Cedera PCL - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Cedera PCL - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

24 April 2025 5 menit waktu baca
mengenal cedera pcl

Cedera PCL (posterior cruciate ligament) adalah cedera pada ligamen yang menghubungkan tungkai atas dengan tungkai bawah. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan gejala lain yang mengganggu. Tergantung dari seberapa parah kondisinya, perawatan bisa dilakukan secara nonbedah atau bedah. Simak penjelasan selengkapnya di sini.

 

Apa itu Cedera PCL (Posterior Cruciate Ligament)?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, cedera PCL (posterior cruciate ligament)) adalah cedera pada bagian ligamen yang menghubungkan tungkai atas dengan tungkai bawah. PCL terletak di bagian dalam lutut, tepatnya di belakang ACL (anterior cruciate ligament), yang merupakan salah satu dari empat ligamen utama sendi lutut yang berfungsi untuk menstabilkan tibia (tulang kering) pada femur (tulang paha). 

 

Posterior cruciate ligament berfungsi untuk menjaga tulang tetap pada tempatnya dan membantu agar lutut bergerak dengan lancar. PCL sendiri memiliki ketebalan kira-kira 1,3 hingga 2 kali lipat dibandingkan ACL dan bersifat hampir 2 kali lipat lebih kuat dibandingkan ACL. Cedera PCL lebih jarang terjadi dibandingkan cedera ACL

 

Cedera pada PCL dapat menyebabkan kerusakan ringan, sedang, atau parah. Berdasarkan tingkat keparahannya, para ahli mengklasifikasikan cedera pada PCL dalam tiga kategori, yaitu:

 

  • Tingkat I: Terdapat robekan sebagian atau parsial pada PCL. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya translasi atau pergeseran tibia ke arah posterior (belakang) sejauh 1–5 mm. 

  • Tingkat II: Terdapat robekan sepenuhnya pada PCL dan terdapat translasi tibia ke arah posterior sejauh 6–10 mm. 

  • Tingkat III: Robekan sepenuhnya pada PCL yang disertai cedera pada ligamen lutut lainnya, serta translasi tibia ke arah posterior lebih dari 10 mm. 

 

Penyebab Cedera PCL

 

Ada berbagai faktor yang bisa menjadi pemicu cedera pada PCL. Kondisi ini biasanya didahului dengan trauma lutut yang parah atau trauma dengan gaya yang kuat. Adapun beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan cedera pada PCL adalah sebagai berikut:

 

  • Jatuh dengan lutut tertekuk.

  • Terbentur keras di bagian depan lutut.

  • Menekuk lutut terlalu jauh ke belakang.

  • Lutut terkilir.

  • Lutut mendarat dengan tidak benar setelah melompat.

 

Gejala Cedera PCL

 

Ada beberapa gejala yang umumnya menandai cedera pada PCL. Salah satunya adalah nyeri yang memburuk seiring waktu. Cedera pada PCL dapat menyebabkan berbagai gejala, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Nyeri yang memburuk seiring waktu.

  • Bengkak dan peradangan.

  • Rasa tidak stabil di lutut.

  • Kekakuan pada lutut.

  • Kesulitan berjalan.

  • Kesulitan menuruni tangga.

  • Dapat disertai bunyi letupan seperti “pop” saat cedera terjadi.

 

Diagnosis Cedera PCL

 

Proses diagnosis cedera pada PCL akan dimulai dengan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien.

 

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa semua struktur lutut yang mengalami cedera dan membandingkannya dengan lutut yang tidak cedera. Lutut yang cedera mungkin tampak lebih melorot ke arah belakang saat ditekuk. Dokter juga akan memeriksa kekuatan otot dan rentang gerak sendi pada pasien.

 

Guna mengonfirmasi diagnosis, dokter biasanya meminta pasien menjalani tes pencitraan untuk menentukan tingkat kerusakan. Tes pencitraan tersebut meliputi sinar-X, MRI (magnetic resonance imaging), dan CT (computed tomography) scan.

 

Pengobatan Cedera PCL

 

Pengobatan cedera pada PCL akan disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Variabel utama yang perlu dipertimbangkan dalam menangani cedera PCL adalah apakah itu cedera tersebut bersifat akut atau kronis dan apakah cedera tersebut hanya terjadi pada PCL atau disertai dengan cedera ligamen lainnya.

 

Perawatan nonbedah biasanya diindikasikan untuk cedera akut derajat I dan II atau pada pasien dengan cedera derajat III yang memiliki gejala ringan maupun tidak memiliki tuntutan untuk melakukan aktivitas berat.

 

Untuk meredakan beberapa gejala pada kondisi akut (awal), seperti nyeri, bengkak, dan peradangan, penderita bisa menerapkan metode RICE (rest, ice, compression, and elevation). Berikut penjelasan selengkapnya:

 

  • Istirahat (rest). Hindari aktivitas apa pun yang memberi tekanan yang tidak perlu pada lutut.

  • Es (ice). Mengompres lutut dengan air dingin selama 15 menit, setidaknya sebanyak 4 kali sehari.

  • Kompresi (compression). Membalut lutut dengan perban elastis untuk mengurangi pembengkakan.

  • Elevasi (elevation). Letakkan kaki di atas bantal sehingga menjadi lebih tinggi dari jantung.

 

Secara umum, beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi cedera pada PCL adalah:

 

  • Penggunaan tongkat untuk membatasi beban yang diberikan pada lutut.

  • Penggunaan penyangga lutut untuk mengatasi ketidakstabilan lutut.

  • Terapi fisik (fisioterapi) untuk membantu memperkuat dan menstabilkan lutut.

  • Operasi. Pada cedera PCL yang parah, dokter mungkin merekomendasikan tindakan bedah untuk memperbaiki ligamen yang rusak. Operasi disarankan pada cedera PCL  yang disertai dengan cedera ligamen lainnya, maupun pada pasien yang tidak mengalami perbaikan gejala setelah melakukan perawatan nonbedah. Prosedur yang paling sering dilakukan adalah artroskopi lutut untuk merekonstruksi ligamen.

 

Prosedur operasi untuk cedera pada PCL relatif aman karena dilakukan oleh dokter yang berpengalaman. Namun, pada beberapa kasus, operasi mungkin menimbulkan efek samping berupa:

 

  • Infeksi.

  • Perdarahan.

  • Gumpalan darah.

  • Pembengkakan.

  • Kekakuan sendi lutut.

 

Waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari cedera pada PCL bisa berbeda-beda pada setiap orang. Bila cedera ringan, penderita mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hari. Namun, jika telah menjalani operasi untuk perbaikan ligamen, maka pemulihannya bisa memakan waktu sekitar 6–9 bulan.

 

Pencegahan Cedera PCL

 

Mungkin tidak mudah untuk mencegah cedera PCL karena kondisi ini bisa terjadi kapan saja, bukan hanya karena olahraga. Namun, untuk meminimalkan risiko cedera, pastikan Anda melakukan pemanasan sebelum beraktivitas fisik, menggunakan teknik yang tepat, serta tetap waspada dan berhati-hati ketika melakukan segala aktivitas.

 

Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili cedera PCL. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Untuk membuat janji temu dengan Dokter Spesialis Ortopedi, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Sumber

Marc A. Raj; Ahmed Mabrouk; Matthew Varacallo. Posterior Cruciate Ligament Knee Injuries. Diakses pada 2024 | Ortho Info. Posterior Cruciate Ligament (PCL) Injuries. Diakses pada 2024. Cleveland Clinic. PCL Posterior Cruciate Ligament Tears. Diakses pada 2024 | Apley Text Book. Apley's and Solomon's System of Orthopaedics and Trauma 10th edition. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail