Kesehatan Tubuh
Bengkak di Lengan dan Kaki? Bisa Jadi Tanda Hipervolemia

Table of Contents
Hipervolemia adalah kondisi ketika tubuh memiliki terlalu banyak cairan. Umumnya, hipervolemia mengindikasikan adanya kondisi medis tertentu. Apabila kondisinya tergolong ringan, kondisi ini mungkin bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, kondisi ini memerlukan penanganan medis yang tepat agar kondisinya tidak kambuh. Mari simak pembahasan tentang hipervolemia selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Hipervolemia?
Hipervolemia adalah kelebihan cairan dalam tubuh yang menyebabkan ketidakseimbangan cairan. Meskipun tubuh membutuhkan cairan yang cukup banyak untuk tetap bekerja sebagaimana mestinya, kadar cairan yang terlalu banyak justru dapat membahayakan kesehatan.
Tubuh manusia terdiri dari 50–60% cairan yang termasuk air, darah, dan cairan limfatik. Cairan ini menjaga organ-organ di dalam tubuh tetap berfungsi, utamanya dengan mengalirkan darah melalui sistem peredaran darah. Cairan yang berlebihan dalam tubuh dapat berdampak negatif pada fungsi organ dan berisiko menyebabkan pembengkakan, tekanan darah tinggi (hipertensi), hingga masalah jantung.
Seseorang yang mengalami hipervolemia bisa merasakan ketidaknyamanan yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari, seperti pembengkakan pada pergelangan kaki. Jika pembengkakan ringan, penderita dapat memakai stoking kompresi dan berbaring dengan meletakkan pergelangan kaki yang bengkak di atas bantal agar posisinya lebih tinggi dari dada. Namun, jika gejala semakin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.
Penyebab Hipervolemia
Hipervolemia umumnya terjadi akibat asupan garam atau natrium yang berlebihan. Ketika kadar natrium meningkat, tubuh menahan lebih banyak air untuk menjaga keseimbangan, yang dapat menyebabkan rasa haus setelah mengonsumsi makanan asin dalam jumlah besar.
Selain dari makanan, natrium juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui cairan infus (intravena/IV). Cairan IV sering digunakan untuk mengatasi dehidrasi atau kondisi medis tertentu, karena mengandung garam dan air yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Namun, pemberian cairan infus dalam jumlah berlebihan, terutama pada pasien dengan kondisi medis tertentu, dapat memicu hipervolemia.
Selain kadar natrium yang terlalu banyak, beberapa kondisi medis berikut dapat memengaruhi cara tubuh dalam mengelola cairan dan menyebabkan hipervolemia:
-
Gagal ginjal yang sering kali disebabkan oleh diabetes dan gangguan metabolik lainnya.
-
Gagal jantung, utamanya di bagian ventrikel kanan.
-
Sirosis hati yang sering kali disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan atau hepatitis.
-
Sindrom nefrotik, yaitu gangguan pada sistem filter ginjal yang menyebabkan keluarnya protein berlebih dalam urin. Hal ini membuat cairan dalam tubuh menjadi tidak seimbang karena protein untuk menyeimbangkannya tersebut terbuang dalam urin.
Selain kondisi medis di atas, hipervolemia juga dapat dipicu oleh perubahan hormon selama fase menstruasi (premenstrual edema) atau kehamilan. Pada periode ini, tubuh cenderung menahan lebih banyak natrium dan air. Ibu hamil sering mengalami pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki akibat tekanan rahim terhadap pembuluh darah di bagian bawah tubuh, yang menghambat pergerakan cairan dalam sistem peredaran darah.
Gejala Hipervolemia
Tergantung pada tingkat keparahannya, hipervolemia menunjukkan gejala-gejala yang berbeda pada setiap orang. Beberapa di antaranya adalah:
-
Pembengkakan (edema), sering kali terjadi pada lengan dan kaki.
-
Perut kembung.
-
Kram.
-
Sakit kepala.
-
Berat badan bertambah cepat akibat terlalu banyak cairan dalam tubuh.
-
Sesak napas karena terlalu banyak cairan yang masuk ke dalam paru-paru.
-
Tekanan darah tinggi.
-
Masalah jantung, seperti denyut jantung tidak beraturan, kerusakan pada otot jantung, gagal jantung, dan jantung yang membesar.
Diagnosis Hipervolemia
Penegakan diagnosis akan dimulai dengan melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat medis pasien serta keluarga. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa bagian tubuh yang terlihat membengkak. Kemudian, akan dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan lainnya, seperti tes untuk mengecek kadar natrium dalam darah atau urine.
Apabila dokter mencurigai adanya kondisi medis yang mendasari terjadinya hipervolemia, pasien akan direkomendasikan untuk menjalani tes darah atau tes pencitraan. Menimbang berat badan secara teratur bisa membantu mendeteksi hipervolemia secara dini bagi penderita dengan kondisi yang mendasarinya, seperti diabetes dan sirosis. Kenaikan berat badan yang cepat bisa menjadi tanda utama terjadinya hipervolemia.
Pengobatan Hipervolemia
Hipervolemia ditangani berdasarkan penyebabnya yang mendasarinya pada setiap pasien. Namun, tujuannya tetap sama, yaitu mengurangi jumlah cairan dalam tubuh. Adapun beberapa cara penanganan yang umumnya dapat dilakukan untuk menangani hipervolemia adalah:
-
Mengurangi konsumsi garam dalam makanan secara berlebihan.
-
Membatasi asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh. Namun, tetap dianjurkan untuk minum air putih sesuai batasan yang direkomendasikan oleh dokter untuk membantu menjaga tubuh tetap berfungsi optimal.
-
Mengonsumsi diuretik, yaitu obat untuk mengurangi cairan berlebih dalam tubuh, sesuai dengan instruksi dari dokter.
-
Menjalani prosedur dialisis atau paracentesis untuk mengeluarkan cairan berlebih dari dalam tubuh.
Hipervolemia menunjukkan gejala yang umumnya bisa diamati secara langsung. Namun, tidak semua pembengkakan mengindikasikan adanya kelebihan cairan dalam tubuh. Karenanya konsultasikan kondisi tersebut ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Perlu diketahui bahwa informasi dalam artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat digunakan untuk menggantikan diagnosis ataupun saran penanganan dari dokter. Dokter akan menyesuaikan pemeriksaan dan memberikan penanganan untuk setiap pasien berdasarkan kondisinya. Prosedur diagnosis dan penanganan pun akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di rumah sakit sehingga tahapannya mungkin berbeda di satu lokasi dan lainnya.
Jika Anda ingin menjadwalkan konsultasi secara lebih praktis, Anda bisa menggunakan fitur membuat janji temu di aplikasi MySiloam. Tersedia juga fitur-fitur lainnya di aplikasi ini, seperti pengecekan hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam segera dan manfaatkan berbagai fiturnya yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Hypervolemia. Diakses pada 2025 | Healthline. Hypervolemia (Fluid Overload): Symptoms, Causes, and Treatment. Diakses pada 2025 | MedicalNewsToday. Hypervolemia: What You Need to Know About Fluid Overload. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini






