Kesehatan Tubuh
Apa itu Ensefalopati? Ini Penyebab, Gejala, & Penanganannya

Table of Contents
Encephalopathy atau ensefalopati adalah istilah dari kelompok penyakit yang memengaruhi struktur dan fungsi otak. Ensefalopati adalah kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, koma, hingga kematian.
Mari simak ulasan lengkap mengenai penyebab, gejala, diagnosis, serta pengobatan ensefalopati di bawah ini.
Apa itu Ensefalopati?
Encephalopathy atau ensefalopati adalah istilah medis untuk menggambarkan kelompok penyakit yang menyebabkan kerusakan atau malfungsi otak. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti kelainan genetik, infeksi, ataupun penyakit neurodegeneratif (akibat proses penuaan di otak). Kondisi ini dapat bersifat sementara maupun permanen.
Kebanyakan kasus ensefalopati memang tak bisa disembuhkan. Namun, penanganan medis tetap diperlukan untuk mengendalikan gejala serta menghindari risiko komplikasi, seperti koma atau bahkan kematian.
Penyebab Ensefalopati
Berdasarkan penyebab yang mendasarinya, ensefalopati dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, di antaranya adalah:
1. Ensefalopati Traumatik Kronis (Chronic Traumatic Encephalopathy/CTE)
Ensefalopati traumatik kronis atau chronic traumatic encephalopathy (CTE) merupakan gangguan fungsi otak karena trauma akibat pukulan benda tumpul atau benturan berulang pada kepala. Ensefalopati traumatik kronis dapat menyebabkan perdarahan hebat hingga penurunan kesadaran.
2. Ensefalopati Hepatik
Ensefalopati hepatik adalah kerusakan struktur atau fungsi otak yang disebabkan oleh penumpukan zat beracun pada organ hati yang tidak berfungsi dengan baik dalam membuang racun sehingga pada akhirnya zat racun tersebut menyebar melalui aliran darah dan akhirnya mencapai otak.
Ensefalopati hepatik dapat disebabkan oleh overdosis obat, perdarahan pada saluran pencernaan, ataupun penyakit liver kronis, seperti sirosis hati dan hepatitis.
3. Ensefalopati Hashimoto
Ensefalopati Hashimoto adalah jenis ensefalopati yang jarang terjadi. Kondisi ini berkaitan dengan penyakit autoimun yang dikenal dengan tiroiditis Hashimoto. Ensefalopati Hashimoto dapat menghambat kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid sehingga dapat menyebabkan hipotiroidisme.
Pada penyakit tiroiditis Hashimoto, terdapat sistem imun tubuh yang secara keliru menyerang kelenjar tiroid. Kedua kondisi ini dianggap memengaruhi kerja otak dan sistem saraf walau hubungan kedua mekanisme tersebut masih belum dapat dipastikan.
4. Ensefalopati Glisin
Ensefalopati glisin adalah kelainan genetik yang menyebabkan kadar glisin (asam amino) di otak terlalu tinggi. Umumnya, gejala ensefalopati glisin dapat dilihat sesaat setelah bayi baru lahir.
5. Wernicke Encephalopathy
Wernicke encephalopathy adalah malfungsi otak yang terjadi akibat kekurangan vitamin B1 (tiamin). Kondisi yang sering kali menyebabkan defisiensi vitamin B1 dan memicu Wernicke encephalopathy adalah malnutrisi dan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dalam jangka waktu lama.
Jika Wernicke encephalopathy tidak segera ditangani, maka kondisi ini dapat berkembang menjadi Wernicke-Korsakoff syndrome.
6. Ensefalopati Hipertensi
Jenis ensefalopati ini dapat terjadi akibat hipertensi yang dibiarkan dan tidak ditangani dengan tepat dalam jangka waktu lama. Sehingga, kondisi tersebut akhirnya dapat memicu terjadinya pembengkakan dan kerusakan pada otak.
7. Ensefalopati Iskemik Hipoksik
Ensefalopati iskemik hipoksik adalah kerusakan otak yang terjadi karena kurangnya pasokan oksigen ke otak. Jika dibiarkan, kondisi ini berisiko menyebabkan kerusakan atau disfungsi otak permanen.
8. Ensefalopati Toksik Metabolik
Ensefalopati toksik metabolik merupakan jenis ensefalopati yang disebabkan oleh infeksi, paparan racun, ataupun kegagalan organ tubuh tertentu. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang berisiko memengaruhi fungsi otak. Jenis ensefalopati ini biasanya dapat sembuh jika penyebab yang mendasarinya telah diobati.
9. Ensefalopati Uremikum
Ensefalopati uremikum adalah kerusakan otak yang terjadi akibat komplikasi gagal ginjal. Komplikasi gagal ginjal ini menyebabkan kadar urea di dalam darah terlalu tinggi (uremia) yang dapat memengaruhi struktur dan fungsi otak.
Gejala Ensefalopati
Gejala ensefalopati cenderung beragam sesuai dengan tingkat keparahan dan penyebab yang mendasarinya. Namun, sejumlah gejala umum dari ensefalopati adalah sebagai berikut:
- Kejang.
- Tremor.
- Linglung.
- Penurunan daya ingat.
- Kesulitan menelan.
- Kesulitan untuk memusatkan fokus atau berkonsentrasi.
- Gangguan berbicara.
- Lemas.
- Mudah mengantuk.
- Mata bergerak secara tidak terkendali.
- Lemah otot pada salah satu bagian tubuh.
Komplikasi Ensefalopati
Ensefalopati yang tidak ditangani dengan tepat dan segera dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, seperti:
- Kerusakan otak permanen.
- Gangguan memori.
- Perubahan perilaku.
- Gangguan bicara.
- Koma.
- Lumpuh.
- Kematian.
Diagnosis Ensefalopati
Dokter dapat melakukan beberapa prosedur pemeriksaan untuk mendiagnosis ensefalopati, di antaranya:
- Anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui riwayat penyakit, riwayat keluarga dengan kondisi medis tertentu, serta keluhan pasien.
- Pemeriksaan fisik.
- Tes darah untuk mendeteksi infeksi bakteri atau virus, kadar elektrolit, kadar zat racun, gangguan hati, dan gangguan ginjal.
- Pungsi lumbal, yaitu pemeriksaan penunjang yang dilakukan dengan mengambil sampel cairan dari sumsum tulang belakang dan otak (serebrospinal) untuk memeriksa infeksi, perdarahan, tumor, dan kanker di sekitar otak.
- Teknik pencitraan, seperti CT Scan dan MRI untuk memeriksa kondisi otak.
- Electroencephalogram (EEG) untuk memeriksa aktivitas listrik otak.
Pengobatan Ensefalopati
Pengobatan ensefalopati dapat disesuaikan dengan gejala serta penyebab yang mendasarinya. Tindakan medis yang umum dilakukan untuk menangani ensefalopati adalah sebagai berikut:
- Pemberian obat-obatan, seperti antibiotik (untuk menangani ensefalopati yang disebabkan oleh infeksi bakteri) atau terapi insulin (jika ensefalopati disebabkan kadar gula darah tinggi/hiperglikemia).
- Pemberian suplemen nutrisi khusus untuk menghambat kerusakan pada otak.
- Hemodialisis atau transplantasi ginjal jika ensefalopati disebabkan oleh kerusakan fungsi ginjal.
- Tindakan operasi.
- Dan lain-lain.
Pencegahan Ensefalopati
Ensefalopati adalah kondisi yang dapat dicegah dengan menghindari berbagai faktor risikonya. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko ensefalopati adalah sebagai berikut:
- Membatasi konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
- Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
- Tidak merokok.
- Menghindari paparan zat beracun.
- Menggunakan alat pelindung diri, seperti pelindung kepala atau sabuk pengaman saat berkendara untuk menghindari risiko cedera kepala.
- Menjaga berat badan ideal.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Ensefalopati adalah kondisi yang perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi yang dapat mengancam nyawa. Maka dari itu, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat apabila Anda memiliki keluhan tidak biasa yang terkait dengan fungsi otak. Bersama Siloam Hospitals, penanganan akan dilakukan oleh dokter spesialis yang sudah berpengalaman sehingga dapat memberikan hasil diagnosis dan tindakan medis yang tepat dan sesuai kondisi tubuh.
Jadwalkan terlebih dahulu pertemuan Anda dengan dokter Siloam Hospitals menggunakan fitur Cari Dokter. Atau, manfaatkan pula aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda dalam mengakses semua layanan kesehatan. Download MySiloam sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







