Kesehatan Tubuh
Chyluria - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Chyluria adalah kondisi langka yang ditandai dengan adanya chyle atau cairan limfatik di dalam urine. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi parasit atau nonparasit. Terkadang, chyluria dapat sembuh dengan sendirinya, namun pada beberapa kasus juga memerlukan pengobatan. Lantas, apa penyebab chyluria? Mari simak informasi selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Chyluria?
Chyluria adalah kondisi di mana urine seseorang mengandung chyle. Kondisi ini terjadi ketika cairan limfatik atau yang disebut dengan chyle bocor ke dalam ginjal dan mengubah warna urine menjadi putih seperti susu. Sebagai informasi tambahan, chyle adalah cairan dari kelenjar getah bening yang berwarna putih karena adanya campuran lemak dari usus.
Selain lemak, chyle juga mengandung campuran fibrin (benang-benang halus yang berfungsi membantu trombosit memperkuat sumbatan untuk menutup luka) dan albumin (protein pada plasma darah).
Kondisi ini termasuk dalam kelompok gangguan aliran limfatik. Kelompok penyakit ini ditandai dengan sirkulasi cairan getah bening yang tidak normal. Padahal, cairan tersebut memainkan peran penting dalam fungsi kekebalan tubuh serta pengangkutan lemak dan protein.
Normalnya, pembuluh getah bening akan mengirimkan chyle (cairan getah bening dan lemak) ke aliran darah. Kemudian, aliran darah akan mengangkutnya ke seluruh area tubuh. Bila pembuluh getah bening tidak berfungsi dengan baik, chyle tidak akan mencapai aliran darah atau bocor ke tempat lain, misalnya ginjal.
Chyluria akibat infeksi parasit lebih sering terjadi pada orang yang tinggal di Amerika Selatan, Afrika Sub-Sahara, dan Asia Tenggara, terutama India. Penyakit ini biasanya terjadi pada orang berusia antara 20–40 tahun, namun siapapun bisa terkena chyluria.
Penyebab Chyluria
Urine berwarna putih susu menandakan bahwa chyle telah bocor ke dalam ginjal. Hal ini membuat chyle bercampur dengan urine sehingga urine berwarna putih susu saat dikeluarkan. Kondisi ini bisa dipicu oleh penyebab parasit (filariasis) maupun nonparasit. Berikut masing-masing penjelasannya.
Parasit penyebab chyluria:
-
Infeksi cacing gelang Wuchereria bancrofti (penyebab utama chyluria akibat parasit).
-
Taenia echinococcus.
-
Taenia nana.
-
Ancylostoma duodenale yang menyebabkan ankylostomiasis.
-
Trichinella yang menyebabkan trichinosis.
Penyebab nonparasit chyluria:
-
Cedera pada perut.
-
Pembedahan, seperti nefroktomi parsial dan operasi skoliosis.
-
Infeksi.
-
Pembengkakan kelenjar getah bening di perut.
-
Abses.
-
Lymphangioma di dalam kandung kemih atau ginjal.
-
Stenosis (penyempitan) saluran toraks.
Gejala Chyluria
Chyluria adalah kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Gejala utama chyluria adalah warna urine yang berubah menjadi putih susu saat dikeluarkan. Adapun sejumlah gejala lain yang menyertai adalah sebagai berikut:
-
Nyeri saat buang air kecil (disuria).
-
Sering buang air kecil.
-
Urine berdarah (hematuria).
-
Nyeri pada punggung bagian bawah.
-
Penurunan berat badan.
-
Pada anak-anak terjadi pertumbuhan di bawah rata-rata anak seusianya.
-
Kelelahan setiap saat.
-
Pembengkakan pada lengan dan kaki (peripheral edema).
Diagnosis Chyluria
Dalam proses penegakan diagnosis chyluria, dokter akan terlebih dahulu menanyakan tentang gejala yang dirasakan pasien beserta riwayat kesehatannya. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien. Kemudian, dokter akan melakukan tes penunjang untuk membantu mengonfirmasi diagnosis chyluria. Pemeriksaan tersebut, di antaranya:
-
Tes urine (urinalisis).
-
Tes pencitraan, seperti CT scan, MRI, lymphangiogram (rontgen khusus pada kelenjar dan pembuluh getah bening), X-ray, atau USG.
-
Tes trigliserida. Pada kasus chyluria yang ringan, terkadang urine tidak berwarna putih susu. Namun, adanya trigliserida dalam urine dapat membantu mengonfirmasi kondisi ini.
-
Laparoskopi, digunakan untuk menentukan sumber kebocoran cairan limfatik.
Cara Mengobati Chyluria
Pengobatan chyluria akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Dokter dapat melakukan metode pendekatan konservatif, perawatan invasif minimal, atau perawatan invasif. Namun, sebagian besar penderita chyluria telah memberikan respons positif terhadap pendekatan konservatif.
A. Pendekatan Konservatif
Dalam metode pendekatan konservatif, dokter akan menyarankan pasien untuk memperbanyak waktu istirahat, meningkatkan asupan cairan, dan diet yang ketat. Selama diet, pasien disarankan mengonsumsi makanan rendah lemak dan tinggi protein untuk menekan produksi chyle dalam tubuh, seperti susu rendah lemak, ikan, tahu, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
Dokter biasanya juga merekomendasikan nutrisi parenteral (memberikan nutrisi dengan melewati sistem pencernaan). Prosedur ini bertujuan untuk memberikan kebutuhan kalori dan nutrisi pasien melalui cairan intravena (IV). Obat-obatan mungkin juga bisa membantu selama perawatan ini dilakukan. Hampir sekitar 70% kasus chyluria berespons baik pada terapi ini.
B. Perawatan Minimal Invasif dan Invasif
Apabila pasien tidak memberikan respons positif terhadap pengobatan konservatif, dokter akan merekomendasikan skleroterapi sebagai pilihan perawatan minimal invasif. Skleroterapi dilakukan dengan menyuntikkan larutan khusus (sklerosan) ke dalam ginjal.
Beberapa larutan yang biasa digunakan adalah povidone iodine, sodium iodide, pottasium bromide, dan lain-lain. Jika pasien tetap tidak merespons pengobatan konservatif dan minimal invasif secara positif, pilihan pengobatan terakhir adalah perawatan invasif, seperti operasi.
Pencegahan Chyluria
Parasit yang menyebabkan chyluria dapat menyebar melalui gigitan nyamuk. Jadi, untuk mencegah hal ini, cobalah mengenakan baju dan celana panjang, tidur di bawah kelambu atau di ruangan ber-AC, menggunakan obat nyamuk, serta meminum obat yang bisa membunuh cacing mikroskopis.
Meski sebagian besar kasus chyluria bisa sembuh dengan sendirinya, namun Anda tetap dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter bila mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada chyluria. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan diagnosis serta penanganan tepat dari dokter.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat jika mengalami beberapa keluhan yang mengarah ke kondisi tersebut. Anda dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Complete Urinalysis (Chem & Sed) / Urine Lengkap
Infeksi, Skrining Ginjal, Urin
1 Service/Item
Rp76.500
TERPOPULER
Routine Test / Urine Rutin (Protein, Glukosa, Sedimen)
Infeksi, Skrining Ginjal, Urin
1 Service/Item
Rp63.000
TERPOPULER
Trigliserida
Darah, Kolesterol
1 Service/Item
Rp60.300
Creatinine Urine / Urin Kreatinin
1 Service/Item
Rp72.000
Ureum Urine
1 Service/Item
Rp70.200







