Kesehatan Tubuh
Mengenal Ketonuria, Benarkah Menandakan Kondisi Serius?

Table of Contents
Ketonuria adalah kondisi urine mengandung keton. Kondisi ini menandakan bahwa tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi, bukan glukosa. Sedikit keton dalam urine adalah hal yang normal, namun jumlah sedang atau bahkan tinggi bisa berbahaya.
Ketonuria dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa yang disebut sebagai ketoasidosis atau adanya keton dalam jumlah berlebihan di dalam darah yang dapat menyebabkan darah bersifat lebih asam. Itulah sebabnya, ketonuria bukanlah kondisi yang bisa diabaikan dan perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Simak penjelasan selengkapnya tentang ketonuria melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Ketonuria?
Ketonuria adalah kondisi ketika ditemukannya keton dalam urine. Sebagai informasi, keton umumnya diproduksi oleh orang yang tidak mengonsumsi cukup karbohidrat. Tubuh menggunakan karbohidrat untuk menghasilkan glukosa (gula darah). Glukosa sendiri berperan sebagai sumber energi utama tubuh.
Ketika tubuh tidak memiliki cukup glukosa atau insulin untuk menggunakan glukosa, tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Inilah yang mengakibatkan produksi keton. Pada dasarnya, keton memiliki fungsi sangat penting untuk tubuh. Namun dalam jumlah berlebihan, keton dalam tubuh dapat membahayakan.
Orang dengan diabetes yang tidak terkontrol membutuhkan insulin untuk menggunakan glukosa sebagai energi. Jika orang tersebut tidak memiliki cukup insulin dalam tubuhnya, mereka akan menggunakan lemak dan protein sebagai sumber energi utamanya.
Proses tersebut dapat menyebabkan produksi keton berlebihan yang bersifat asam, atau yang disebut ketoasidosis diabetik (diabetic ketoacidosis/DKA). DKA berpotensi mengancam jiwa, serta menjadi salah satu tanda pertama bahwa seseorang menderita diabetes sebelum terdiagnosis.
Penyebab Ketonuria
Ditemukannya keton pada urine dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup atau kondisi medis tertentu. Secara umum, beberapa penyebab ketonuria adalah sebagai berikut:
-
Olahraga secara berlebihan atau terlalu lama.
-
Eating disorder, seperti anoreksia.
-
Diare atau muntah dalam waktu yang lama.
-
Gangguan kehamilan, seperti diabetes gestasional.
-
Alcohol use disorder.
Gejala Ketonuria
Gejala ketonuria bisa berbeda-beda, tergantung dari jumlah keton yang terdapat di dalam urine. Berikut masing-masing penjelasannya.
A. Gejala ketosis (hanya ada sedikit keton di dalam urine):
B. Gejala ketoasidosis (jumlah keton sedang hingga tinggi dalam urine):
-
Buang air kecil lebih sering dari biasanya.
-
Rasa haus yang berlebihan.
-
Rasa lapar yang berlebihan.
-
Sakit kepala.
C. Pada kondisi yang lebih parah, ketoasidosis juga dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:
-
Mual dan muntah.
-
Nyeri perut.
-
Diare.
-
Sesak napas.
-
Napas berbau buah.
-
Merasa sangat lelah atau lemah.
-
Bingung, gelisah, atau kehilangan arah (altered mental status).
-
Kewaspadaan menurun.
Diagnosis Ketonuria
Ditemukannya sedikit kadar keton dalam urine adalah hal yang normal, sekalipun tidak menderita diabetes. Namun, perlu diwaspadai apabila pasien yang bukan penderita diabetes memiliki kadar keton yang sedang atau banyak. Kadar keton apa pun yang melebihi jumlah "sedikit" bisa berbahaya, terutama jika pasien berisiko mengalami ketoasidosis.
Untuk mengukur kadar keton di dalam urine, seseorang dapat melakukan tes secara mandiri atau tes medis. Berikut masing-masing penjelasannya:
-
Tes mandiri di rumah: Tes ini bisa dilakukan dengan membeli alat tes urine keton yang biasanya dijual di apotek. Tes mandiri ini sering kali dilakukan oleh penderita diabetes yang sedang menjalani diet keto. Biasanya, alat tes ini berupa strip yang dicelupkan ke dalam urine. Perhatikan langkah-langkah berikut ini:
-
Siapkan wadah.
-
Buang air kecil ke dalam wadah.
-
Celupkan strip ke dalam urine.
-
Tunggu hingga warna urine berubah.
-
Bandingkan warna strip dengan bagan yang ada di strip. Rentang warna ini biasanya merujuk pada jumlah keton, yaitu negatif, sedikit, kecil, sedang, atau besar.
-
Tes medis: Tes medis dilakukan melalui tes urine atau urinalisis. Apabila pasien memiliki tanda-tanda ketoasidosis, dokter biasanya meminta pasien menjalani tes keton darah. Tes darah lebih akurat menunjukkan kadar keton dalam tubuh.
Komplikasi Ketonuria
Jika tidak segera ditangani, beberapa komplikasi yang dapat disebabkan oleh ketonuria adalah sebagai berikut:
-
Edema serebral atau penumpukan cairan di otak.
-
Hipoglikemia.
-
Kadar kalium rendah.
-
Gagal ginjal akut.
-
Syok.
-
Stroke.
-
Edema paru.
Pengobatan Ketonuria
Ketonuria ringan yang disebabkan oleh puasa atau diet tidak memerlukan pengobatan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika terjadi karena kondisi medis tertentu, kondisi tersebut perlu ditangani. Misalnya, ketonuria berat yang menunjukkan adanya ketoasidosis pada penderita diabetes perlu ditangani dengan segera, menggunakan suntikan insulin atau infus intravena (IV).
Sedangkan, jika disebabkan oleh penyakit lain, ketonuria dapat diobati dengan menggunakan diet, pengobatan, atau terapi yang tepat untuk kondisi tersebut. Sementara itu, ketonuria yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan bisa diobati dengan cara berikut:
-
Pemberian cairan IV.
-
Pemantauan dan penggantian elektrolit.
-
Pemberian tiamin.
-
Glukosa, jika diperlukan.
-
Obat-obatan untuk menghindari efek parah dari penghentian konsumsi alkohol.
-
Obat-obatan untuk mencegah mual dan muntah.
Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi ketonuria. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat apabila Anda memiliki keluhan tak biasa, seperti sering buang air kecil, rasa haus dan lapar berlebihan, serta nyeri pada perut.
Namun, perlu dipahami bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Jika disarankan oleh dokter untuk mengontrol kondisi diabetes, Anda juga bisa memesan paket laboratorium Gula/Diabetes melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.
Sumber
Medical News Today. What to know about ketones in urine. Diakses pada 2024 | Ketones in Urine. Diakses pada 2024 | WebMD. What Is Ketonuria?. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anik Widajati, M.Kes, SpMK
Laboratorium Medis
Spesialis Mikrobiologi Klinik
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Surabaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Dasar Diabetes
5 Service/Item
Rp350.000
TERPOPULER
Paket Pemeriksaan Diabetes Basic
Skrining Lite
4 Service/Item
Rp350.000
TERPOPULER
Paket Pemeriksaan Diabetes Advanced
Skrining Lite
10 Service/Item
Rp700.000
TERPOPULER
Complete Urinalysis (Chem & Sed) / Urine Lengkap
Infeksi, Skrining Ginjal, Urin
1 Service/Item
Rp76.500






