Mengenal Hematokrit dan Kadar Normal yang Perlu Diperhatikan
Kesehatan Tubuh

Mengenal Hematokrit dan Kadar Normal yang Perlu Diperhatikan

03 November 2025 4 menit waktu baca
mengenal hematokrit & kadar normalnya

Hematokrit adalah salah satu parameter penting dalam dunia medis yang digunakan untuk mengukur persentase volume sel darah merah dalam darah pasien. Dalam tes darah lengkap, umumnya dokter akan memeriksa kadar hematokrit untuk mengetahui kondisi medis pasien serta menentukan perawatan yang tepat.

 

Untuk memahami lebih dalam tentang hematokrit mulai dari apa itu hematokrit, kadar normalnya, serta waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan, silakan simak artikel berikut hingga tuntas.

 

Apa itu Hematokrit?

 

Dalam tubuh manusia, terdapat tiga komponen sel darah yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit (keping darah/platelet). Sedangkan hematokrit adalah perbandingan jumlah sel darah merah dengan volume darah dalam tubuh seseorang.

 

Sel darah merah memiliki peran sebagai pembawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Sehingga, kadarnya harus berada di rentang normal agar berbagai fungsi tubuh dapat berjalan dengan normal.

 

Dokter biasanya akan melakukan tes darah untuk mengetahui apakah kadar hematokrit pasien berada dalam jumlah yang normal.

 

Kadar Hematokrit Normal

 

Kadar hematokrit yang tidak normal akan menimbulkan berbagai masalah pada tubuh. Sehingga, perlu dipastikan apakah seseorang sudah memiliki kadar hematokrit yang normal melalui pemeriksaan darah lengkap atau complete blood count (CBC). 

 

Kadar hematokrit adalah parameter yang dinyatakan dalam persen. Sebagai contoh, jika kadar hematokrit adalah 46%, artinya terdapat 46 mililiter sel darah merah dalam setiap 100 mililiter darah.

 

Setiap individu memiliki rentang nilai hematokrit normal yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, dan standar normal yang digunakan di laboratorium tertentu.

 

Namun, berdasarkan usia dan jenis kelamin, kadar normal hematokrit adalah sebagai berikut:

 

  • New born atau bayi baru lahir: 55–66%
  • Bayi berusia 1 minggu: 47–65%
  • Bayi usia 1 bulan: 37–49%
  • Bayi usia 3 bulan: 30–36%
  • Anak usia 1 tahun: 29–41%
  • Anak usia 10 tahun: 36–40%
  • Laki-laki dewasa: 42–54%
  • Perempuan dewasa: 38–46%

 

Dengan melakukan pemeriksaan hematokrit, dokter dapat mendiagnosis kondisi medis pasien. Tak hanya itu, tes hematokrit juga dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana tubuh pasien dapat merespons pengobatan yang telah atau akan diberikan.

 

Kadar Hematokrit Tinggi

 

Kadar hematokrit tinggi yang melebihi batas normal, misalnya pria dewasa memiliki kadar 60%, menandakan adanya kondisi medis yang perlu diperhatikan. Tingginya kadar hematokrit dapat disebabkan oleh kondisi-kondisi berikut:

 

  • Dehidrasi: Ketika tubuh kehilangan cairan secara berlebihan, misalnya melalui keringat, muntah, atau diare, hal ini dapat menyebabkan peningkatan kadar hematokrit. Dehidrasi terjadi karena komposisi plasma darah berkurang sehingga menyebabkan konsentrasi sel darah merah meningkat. Keadaan serupa dapat terjadi pada kondisi hipovolemia yakni saat volume cairan tubuh berkurang akibat dehidrasi maupun perdarahan. 
  • Polisitemia vera: Ini adalah gangguan atau penyakit kelainan darah yang ditandai dengan produksi sel darah merah yang berlebihan dari sumsum tulang. Polisitemia vera dapat menyebabkan terjadinya pengentalan darah, meningkatkan risiko pembekuan darah, dan komplikasi lainnya.
  • Demam berdarah: Pada demam berdarah, terjadi kebocoran komponen plasma darah ke dalam organ tubuh sehingga konsentrasi sel darah merah semakin meningkat dan terjadi peningkatan hematokrit.
  • Penyakit paru-paru atau jantung: Beberapa kondisi paru-paru atau jantung seperti gagal jantung dan terbentuknya jaringan parut atau penebalan paru-paru dapat memengaruhi kemampuan darah dalam membawa oksigen, sehingga tubuh bereaksi dengan memproduksi lebih banyak sel darah merah.

 

Perlu dicatat bahwa tingginya kadar hematokrit tidak dapat memberikan diagnosis yang pasti, melainkan hanya menjadi indikasi untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut. Tes tambahan dan evaluasi medis diperlukan untuk menentukan penyebab mendasar dan pengobatan yang sesuai untuk pasien.

 

Kadar Hematokrit Rendah

 

Kadar hematokrit yang rendah umumnya dialami pada penderita anemia. Adapun beberapa kondisi lainnya yang menyebabkan rendahnya kadar hematokrit adalah sebagai berikut:

 

  • Leukemia: Pada kondisi ini, sel-sel darah putih yang berlebihan di sumsum tulang pada penyakit leukemia dapat menggantikan sel darah merah. Sehingga terjadi penurunan jumlah sel darah merah dan kadar hematokrit menjadi rendah.
  • Hiponatremia: Hiponatremia adalah kondisi di mana terdapat kelebihan cairan dalam tubuh, sehingga menyebabkan pengenceran darah. Pengenceran ini dapat mengakibatkan kadar hematokrit menjadi rendah.
  • Anemia hemolitik: Anemia hemolitik terjadi ketika sel darah merah mengalami kerusakan atau penghancuran. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah.
  • Penyakit ginjal kronik: Kadar hematokrit yang rendah dapat menjadi tanda anemia yang merupakan komplikasi umum dari penyakit ginjal kronik. Fungsi ginjal yang terganggu dapat menyebabkan penurunan produksi sel darah merah.
  • Penyakit tiroid: Hormon tiroid berperan dalam mendukung produksi sel darah merah. Ketidakseimbangan hormon atau disfungsi pada kelenjar tiroid dapat mengakibatkan penurunan produksi sel darah merah.

 

Kapan Perlu Dilakukan Pemeriksaan Hematokrit?

 

Pemeriksaan hematokrit adalah salah satu bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin yang dilakukan oleh dokter untuk mengevaluasi kondisi kesehatan pasien secara umum. Selain itu, terdapat beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan hematokrit seperti:

 

  • Ketika mengalami gejala anemia: Jika pasien mengalami gejala anemia seperti tubuh lemas secara berlebihan, sesak napas, pusing, pucat, atau denyut jantung yang cepat, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan hematokrit untuk mengetahui kadar sel darah merah pasien.
  • Pemantauan penyakit: Jika pasien telah didiagnosis dengan kondisi medis tertentu seperti anemia, penyakit ginjal, penyakit hati, atau penyakit lainnya yang dapat memengaruhi kadar hematokrit, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan hematokrit secara berkala untuk memantau respons terhadap pengobatan dan perkembangan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
  • Sebelum dan setelah tindakan medis: Pemeriksaan hematokrit juga dapat dilakukan sebelum dan setelah dilakukannya tindakan medis tertentu seperti transfusi darah, operasi, atau pemberian terapi tertentu untuk memantau perubahan komposisi sel darah merah.

 

Hematokrit adalah parameter dunia medis untuk mengukur jumlah sel darah merah dalam tubuh seseorang. Bila Anda mengalami beberapa hal yang mirip dengan gejala di atas seperti hematokrit tinggi maupun rendah, disarankan untuk melakukan pemeriksaan Medical Check Up di Siloam Hospitals terdekat supaya mendapatkan hasil yang akurat. 

 

Selain itu, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk memudahkan melihat jadwal praktik dokter serta janji temu dengan dokter terkait secara online tanpa berlama-lama menunggu antrean di rumah sakit.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-anik-widajati-mkes-spmk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anik Widajati, M.Kes, SpMK

Laboratorium Medis

Spesialis Mikrobiologi Klinik


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tri-nugraheni-sppa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tri Nugraheni, SpPA

Laboratorium Medis

Spesialis Patalogi Anatomik


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ida-rahayu-sppa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ida Rahayu, SpPA

Laboratorium Medis

Spesialis Patalogi Anatomik


Siloam Hospitals Surabaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail