Cephalopelvic Disproportion (CPD): Penyebab & Penanganannya
Ibu dan Anak

Cephalopelvic Disproportion (CPD): Penyebab & Penanganannya

03 November 2025 4 menit waktu baca
cpd adalah (cephalopelvic disproportion)

Disproporsi kepala panggul (DKP) atau cephalopelvic disproportion (CPD) adalah komplikasi persalinan karena ukuran kepala atau tubuh janin terlalu besar untuk melewati panggul ibu. Kondisi ini perlu ditangani dengan tepat karena dapat menyebabkan proses persalinan berlangsung lama sehingga memicu terjadinya berbagai komplikasi, seperti kelainan bentuk kepala bayi, distosia bahu, prolaps tali pusat, cedera rahim, perdarahan, dan lain-lain.

 

Simak informasi lengkap mengenai penyebab, faktor risiko, gejala, hingga penanganan CPD melalui ulasan berikut ini.

 

Apa itu CPD (Cephalopelvic Disproportion)?

 

Cephalopelvic disproportion atau CPD adalah komplikasi persalinan yang terjadi karena ukuran kepala atau tubuh bayi terlalu besar untuk melewati panggul ibu. CPD berisiko menyebabkan persalinan macet sehingga ibu yang mengalami kondisi ini cenderung sulit untuk melahirkan secara normal.

 

Penyebab CPD

 

CPD adalah kondisi yang bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari ukuran panggul ibu terlalu kecil, posisi janin yang tidak normal, hingga ukuran janin terlalu besar. Berikut penjelasan lengkapnya.

 

1. Ukuran Panggul Ibu Lebih Sempit

 

Salah satu penyebab CPD adalah ukuran panggul ibu yang cenderung lebih sempit dibandingkan ukuran panggul pada umumnya. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah:

 

  • Faktor genetik, misalnya memiliki ibu dengan panggul yang sempit.
  • Kelainan bentuk panggul akibat cacat lahir.
  • Pernah menjalani tindakan operasi pada area panggul.
  • Riwayat cedera panggul.
  • Pertumbuhan tulang yang tidak normal pada area panggul.
  • Malnutrisi.
  • Kadar hormon androgen berlebih di dalam tubuh.
  • Memiliki perawakan pendek dengan tinggi badan kurang dari 145 cm.

 

2. Ukuran Kepala atau Tubuh Janin Terlalu Besar  

 

Ukuran kepala atau tubuh janin yang terlalu besar juga menjadi salah satu penyebab CPD yang umum terjadi. Bahkan, berat badan janin yang melebihi 4.000 gram juga turut meningkatkan risiko terjadinya CPD. Bobot janin yang besar tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan atau diabetes gestasional yang dialami sang ibu.

 

Ukuran kepala yang lebih besar dari rata-rata seperti pada kasus bayi dengan hidrosefalus juga dapat menjadi faktor penyebab CPD.

 

3. Posisi Janin Tidak Normal

 

Posisi janin yang melintang atau sungsang juga dapat menyulitkan proses persalinan normal karena janin sulit melewati panggul.

 

Faktor Risiko CPD

 

Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya CPD adalah sebagai berikut:

 

  • Obesitas selama masa kehamilan.
  • Usia kehamilan melebihi 41 minggu.
  • Usia ibu di atas 35 tahun saat kehamilan.
  • Ibu memiliki tinggi badan di bawah 145 sentimeter.
  • Diabetes gestasional.
  • Polihidramnion, yaitu kondisi yang ditandai dengan adanya cairan ketuban berlebih selama kehamilan.
  • Kehamilan pertama.
  • Hamil di usia remaja saat tulang panggul belum terbentuk sempurna.
  • Ukuran diameter panggul ibu yang sempit (kurang dari 9,5 cm).

 

Gejala CPD

 

CPD biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu selama masa kehamilan. Namun, menjelang persalinan, ibu hamil yang mengalami CPD sering kali menampakkan tanda dan gejala seperti berikut ini:

 

  • Kontraksi rahim yang kurang kuat atau bahkan tidak ada sama sekali.
  • Pembukaan rahim yang terjadi secara perlahan atau tidak membuka sama sekali.
  • Proses persalinan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan.
  • Kepala janin tidak kunjung masuk ke panggul atau jalan lahir.
  • Induksi persalinan tidak berhasil memajukan proses persalinan.

 

Komplikasi CPD

 

CPD adalah kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan proses persalinan berlangsung lama. Bahkan, jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi tersebut berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, di antaranya:

 

  • Cedera pada kepala bayi.
  • Kelainan bentuk kepala bayi.
  • Prolaps tali pusat.
  • Perdarahan.
  • Cedera rahim.
  • Ruptur perineum.
  • Bahu bayi tersangkut di jalan lahir atau vagina (distosia bahu).

 

Diagnosis dan Pemeriksaan CPD

 

Seperti yang telah dijelaskan, CPD cenderung tidak menunjukkan gejala selama masa persalinan. Karena itu, kondisi ini biasanya baru diketahui setelah proses persalinan normal berlangsung.

 

Kendati demikian, terdapat sejumlah prosedur pemeriksaan yang bisa dilakukan dokter untuk mengetahui kemungkinan adanya CPD pada pasien, di antaranya:

 

  • Pemeriksaan fisik panggul dengan mengukur diameter panggul ibu secara langsung.
  • USG (ultrasonografi) untuk membantu mengukur ukuran panggul ibu dan kepala janin.
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk mengetahui kondisi panggul ibu dan posisi janin di dalam kandungan.

 

Penanganan CPD

 

Apabila tidak menunjukkan gejala yang membahayakan, dokter dapat membantu proses persalinan pasien CPD dengan bantuan vakum atau forcep untuk mengeluarkan bayi. Namun, jika CPD menyebabkan persalinan berlangsung sangat lama, pasien akan disarankan untuk menjalani operasi caesar agar terhindar dari komplikasi serius.

 

Pada kasus-kasus di mana tidak dapat dilakukan operasi caesar, operasi berisiko tinggi, atau terjadi obstruksi dengan posisi bayi sungsang, dokter juga dapat melakukan symphysiotomy atau prosedur pembedahan tulang rawan pada kemaluan pasien CPD untuk mengeluarkan bayi dari kandungan. Namun, metode ini masih menjadi kontroversi karena dinilai berisiko komplikasi yang tinggi, sehingga penggunaannya sebagai metode alternatif masih diperdebatkan.

 

CPD adalah kondisi yang perlu ditangani dengan tepat guna menghindari terjadinya komplikasi persalinan. Oleh karenanya, ibu hamil disarankan untuk rutin berkonsultasi selama masa kehamilan dengan dokter Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh penanganan yang tepat dari dokter spesialis kandungan kami.


Jadwalkan pertemuan dengan dokter Siloam Hospitals secara praktis melalui fitur Cari Dokter yang tersedia pada aplikasi MySiloam. Anda pun dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk memesan paket medical check-up hingga konsultasi dengan dokter secara virtual. Mari nikmati akses layanan kesehatan Anda dengan mudah #BersamaSiloam!

 

telechat (1)

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail