Ibu dan Anak
Childfree: Pengertian, dan Pengaruhnya untuk Kesehatan

Table of Contents
Childfree adalah tren yang semakin populer di masyarakat saat ini, menandai pilihan pasangan menikah untuk tidak mempunyai anak. Istilah ini sering menjadi topik hangat dalam diskusi. Namun, pertanyaannya, apakah keputusan childfree berpengaruh pada kesehatan?
Untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana keputusan ini bisa mempengaruhi aspek kesehatan seseorang, mari kita sama-sama memahami lebih lanjut tentang istilah childfree secara mendalam di sini.
Apa itu Childfree?
Secara harfiah, arti childfree adalah kondisi ketika seseorang atau pasangan memutuskan untuk tidak memiliki keturunan. Sebenarnya, childfree bukanlah konsep baru. Bahkan, konsep childfree sudah banyak diterapkan di luar negeri, terutama negara maju. Bahkan, penduduk di negara maju seperti Jepang dan Jerman sudah banyak memilih untuk childfree.
Childfree adalah keputusan setiap orang yang sifatnya personal. Tentu saja, sebelum memutuskan hal tersebut, masing-masing pasangan sudah memikirkannya secara matang dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Pasangan yang memutuskan untuk childfree artinya sudah siap untuk tidak memiliki keturunan.
Perbedaan Childfree dan Childless
Selain childfree, terdapat pula istilah lain yaitu childless. Apa perbedaan keduanya? Childfree adalah keputusan yang cenderung dibuat dengan sengaja atau melalui pertimbangan penuh, sekalipun orang tersebut punya kesempatan untuk memiliki anak.
Sementara itu, childless adalah istilah yang mengacu pada kondisi ketika seseorang tidak bisa memiliki keturunan, biasanya karena kondisi fisik atau biologis. Sehingga, cenderung terjadi karena unsur keterpaksaan.
Alasan Seseorang Memilih Childfree
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, childfree adalah suatu keputusan pribadi dari seseorang. Yang mana, keputusan tersebut tentu dapat dipertanggungjawabkan. Ada beberapa alasan umum yang mendasari keputusan seseorang memilih childfree, di antaranya sebagai berikut.
1. Faktor Ekonomi
Salah satu alasan yang dapat mendasari keputusan childfree adalah faktor ekonomi atau finansial dalam keluarga. Pasalnya, mereka cenderung menilai bahwa biaya yang dibutuhkan untuk membesarkan anak tidaklah sedikit. Hal tersebut dapat memicu keraguan dalam diri karena merasa tidak memiliki biaya yang cukup untuk merawat anak.
2. Ingin Lebih Dekat dengan Pasangan
Alasan lain seseorang memilih childfree adalah karena ingin hidup berdua dengan pasangannya. Beberapa orang mungkin merasa khawatir jika kehadiran anggota baru di keluarganya dapat mengurangi waktunya untuk menghabiskan momen bersama pasangan.
Tipe pasangan yang seperti ini biasanya memiliki prinsip lebih kuat untuk menjaga keintiman serta berbagi cinta hanya dengan pasangannya saja. Mereka cenderung menikmati waktu berdua bersama meski tidak memiliki anak.
3. Faktor Kesehatan
Keputusan ini juga bisa didasari oleh masalah kesehatan. Bagi seseorang yang memiliki penyakit tertentu mungkin merasa khawatir tidak dapat membagi waktu untuk merawat dirinya sendiri dan anak. Jadi, menurutnya childfree adalah keputusan yang tepat.
4. Peristiwa Traumatis di Masa Lalu
Beberapa orang yang pernah mengalami trauma akibat peristiwa masa lalu juga bisa memengaruhi keputusannya untuk childfree, misalnya sejak kecil ia menerima perlakukan atau pola asuh yang kurang baik dari orang tuanya.
Sehingga, di masa depan, ia merasa takut tidak bisa menjadi orang tua yang baik dan membuat anaknya merasakan hal yang sama dengannya di masa lalu. Hal tersebut memunculkan keraguan untuk memiliki anak.
5. Keputusan Bersama
Umumnya, penerapan konsep childfree adalah keputusan bersama. Setiap pasangan pasti memiliki motivasi masing-masing dalam menjalankan rumah tangga. Artinya keputusan ini mungkin salah satu cara agar kehidupan mereka tetap bahagia.
Pengaruh Childfree bagi Kesehatan
Salah satu pertanyaan yang mungkin muncul di benak beberapa orang adalah, apakah tidak hamil atau melahirkan seumur hidup dapat memengaruhi kesehatan? Sebenarnya, belum ada penelitian yang melaporkan bahwa tidak hamil atau melahirkan seumur hidup dapat memicu munculnya penyakit atau kondisi medis tertentu.
Bahkan, di dalam dunia medis sendiri, terdapat metode sterilisasi yang tujuannya mencegah kehamilan secara permanen. Di mana, praktik tersebut cukup normal dan biasanya dilakukan pada pasien yang sudah memiliki keturunan di luar jumlah yang disarankan, atau bila kehamilan berikutnya membahayakan nyawa ibu.
Meski begitu, wanita yang sudah pernah hamil dan menyusui diketahui memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara, endometrium, dan ovarium dibandingkan wanita yang tidak pernah hamil.
Pasalnya, kehamilan dan menyusui berpengaruh pada siklus ovulasi. Selain itu, perubahan hormon estrogen dan progesteron selama hamil dan menyusui juga dipercaya turut andil dalam penurunan risiko kanker payudara dan endometrium.
Disebutkan pula bahwa penggunaan pil kontrasepsi, baik bagi wanita yang sudah memiliki anak atau belum, dapat menurunkan risiko kanker ovarium. Hal ini dikarenakan kehamilan maupun pil kontrasepsi dapat memengaruhi hormon estrogen dan progesteron yang secara tidak langsung dapat mengurangi jumlah siklus ovulasi selama hidup.
Namun di sisi lain, penggunaan alat kontrasepsi dalam bentuk pil atau alat lainnya yang memengaruhi organ reproduksi wanita dalam jangka panjang rupanya juga dapat memicu masalah kesehatan tertentu, seperti:
-
Efek kardiovaskular: Penggunaan kontrasepsi oral dapat meningkatkan risiko penyakit tromboemboli vena, stroke, dan serangan jantung. Risiko ini akan meningkat pada wanita yang memiliki kebiasaan merokok. Hal ini disebabkan oleh manipulasi kadar hormon estrogen dan progesteron tubuh.
-
Efek metabolik: Komponen progestin dari produk kontrasepsi berpotensi menurunkan kadar kolesterol baik. Selain itu, komponen estrogen dalam produk kontrasepsi juga dapat meningkatkan kolesterol jahat. Yang mana kedua hal tersebut berperan dalam sistem metabolisme tubuh.
-
Gangguan empedu: Penggunaan pil kontrasepsi dalam waktu yang lama diketahui dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami gangguan empedu.
-
Tumor: Kontrasepsi oral diketahui dapat meningkatkan risiko munculnya tumor jinak, yaitu neoplasma yang dapat menyebabkan perdarahan lambung.
-
Gangguan rahim dan organ reproduksi: Penggunaan IUD (intrauterine device) dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko munculnya radang panggul, perforasi (luka pada uterus), atau masalah pada saluran tuba.
Baik memiliki anak ataupun tidak, penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh secara rutin, mulai dari mammografi (deteksi dini kanker payudara), kolonoskopi (setiap 5–10 tahun sekali), pap smear, serta menjaga berat badan ideal.
Itulah penjelasan mengenai childfree dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan. Hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah mengetahui kondisi kesehatan masing-masing pasangan sebelum memutuskan untuk menikah.
Anda beserta pasangan dapat melakukan pemeriksaan kesehatan bersama menggunakan paket Medical Check Up Skrining Pranikah Advance Pria dan Skrining Pranikah Advance Wanita yang bisa Anda pesan melalui aplikasi MySiloam.
Gunakan fitur Telekonsultasi untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung secara virtual dengan dokter terkait. Atau unduh aplikasi MySiloam untuk dapat mengakses semua fitur kesehatan yang Anda butuhkan dengan mudah dan cepat. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Pranikah Basic (Pria)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
15 Service/Item
Rp3.500.000
TERPOPULER
Skrining Pranikah Basic (Wanita)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
18 Service/Item
Rp8.500.000
TERPOPULER
Skrining Pranikah Advance (Wanita)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
25 Service/Item
Rp11.000.000
TERPOPULER
Skrining Pranikah Advance (Pria)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
22 Service/Item
Rp8.500.000
TERPOPULER
Kunjungan Dokter Umum - Homecare
Kunjungan Dokter Umum
Rp650.000
TERPOPULER
Kunjungan Dokter Umum dan Perawat - Homecare
Kunjungan Dokter Umum
Rp1.100.000







