Hidradenitis Suppurativa - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
Kesehatan Tubuh

Hidradenitis Suppurativa - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

15 Oktober 2025 5 menit waktu baca
hidradenitis suppurativa adalah

Hidradenitis suppurativa adalah kondisi kulit kronis yang ditandai oleh peradangan pada folikel rambut di area tertentu, seperti ketiak, pangkal paha, dan lipatan tubuh lainnya. Hidradenitis Suppurativa (HS) sering kali memunculkan benjolan, bisul, dan abses yang dapat menyebabkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan.

 

Mari pahami apa itu hidradenitis suppurativa, termasuk penyebab, gejala, hingga pengobatannya melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Hidradenitis Suppurativa?

 

Hidradenitis suppurativa adalah suatu kondisi kronis yang melibatkan kulit, khususnya folikel rambut dan kelenjar keringat. Penyakit ini ditandai oleh munculnya benjolan-benjolan kecil pada kulit yang sekilas tampak seperti jerawat.

 

Secara umum, benjolan-benjolan ini menyebar dan muncul di daerah-daerah tertentu dari tubuh, seperti ketiak, lipatan paha, dan pada wanita sering kali di bawah payudara. Dalam beberapa kasus, benjolan-benjolan ini bisa tumbuh di lapisan kulit yang lebih dalam dan menyebabkan rasa ketidaknyamanan atau bahkan nyeri.

 

Benjolan-benjolan tersebut juga berisiko pecah, melepaskan nanah, dan mengakibatkan infeksi atau peradangan pada kulit.

 

Penyebab Hidradenitis Suppurativa

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab hidradenitis suppurativa. Namun, terdapat kemungkinan bahwa penyebab hidradenitis suppurativa adalah pori-pori kulit yang tersumbat. Ketika keringat dan kotoran masuk dan menumpuk dalam pori-pori, kondisi tersebut dapat menyebabkan folikel rambut membengkak, pecah, bahkan mengalami infeksi.

 

Terjadinya hidradenitis suppurativa juga diyakini berkaitan dengan sejumlah faktor lainnya, seperti:

 

  • Infeksi bakteri sekunder.

  • Konsumsi obat-obatan tertentu.

  • Gesekan berulang antara kulit dengan pakaian.

  • Peradangan yang mengakibatkan dinding akar rambut pecah.

 

Faktor Risiko Hidradenitis Suppurativa

 

Adapun beberapa faktor yang disinyalir dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hidradenitis suppurativa adalah:

 

 

Gejala Hidradenitis Suppurativa

 

Hidradenitis suppurativa adalah kondisi kulit kronis yang gejalanya dapat bervariasi di setiap penderitanya. Tingkat keparahan gejalanya juga dapat berkisar dari ringan hingga parah, dan dalam beberapa kasus, gejala dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan memburuk seiring waktu.

 

Sementara itu, hidradenitis suppurativa umumnya terjadi di area kulit yang memiliki akar rambut dan kelenjar keringat serta area yang sering mengalami gesekan, seperti ketiak, lipat paha, paha bagian dalam, tengkuk leher, lipatan payudara, lipatan perut, belakang telinga, atau area sekitar dubur.

 

Secara umum, beberapa gejala atau tanda yang dapat ditemukan pada penderita hidradenitis suppurativa adalah:

 

  • Benjolan seperti jerawat yang muncul di area yang sebelumnya tidak pernah mengalami jerawat.

  • Komedo dengan jumlah lebih dari satu.

  • Benjolan berisi abses yang terasa nyeri dan dapat bertambah banyak dalam hitungan minggu atau bulan.

  • Benjolan yang berkembang hingga pecah dan mengeluarkan nanah yang berbau.

  • Bekas luka yang sulit sembuh dan dapat berubah menjadi jaringan parut (keloid) di kulit.

 

Diagnosis Hidradenitis Suppurativa

 

Proses diagnosis hidradenitis suppurativa melibatkan evaluasi gejala, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Selanjutnya, tingkat keparahan kondisi ini dapat ditentukan dengan menggunakan skala Stadium Hurley, yaitu:

 

  • Stadium 1: Abses muncul di satu atau beberapa area, tetapi berdiri sendiri (soliter) atau terpisah satu dengan yang lainnya tanpa membentuk jaringan parut atau saluran sinus.

  • Stadium 2: Abses muncul di satu atau beberapa area dan mulai terbentuk saluran sinus.

  • Stadium 3: Abses muncul di beberapa area dan terhubung oleh saluran sinus.

 

Apabila benjolan disertai nanah, dokter mungkin akan melakukan biopsi untuk memeriksa sampel nanah, sehingga dapat mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi. Mengingat infeksi kulit juga sering terjadi pada penderita penyakit diabetes, dokter juga dapat merekomendasikan tes kadar gula darah untuk mengevaluasi apakah pasien memiliki diabetes. 

 

Komplikasi Hidradenitis Suppurativa

 

Jika tidak segera ditangani, beberapa komplikasi yang mungkin dialami oleh penderita hidradenitis suppurativa adalah:

 

  • Infeksi di sekitar area kulit yang terpengaruh.

  • Peningkatan risiko kanker kulit.

  • Nyeri pada sendi dan peradangan sendi.

  • Masalah psikologis, seperti depresi dan isolasi sosial.

  • Terbentuknya jaringan parut di kulit yang terdampak.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di kaki, lengan, atau area kelamin.

  • Pembentukan fistula pada bagian tubuh lain, seperti kandung kemih dan usus.

  • Rasa nyeri dan pembatasan gerak tubuh, terutama di sekitar area yang terkena.

 

Penanganan Hidradenitis Suppurativa

 

Meski belum ada pengobatan hidradenitis suppurativa yang dapat menyembuhkan secara total, ada beberapa langkah mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi keparahan gejala dan mencegah kondisi menjadi lebih buruk, antara lain:

 

  • Mempertahankan berat badan ideal.

  • Mandi air hangat.

  • Menghindari memakai pakaian yang ketat.

  • Rutin membersihkan area benjolan dengan sabun antibakteri.

  • Berhenti merokok.

  • Tidak mencukur rambut di area sekitar benjolan.

  • Menghindari paparan udara panas dan lembap yang dapat memperburuk kondisi.

  • Menjaga kesehatan kulit dengan mandi teratur, cukup minum air, hati-hati dalam menggunakan produk kecantikan, dan rutin mengganti baju jika berkeringat atau setelah kembali dari beraktivitas di luar.

 

Selain itu, tersedia juga pengobatan medis yang bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah terjadinya komplikasi. Adapun pilihan penanganan medis yang dapat dipertimbangkan oleh penderita hidradenitis suppurativa adalah:

 

A. Nonbedah

 

Dokter dapat meresepkan obat-obatan tertentu untuk membantu mengurangi gejala HS, seperti:

 

  • Obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.

  • Retinoid, seperti isotretinoin, untuk membuka pori-pori kulit yang tersumbat.

  • Kortikosteroid, seperti prednisone, untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan.

  • Antibiotik oles, seperti clindamycin dan gentamicin, untuk kasus HS yang ringan.

  • Antiseptik dengan kandungan chlorhexidine untuk menghentikan pertumbuhan bakteri.

  • Obat penekan sistem imun, seperti infliximab atau adalimumab, jika pengobatan lain tidak berhasil.

 

B. Bedah

 

Jika pengobatan nonbedah tidak efektif dalam mengurangi gejala atau mencegah kekambuhan hidradenitis suppurativa, maka dokter mungkin akan merekomendasikan pasien untuk menjalani operasi untuk mengatasi benjolan-benjolan yang muncul pada permukaan kulit. Prosedur bedah tersebut dapat meliputi:

 

  • Insisi dan drainase abses untuk menghilangkan nanah.

  • Operasi pengangkatan kulit untuk membuang bagian kulit atau jaringan yang terdapat benjolan.

  • Operasi cangkok kulit dengan mengambil kulit sehat dari bagian tubuh lain untuk dipindahkan ke area kulit yang diangkat.

  • Terapi laser karbondioksida untuk menghilangkan benjolan dan luka pada kulit.

 

Setiap pengobatan HS memiliki risikonya masing-masing, sehingga penderita disarankan untuk memeriksakan diri secara rutin ke dokter. Apabila Anda mengalami keluhan lain seputar benjolan di kulit, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter agar memperoleh penanganan yang tepat sesuai dengan diagnosis. 

 

Jika ingin membuat janji temu, Anda bisa menggunakan fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam. Anda pun dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail