Kesehatan Tubuh
Apa itu Bunion? Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Hallux valgus atau bunion adalah kondisi di mana ibu jari kaki membengkok ke arah jari kaki lainnya sehingga menimbulkan benjolan di sendi ibu jari. Kondisi ini terjadi karena adanya tekanan secara berlebihan pada ibu jari atau jempol kaki. Pahami lebih jauh tentang bunion dengan menyimak ulasan di bawah ini.
Apa itu Bunion?
Hallux valgus atau bunion adalah suatu kondisi deformitas (kelainan bentuk tulang) yang terjadi karena ibu jari kaki (hallux) membengkok ke jari kaki lainnya. Bunion berkembang di tepi bagian dalam sendi ibu jari kaki yang disebut dengan sendi metatarsophalangeal (MTP), yaitu tempat pertemuan pangkal jempol kaki dan kaki.
Bunion menyebabkan sendi di pangkal jempol kaki menonjol keluar, sehingga membentuk sebuah benjolan yang seiring waktu terlihat semakin jelas. Kondisi ini mungkin menyebabkan permukaan kulit di atas bunion menjadi kemerahan dan terasa nyeri.
Jenis Bunion
Bunion adalah kondisi yang umum terjadi pada jempol kaki, namun tak menutup kemungkinan juga terjadi di jari kaki lainnya seperti kelingking. Selain itu, bunion juga bisa terjadi sejak lahir maupun berkembang saat usia remaja. Berdasarkan jari kaki yang terdampak serta usia penderitanya, bunion terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:
-
Bunion: Benjolan di sendi pangkal ibu jari, biasanya terjadi ketika dewasa.
-
Tailor bunion atau bunionette: Benjolan yang muncul di sendi pangkal jari kelingking.
-
Bunion kongenital (congenital hallux valgus): Bunion yang terjadi sejak bayi baru lahir.
-
Bunion remaja (juvenile hallux valgus): Bunion yang berkembang ketika usia remaja (10–15 tahun).
Penyebab Bunion
Bunion adalah kondisi di mana sendi yang menghubungkan tulang ibu jari dengan tulang telapak kaki mengalami pergeseran, sehingga tidak berada di posisi normalnya. Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya kondisi tersebut. Meski begitu, terdapat beberapa dugaan bahwa bunion dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti:
-
Faktor genetik yang menyebabkan kelainan pada bentuk kaki, misalnya kaki datar (flat foot).
-
Tulang ibu jari kaki yang pendek atau tertarik ke atas.
-
Otot betis yang kaku.
-
Proses mekanis kaki yang abnormal.
-
Sendi yang terlalu lentur.
-
Kondisi medis tertentu, seperti penyakit rematik karena asam urat (gout arthritis), psoriatic arthritis, rematik, sindrom Marfan, sindrom Ehlers-Danlos, Down syndrome, stroke, cerebral palsy, dan myelomeningocele.
-
Penggunaan sepatu yang sempit.
-
Penggunaan sepatu hak tinggi (high heels).
-
Cedera atau tekanan pada kaki.
Gejala Bunion
Gejala utama yang terlihat dari bunion adalah munculnya benjolan di sendi dekat pangkal jari kaki yang terdampak, sehingga membuat kaki lebih lebar. Kemunculan benjolan bisa disertai dengan atau tanpa gejala lain dan umumnya berkembang secara bertahap. Beberapa gejala lain yang menyertai bunion adalah sebagai berikut:
-
Rasa kesemutan dan terbakar di jari kaki.
-
Rasa nyeri yang bersifat hilang timbul.
-
Posisi ibu jari kaki terlihat miring.
-
Iritasi kulit.
-
Luka
-
Kapalan atau callus di permukaan kulit jari kaki yang sering bergesekan.
-
Muncul bintik-bintik berisi air.
Diagnosis Bunion
Diagnosis bunion dapat ditegakkan melalui wawancara medis (anamnesis) dan pemeriksaan fisik. Namun, dokter bisa melakukan pemeriksaan laboratorium apabila mencurigai adanya penyakit metabolik atau sistem lainnya. Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan rheumatoid factor, antinuclear antibody, c-reactive protein, laju endap darah, atau kadar asam urat dalam darah.
Pemeriksaan penunjang lain yang dapat dilakukan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis bunion adalah pemeriksaan radiologi, seperti rontgen jari kaki untuk menilai struktur tulang ibu jari kaki jika ada indikasi pembedahan, serta MRI jika dokter mencurigai adanya infeksi pada tulang ibu jari kaki.
Pengobatan Bunion
Bunion adalah suatu kondisi yang dapat ditangani, baik secara nonbedah (konservatif) maupun melalui prosedur bedah. Adapun sejumlah penanganan konservatif yang bisa dilakukan secara mandiri oleh penderita bunion adalah sebagai berikut:
-
Mengubah jenis sepatu. Jika semula memakai high heels, sebaiknya diganti dengan sepatu hak rendah dan tidak sempit.
-
Memberikan kompres dingin di area yang terdampak untuk mengurangi nyeri.
-
Melakukan peregangan ibu jari kaki secara berkala untuk membantu mobilitas dan fleksibilitas sendi.
Sementara itu, sejumlah penanganan nonbedah yang biasanya dilakukan oleh dokter adalah sebagai berikut:
-
Menyarankan pasien menggunakan orthosis atau bidai.
-
Memberikan bantalan pada ibu jari kaki.
-
Pemberian obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.
-
Menyuntikkan steroid.
-
Fisioterapi (terapi fisik).
Apabila langkah pengobatan nonpembedahan (konservatif) tidak mengatasi maupun meredakan bunion, maka dokter dapat merekomendasikan prosedur operasi. Beberapa pilihan operasi untuk menangani bunion adalah sebagai berikut:
-
Mengangkat jaringan yang menjadi sumber peradangan dari jari yang terdampak.
-
Memperbaiki posisi ibu jari kaki dengan membuat sedikit penyesuaian tulang di sendi pangkal ibu jari kaki.
-
Mengembalikan posisi tulang-tulang jari kaki ke posisi normal seperti sebelumnya, serta memperbaiki sudut tulang ibu jari kaki yang mengalami gangguan.
Komplikasi Bunion
Meski tergolong jarang terjadi, bunion dapat menyebabkan terjadinya sejumlah komplikasi jika pasien tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Adapun beberapa komplikasi yang dapat disebabkan oleh bunion adalah sebagai berikut:
-
Bursitis (peradangan di bantalan sendi).
-
Hammer toe (jari-jari kaki membengkok disertai nyeri).
-
Metatarsalgia (nyeri terus-menerus di jari-jari kaki atau kaki bagian depan).
Pencegahan Bunion
Meski penyebab bunion belum diketahui secara pasti, namun langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak terjadi bunion adalah menggunakan sepatu atau sandal yang sesuai dengan ukuran kaki, sehingga tidak sempit dan terasa nyaman saat digunakan, terutama saat sedang berjalan.
Itulah penjelasan mengenai bunion yang perlu Anda ketahui. Apabila Anda mengalami keluhan yang mengarah pada kondisi bunion dan ingin berkonsultasi dari rumah, manfaatkan layanan Telekonsultasi yang dapat Anda akses melalui aplikasi MySiloam.
Layanan tersebut memungkinkan dokter untuk memberikan saran perawatan yang tepat serta meresepkan obat-obatan sesuai kondisi pasien. Dan, pasien pun bisa memperoleh obat-obatan tersebut tanpa harus keluar rumah. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang juga dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
TERPOPULER
Pedis / Rontgen Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp335.000
TERPOPULER
Ankle / Rontgen Pergelangan Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp289.000
MRI Pergelangan Kaki/Ankle Non-Kontras (1 Sisi)
MRI / MRA
Rp2.870.000







