani tindakan artroskopi adalah sebagai berikut:

 

  • Memberitahu dokter terkait riwayat kesehatan, penggunaan obat-obatan, termasuk suplemen atau obat herbal.

  • Menghentikan obat-obatan yang dikonsumsi apabila diperlukan.

  • Puasa selama 8 jam sebelum prosedur dilakukan.

  • Menggunakan pakaian yang nyaman dan longgar.

  • Minta seseorang untuk mendampingi ke rumah sakit karena biasanya pasien tidak diperbolehkan berkendara sendiri setelah prosedur.

 

Di samping itu, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani prosedur, seperti:

 

  • Dokter perlu tahu apabila pasien memiliki riwayat gagal jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan emfisema paru.

  • Pasien di atas 50 tahun yang memiliki riwayat gangguan paru-paru dan jantung perlu melakukan pemeriksaan EKG dan rontgen dada sebelum menjalani artroskopi.

  • Prosedur ini tidak dianjurkan bagi pasien yang menderita gangguan sendi degeneratif, infeksi jaringan lunak, pembekuan darah, dan obesitas.

  • Dokter akan melakukan tes darah dan pemindaian.

 

Prosedur Pemeriksaan Artroskopi

 

Hal pertama yang dilakukan dalam prosedur artroskopi adalah pemberian bius kepada pasien. Setelah itu, dokter akan mengusapkan cairan antiseptik (pada area kulit) di bagian tubuh yang memerlukan tindakan artroskopi. Kemudian, akan dibuat sayatan sebesar lubang kunci pada kulit pasien untuk memasukkan alat artroskopi.

 

Selain itu, beberapa sayatan juga dibutuhkan untuk memasukkan alat instrumen pendukung lainnya. Setelah memasukkan artroskop, dokter akan melihat dan memantau sendi yang bermasalah melalui layar monitor. Selain melakukan pemantauan, dokter juga dapat mengangkat atau memperbaiki jaringan yang rusak.

 

Setelah Pemeriksaan Artroskopi

 

Secara umum, prosedur pelaksanaan artroskopi akan berlangsung sekitar 30 menit hingga 2 jam. Setelah itu, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan. Setelah menjalani prosedur ini, jika kondisi pasien sudah pulih, pasien diizinkan untuk pulang pada hari yang sama.

 

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guna merawat area sendi yang baru saja menjalani artroskopi, di antaranya:

 

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter.

  • Mengistirahatkan sendi selama beberapa hari.

  • Memberikan kompres pada area sendi.

  • Jika diperlukan, beberapa pasien akan disarankan untuk memakai penyangga/protector untuk melindungi sendi.

  • Melakukan terapi fisik untuk memperkuat otot dan fungsi sendi.

  • Menghindari aktivitas fisik yang berat.

 

Hasil Pemeriksaan Artroskopi

 

Hasil pemeriksaan artroskopi berupa diagnosis yang akan diterima oleh pasien dalam waktu beberapa hari. Setelah hasilnya keluar, dokter akan menjelaskan secara rinci mengenai hasil tes tersebut dan merekomendasikan perawatan yang tepat sesuai hasil tes.

 

Risiko Tindakan Artroskopi

 

Artroskopi adalah tindakan yang cukup aman dan sudah umum dilakukan sehingga jarang menimbulkan komplikasi berat. Namun, beberapa risiko gangguan yang mungkin dapat terjadi dan perlu diantisipasi dari prosedur artroskopi adalah sebagai berikut:

 

  • Perdarahan.

  • Infeksi.

  • Pembengkakan.

  • Penggumpalan darah vena.

  • Cedera jaringan dan saraf di sekitar sendi.

  • Penyumbatan pembuluh darah di paru-paru (emboli paru).

 

Penting untuk diketahui bahwa pemeriksaan artroskopi hanya akan direkomendasikan apabila dokter membutuhkan gambaran yang lebih jelas terkait kondisi pasien setelah menjalani tes pencitraan atau ketika diagnosis telah ditegakkan. Dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani pemeriksaan artroskopi.

 

Apabila Anda mengalami gejala yang berkaitan dengan gangguan pada sendi, seperti rasa nyeri yang tak kunjung hilang disertai kesulitan menggerakan bagian tubuh tertentu, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Orthopaedi (Tulang) Subspesialis Panggul dan Lutut di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran penanganan yang tepat sesuai kondisi medis Anda.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait tulang dan sendi dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail