Ibu dan Anak
Imunisasi DT (Difteri Tetanus) - Manfaat dan Efek Sampingnya

Table of Contents
Vaksinasi difteri tetanus atau biasa lebih dikenal dengan imunisasi DT adalah imunisasi anak yang bertujuan untuk menjaga tubuh dari difteri dan tetanus. Umumnya, imunisasi DT diberikan pada anak berusia 2 bulan hingga 7 tahun dan dapat dilanjutkan dengan imunisasi lanjutan (booster) saat berusia 10–12 tahun.
Mari simak ulasan lengkap mengenai pengertian, jadwal pemberian, manfaat, serta efek samping imunisasi DT melalui artikel di bawah ini.
Apa itu Imunisasi DT (Difteri Tetanus)?
Imunisasi DT (difteri tetanus) merupakan imunisasi untuk melindungi anak dari penyakit difteri dan tetanus. Imunisasi DT dilakukan dengan memberikan vaksin yang mengandung toksoid difteri dan toksoid tetanus.
Perlu diketahui bahwa imunisasi DT ini sedikit berbeda dengan imunisasi DPT. Imunisasi DPT merupakan imunisasi yang bertujuan untuk mencegah infeksi difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan). Sementara itu, imunisasi DT adalah imunisasi yang dilakukan dengan memberikan vaksin difteri dan tetanus. Vaksinasi DT biasanya diberikan untuk anak yang memiliki alergi terhadap bahan vaksin pertusis.
Jadwal Pemberian Imunisasi DT
Sebetulnya, imunisasi DT untuk usia berapa? Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013 dan Nomor 12 Tahun 2017, vaksin DT ini termasuk salah satu imunisasi dasar lengkap anak yang wajib diberikan pada anak berusia 2–4 bulan.
Vaksin DT kemudian diberikan sebagai booster pada usia 18 bulan, 5–7 tahun, dan imunisasi lanjutan (lebih dikenal dengan sebutan imunisasi Td/Tdap) untuk remaja berusia 10–18 tahun. Pemberian vaksin ini diulang setiap 10 tahun sekali.
Manfaat Imunisasi DT
Manfaat utama imunisasi DT adalah untuk melindungi anak dari risiko penyakit difteri dan tetanus. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Menurunkan Risiko Penyakit Difteri pada Anak
Difteri adalah penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan atas dan tenggorokan. Penyebab utama penyakit difteri adalah infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae yang dapat menular melalui percikan droplet air liur ataupun udara saat penderitanya batuk atau bersin, serta melalui luka terbuka dari orang yang terinfeksi.
Difteri merupakan salah satu penyakit berbahaya yang berisiko menimbulkan komplikasi berupa gangguan pernapasan, kerusakan saraf, hingga gagal jantung. Karena itulah, penting untuk mencegah terjadinya penyakit difteri pada anak dengan melakukan imunisasi DT secara berkala. Bahkan, CDC telah melaporkan bahwa vaksinasi DT yang komplit mengikuti jadwal dapat melindungi anak dari penyakit difteri dengan tingkat efikasi sebesar 97%.
2. Menurunkan Risiko Penyakit Tetanus pada Anak
Salah satu manfaat imunisasi DT adalah dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit tetanus (lockjaw) pada anak. Tetanus adalah kondisi medis yang dapat menyebabkan kram dan kaku terutama pada otot di rahang, dan pada tempat lainnya seperti di leher, tungkai, perut, dan lengan. Selain itu, tetanus dapat memicu terjadinya kejang parah yang berisiko menyebabkan patah tulang hingga gangguan pernapasan dan henti jantung.
CDC melaporkan bahwa vaksinasi DT yang lengkap dapat melindungi anak dari tetanus dengan tingkat efikasi hingga 100%.
3. Meringankan Gejala Difteri dan Tetanus
Selain menurunkan risiko penyakitnya, imunisasi DT juga dapat membantu meringankan gejala yang muncul apabila anak terinfeksi oleh bakteri penyebab difteri dan tetanus.
Efek Samping Imunisasi DT
Adapun sejumlah efek samping imunisasi difteri tetanus yang umum terjadi adalah sebagai berikut:
- Demam.
- Penurunan nafsu makan.
- Kelelahan.
- Pembengkakan dan nyeri hebat pada area bekas suntikan.
- Pusing hingga pingsan.
- Mual dan muntah.
Selain itu, pada kasus yang jarang terjadi, imunisasi DT juga dapat menimbulkan komplikasi berupa demam tinggi hingga kejang. Jika anak mengalami komplikasi tersebut, maka segera konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh tindakan medis yang tepat.
Apa yang Harus Dilakukan Pasca Imunisasi DT?
Pada dasarnya, anak demam pasca imunisasi DT adalah efek samping yang wajar karena hal tersebut termasuk dalam bentuk respons tubuh anak untuk membentuk sistem kekebalan baru dari vaksin yang disuntikkan.
Jika anak mengalami demam pasca imunisasi DT, terdapat beberapa perawatan mandiri di rumah yang bisa dilakukan, di antaranya adalah:
- Kompres dengan air dingin pada area bekas suntikan.
- Mencukupi kebutuhan cairan tubuh anak (dengan ASI atau air buah).
- Mengenakan pakaian yang nyaman untuk si kecil.
- Memberikan obat penurun panas sesuai resep dokter.
Imunisasi DT adalah salah satu jenis imunisasi dasar anak yang wajib dilakukan untuk menurunkan risiko penyakit difteri dan tetanus. Oleh karenanya, penting bagi setiap individu untuk memperoleh imunisasi DT sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan guna melindungi tubuh dari serangan infeksi yang berbahaya.
Jika Anda ingin mengonsultasikan terkait pemberian imunisasi DT atau terdapat gejala pada buah hati yang mengarah pada efek samping pascaimunisasi difteri tetanus, Anda dapat melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri (Anak) di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan saran medis yang tepat. Manfaatkan aplikasi MySiloam sebagai kemudahan dalam membuat janji temu dengan dokter terkait.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







