Kenali Gejalanya! Hipoplasia Enamel Tunjukkan Bercak Putih dan Gigi Sensitif
Kesehatan Tubuh

Kenali Gejalanya! Hipoplasia Enamel Tunjukkan Bercak Putih dan Gigi Sensitif

05 Juni 2025 4 menit waktu baca
hipoplasia enamel

 

Hipoplasia enamel adalah suatu kondisi yang menyebabkan gigi kekurangan enamel sehingga berpotensi menyebabkan gigi berlubang, erosi gigi, serta masalah gigi dan mulut lainnya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk penyakit, kelainan bawaan, atau faktor lingkungan. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Hipoplasia Enamel?

 

Hipoplasia enamel adalah kondisi ketika enamel gigi tidak berkembang dengan baik sehingga menjadi terlalu tipis atau hilang pada beberapa bagian gigi. Enamel gigi adalah lapisan terluar gigi yang berfungsi sebagai pelindung gigi bagian dalam yang cenderung sensitif, seperti dentin dan pulpa gigi.

 

Berbeda dengan erosi gigi (terkikisnya enamel gigi) yang terjadi seiring waktu, hipoplasia enamel adalah kondisi di mana tidak adanya enamel yang cukup untuk melindungi gigi sejak awal. Kondisi medis atau faktor lingkungan tertentu dapat mencegah enamel berkembang dengan baik sebelum gigi tumbuh di mulut.

 

Penyebab Hipoplasia Enamel

 

Waktu pembentukan enamel pada setiap gigi berbeda-beda. Tergantung pada faktor penyebabnya, beberapa gigi mungkin memiliki sedikit atau tidak ada enamel sama sekali, sementara gigi lainnya baik-baik saja. Adapun sejumlah faktor yang dapat menyebabkan hipoplasia enamel adalah sebagai berikut:

 

  • Kondisi yang diwariskan, seperti:

    • Amelogenesis imperfekta (kondisi genetik yang menyebabkan gangguan pembentukan lapisan enamel tanpa disertai gangguan pada organ lain tubuh).

    • Sindrom DiGeorge (kondisi genetik yang disebabkan oleh hilangnya kromosom 22 yang dapat mengakibatkan berbagai kondisi medis, seperti hipoplasia enamel).

    • Sindrom Ellis-van Creveld (kelainan genetik langka yang menyebabkan berbagai kelainan gigi dan mulut, salah satunya adalah hipoplasia enamel).

    • Sindrom Heimler (kelainan genetik yang menyebabkan tuli sensorineural, kerusakan retina, dan gangguan pembentukan enamel gigi).

    • Sindrom otodental (kelainan genetik yang menyebabkan gangguan bentuk gigi (globodontia), tuli sensorineural frekuensi tinggi, hipoplasia enamel, dan koloboma mata).

    • Sindrom Seckel (kelainan genetik langka yang dapat menyebakan perawakan tubuh kerdil (dwarfisme), mikrosefalus atau ukuran kepala lebih kecil dari ukuran normalnya, hipoplasia enamel, hingga retardasi mental).

    • Sindrom Treacher Collins (kelainan genetik yang memengaruhi perkembangan kepala dan struktur wajah, salah satu manifestasi oral yang dapat terjadi adalah hipoplasia enamel).

    • Sindrom Usher (kelainan genetik yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan penglihatan, namun bisa juga mengakibatkan berkurangnya ketebalan lapisan enamel).

 

  • Faktor lingkungan. Berbagai faktor dapat memengaruhi perkembangan enamel gigi selama dalam kandungan dan setelah lahir. Faktor-faktor pada ibu hamil yang dapat menyebabkan anak mengalami hipoplasia enamel, di antaranya:

    • Mengidap diabetes gestasional.

    • Defisiensi vitamin D.

    • Tidak memiliki akses ke perawatan prenatal.

    • Merokok.

    • Adapun faktor-faktor lainnya yang dapat mengganggu perkembangan enamel gigi adalah sebagai berikut:

      • Gigi terluka.

      • Tidak mendapatkan cukup vitamin A, C, atau D.

      • Tidak mendapatkan cukup kalsium.

      • Infeksi virus dan bakteri.

      • Riwayat menderita penyakit tertentu, termasuk penyakit hati, cerebral palsy, dan penyakit celiac.

 

Gejala Hipoplasia Enamel

 

Adapun beberapa gejala hipoplasia enamel adalah sebagai berikut:

 

  • Bercak putih pada gigi.

  • Noda berwarna kekuningan atau cokelat pada gigi.

  • Gigi berlubang, beralur, atau retak.

  • Gigi semakin sensitif terhadap makanan minuman dingin atau panas karena dentin (lapisan bawah enamel) terekspos.

  • Plak yang menempel pada gigi.

  • Gigi berlubang yang banyak.

 

Diagnosis Hipoplasia Enamel

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis atau anamnesis untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan gigi untuk melihat tanda-tanda hipoplasia enamel, seperti gigi berlubang atau bercak putih pada gigi.

 

Pada anak-anak, penting untuk menjadwalkan kunjungan gigi pertama anak dalam waktu enam bulan sejak gigi pertama mereka tumbuh. Pada kunjungan pertama tersebut, dokter gigi akan memeriksa masalah yang terkait dengan perkembangan gigi, seperti hipoplasia enamel. Diagnosis dini memungkinkan dokter gigi mengambil langkah-langkah untuk mencegah terjadinya masalah pada gigi, seperti gigi berlubang atau noda pada gigi.

 

Komplikasi Hipoplasia Enamel

 

Seseorang yang memiliki kondisi hipoplasia enamel lebih mungkin mengalami gigi berlubang, erosi gigi, gigi menjadi tidak sejajar, gigi berwarna kecokelatan, gigi sangat sensitif atau sakit (mungkin sakit saat sedang menyikat gigi sehingga membersihkan gigi menjadi tidak maksimal), hingga masalah kecemasan karena pasien mungkin merasa tidak percaya diri dengan kondisi giginya.

 

Cara Mengatasi Hipoplasia Enamel

 

Beberapa pilihan perawatan yang biasanya direkomendasikan dokter gigi untuk mengatasi hipoplasia enamel adalah sebagai berikut:

 

  • Menambahkan mineral (casein phosphopeptide amorphous calcium phosphate/CPP-ACP) ke gigi untuk memperkuat enamel gigi.

  • Tambal gigi: Mengisi gigi yang berlubang dengan zat khusus.

  • Pemasangan mahkota gigi (dental crown): Memasang penutup berbentuk seperti gigi untuk menutupi dan melindungi gigi yang lemah atau rusak.

  • Perekat gigi: Dokter akan menggunakan resin yang sewarna dengan gigi untuk menutupi gigi yang terkelupas, retak, atau berubah warna.

  • Veneer gigi: Memasang lapisan tipis di permukaan depan gigi untuk menyembunyikan ketidaksempurnaan, seperti perubahan warna gigi atau gigi yang terkelupas.

  • Mikroabrasi enamel: Menghilangkan noda kuning atau cokelat dari enamel gigi.

  • Infiltrasi resin: Menggunakan resin untuk meminimalkan tampilan bintik-bintik putih pada gigi.

  • Memutihkan gigi: Menggunakan gel pemutih untuk memutihkan gigi sehingga warnanya tampak lebih mendekati warna bintik-bintik putih.

 

Tanda dan gejala yang disebutkan di atas tidak semerta-merta selalu mengindikasikan hipoplasia enamel. Dengan kata lain, gejala-gejala tersebut mungkin saja mengarah pada kondisi medis lain. Jadi, agar tidak salah dalam menentukan penanganan, penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari Dokter Gigi yang bisa Anda temui di Siloam Hospitals terdekat.

 

Perbedaan dalam proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit adalah hal yang wajar, mengingat fasilitas kesehatan yang disediakan pun mungkin tidak sama. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Perawatan Gigi yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

Sumber

WebMD. What Are Hypoplastic Teeth?. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Enamel Hypoplasia. Diakses pada 2024 | Healthline. Enamel Hypoplasia. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
besar-riyantospkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Besar Riyanto, SpKG

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

drg-rudy-spkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Rudy, SpKG, SH, FISQua, FICD

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

drg-halida-

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Halida

Kedokteran Gigi

Dokter Gigi


Siloam Hospitals Mataram

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail