Mengenal Child Grooming, Ini Tanda-Tanda & Dampak pada Anak
Kesehatan Mental

Mengenal Child Grooming, Ini Tanda-Tanda & Dampak pada Anak

22 Agustus 2024 5 menit waktu baca
children grooming adalah

Child grooming adalah tindakan yang dilakukan oleh orang dewasa untuk membangun hubungan, kepercayaan, serta kontrol atas seorang anak atau remaja yang bertujuan untuk mengeksploitasi mereka secara fisik, emosional, hingga seksual. Dalam hal ini, pelaku child grooming juga bisa mengisolasi atau bahkan menganiaya korban.

 

Penting untuk mewaspadai child grooming karena hal tersebut sering menjadi langkah awal seseorang dalam melakukan pelecehan seksual, radikalisasi, dan eksploitasi kriminal maupun seksual terhadap anak-anak. Mari kenali apa itu child grooming selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Child Grooming?

 

Child grooming adalah tindakan membangun hubungan serta kepercayaan dengan anak-anak atau remaja, dan sering kali pada keluarganya juga dengan tujuan untuk mengeksploitasi, termasuk mengontrol, mengisolasi, hingga menganiaya korbannya secara emosional, fisik, maupun seksual.

 

Perilaku ini bisa terjadi dan dilakukan di mana saja dalam berbagai jenis situasi. Beberapa contoh situasi yang biasanya dimanfaatkan pelaku untuk child grooming adalah:

 

  • Bertemu secara langsung.

  • Secara virtual melalui internet.

  • Dalam suatu organisasi, seperti di sekolah atau tempat kerja.

  • Melalui media sosial.

  • Di ruang publik (dikenal juga sebagai street grooming).

 

Groomer atau pelaku child grooming ini biasanya merupakan orang asing. Namun, tidak menutup kemungkinan hal tersebut juga dilakukan oleh orang yang dikenal, seperti keluarga, teman, rekan kerja, dan lain sebagainya. Pelaku mendapatkan kepercayaan korban hingga keluarga dengan cara berikut:

 

  • Berpura-pura menjadi seseorang yang bukan dirinya, misalnya mengatakan bahwa mereka seumuran atau teman bermain anak tersebut secara online.

  • Memberikan nasihat atau pengertian pada korban.

  • Membelikan hadiah untuk korban.

  • Memberikan perhatian pada korban.

  • Menggunakan posisi atau reputasi profesionalnya untuk memperoleh citra baik di depan korban dan keluarganya.

  • Mengajak korban bepergian, jalan-jalan, atau liburan.

 

Setelah pelaku mendapatkan kepercayaan penuh dari korban dan keluarganya, mereka akan secara perlahan mengeksploitasi hubungannya dengan mengisolasi korban dari keluarga dan teman-temannya, sehingga akhirnya korban akan tergantung pada pelaku.

 

Setelah itu pelaku akan menggunakan daya kontrolnya untuk membuat korban merasa bahwa tidak ada pilihan lain selain mengikuti kemauan pelaku. Pelaku juga seringkali mengancam akan menyebarkan rahasia atau aib korban jika korban menentang keinginannya.

 

Child grooming sering kali dikaitkan dengan pedofilia karena dua hal tersebut kerap ditandai dengan adanya perilaku pelecehan seksual pada anak-anak. Meski demikian, perlu diketahui bahwa child grooming merupakan hal yang berbeda dengan pedofilia. Jika pedofilia merupakan kondisi ketika seseorang memiliki ketertarikan seksual pada anak-anak, child grooming adalah tindakan yang kerap memfasilitasi pelecehan seksual pada anak.

 

Artinya, tidak semua pelaku child grooming adalah pedofil, walaupun banyak pedofil yang melakukan hal tersebut untuk mendekati dan memanipulasi korban. Sebaliknya, beberapa pelaku child grooming mungkin tidak memiliki ketertarikan seksual pada anak-anak, namun memilih untuk mengeksploitasi korban dengan tujuan lain, misalnya eksploitasi kriminal dan radikalisasi.

 

Tanda-Tanda Anak Menjadi Korban Child Grooming

 

Child grooming mungkin akan sulit untuk dideteksi karena pelaku sering kali melakukan taktik tertentu dalam mengontrol korban secara halus dan tidak mencurigakan. Pelaku biasanya juga akan mendekati keluarganya untuk mendapatkan kepercayaannya. Dengan begitu, keluarga korban pun berpotensi lengah dalam mengenali perilaku pelaku tersebut.

 

Korban juga jarang mengadu bahwa ia merasa sedang di-grooming dan mencari pertolongan karena alasan berikut:

 

  • Tidak menyadari bahwa mereka sedang di-grooming, karena pelaku dianggap sebagai orang dekat dan terpercaya. 

  • Percaya bahwa mereka berada dalam hubungan yang penuh perhatian dan tulus, serta khawatir akan menghancurkan hubungan tersebut.

  • Takut dengan apa yang akan dilakukan pelaku jika mereka melaporkan perbuatan pelaku.

  • Korban tidak ingin membuat pelaku mendapat masalah.

  • Korban menyalahkan diri sendiri karena terlibat dalam hubungan tersebut.

  • Korban merasa malu atau khawatir untuk menceritakan apa yang terjadi pada mereka kepada keluarga atau orang lain.

 

Di samping itu, beberapa tanda yang umumnya ditunjukkan oleh anak-anak ketika menjadi korban child grooming adalah:

 

  • Perubahan perilaku secara mendadak. Anak mungkin menjadi lebih tertutup atau menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan usianya, seperti mengompol meskipun sudah remaja.

  • Lebih banyak keluar rumah hingga bolos sekolah.

  • Terlihat seperti menutupi sesuatu dan tidak bersedia untuk membicarakan aktivitas mereka.

  • Meningkatnya durasi penggunaan gadget.

  • Sering mendapatkan hadiah yang tidak bisa dijelaskan asal-usulnya.

  • Lebih banyak menghabiskan waktu bersama orang dewasa dan melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan teman-teman seusianya, seperti minum alkohol hingga menggunakan narkoba.

  • Memiliki hubungan atau pertemanan dengan orang yang jauh lebih tua.

  • Cenderung mengisolasi diri dari teman atau keluarga.

  • Penurunan prestasi di sekolah.

  • Menunjukkan perilaku seksual yang tidak pantas dan tidak sesuai dengan teman-teman seusianya.

  • Mengidap penyakit infeksi menular seksual.

  • Memiliki masalah kesehatan mental.

  • Sering terlihat murung atau menarik diri.

  • Menggunakan bahasa yang tidak sesuai usia.

 

Dampak Child Grooming

 

Child grooming pada dasarnya bisa memengaruhi kesehatan mental anak dalam jangka panjang. Dampak yang muncul cenderung beragam, tergantung pada keadaan korban secara keseluruhan. Namun, beberapa dampak dan bahaya child grooming yang perlu diwaspadai, di antaranya:

 

  • Trauma emosional hingga meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan mental, seperti depresi, post-traumatic stress disorder (PTSD), gangguan kecemasan, dan lain sebagainya.

  • Kesulitan untuk memercayai orang lain di masa depan.

  • Kesulitan dalam mempertahankan hubungan yang sehat dengan orang lain.

  • Gangguan perkembangan emosional dan sosial, seperti menunjukkan perilaku regresif, kehilangan minat terhadap aktivitas yang dulunya disukai, atau mengalami gangguan belajar.

  • Meningkatkan risiko penyalahgunaan NAPZA ketika beranjak dewasa.

  • Gangguan makan dan tidur.

  • Kesulitan konsentrasi di sekolah hingga penurunan prestasi.

  • Memiliki kecenderungan untuk melakukan isolasi sosial hingga keinginan bunuh diri.

 

Cara Mencegah Child Grooming

 

Pencegahan child grooming merupakan tanggung jawab orang tua, pendidik, serta orang dewasa di sekitar anak. Dalam hal ini, beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua agar anak tidak menjadi korban child grooming adalah sebagai berikut:

 

  • Mengenali tanda-tanda child grooming secara keseluruhan.

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat terkait apa itu perilaku child grooming, bahaya, dan tanda-tandanya.

  • Mengedukasi anak terkait hubungan yang sehat dengan orang lain dan menyadari tanda-tanda bahayanya, terutama yang sudah menjurus kepada child grooming.

  • Mengedukasi anak sejak dini dan secara terbuka. Misalnya, mengajarkan anak untuk mengatakan “tidak” kepada orang lain jika melakukan kontak fisik yang tidak nyaman atau tidak diinginkan.

  • Menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Pastikan anak merasa nyaman untuk berbicara mengenai pengalaman dan perasaan mereka kepada orang tua.

  • Memantau penggunaan internet pada anak.

  • Mengajarkan anak untuk membangun hubungan sehat dengan orang-orang di sekitar, termasuk teman sebaya serta orang dewasa yang bisa dipercaya.

 

Child grooming adalah tindakan yang bisa berdampak negatif pada kondisi psikis korban. Oleh karenanya, jika si kecil menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka telah menjadi korban child grooming, segera lakukan konseling dengan Psikiatri dari Siloam Hospitals guna memperoleh perawatan dan terapi yang tepat.

 

Ingin melakukan konsultasi dengan dokter dari rumah? Mudah saja, Anda bisa menggunakan layanan Telekonsultasi dari Siloam Hospitals. Untuk mengakses layanan tersebut, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam yang bisa diunduh secara gratis di smartphone Anda.

 

telechat (1)

 

message

ArticleDetail