Kesehatan Tubuh
Mengenal Kistektomi, Operasi Pengangkatan Kandung Kemih

Table of Contents
Kistektomi adalah prosedur operasi yang dilakukan untuk mengangkat kandung kemih. Proses pengangkatan ini bisa dilakukan sebagian atau secara keseluruhan (radikal). Biasanya, dokter akan menyarankan tindakan ini pada pasien kanker kandung kemih stadium lanjut.
Perlu diketahui, kandung kemih adalah organ yang berfungsi menampung urine di dalam tubuh sebelum dikeluarkan melalui uretra. Gangguan kandung kemih yang memerlukan prosedur ini adalah kanker kandung kemih, kelainan bawaan kandung kemih, dan sebagainya.
Mari simak artikel berikut ini untuk tahu lebih jauh tentang prosedur kistektomi.
Apa itu Kistektomi?
Kistektomi adalah prosedur operasi yang bertujuan untuk mengangkat sebagian atau keseluruhan kandung kemih, yaitu organ di bawah ginjal yang berfungsi untuk menampung urine sebelum dikeluarkan dari tubuh.
Kistektomi atau cystectomy adalah prosedur kompleks yang biasanya disarankan dokter untuk menangani kanker kandung kemih. Namun, prosedur ini juga bisa dilakukan untuk mengobati kondisi pembesaran prostat yang memengaruhi kandung kemih dan sistem urinaria.
Lantas, ketika kandung kemih diangkat seluruhnya, apakah seseorang bisa hidup tanpa kandung kemih? Ya, bisa. Namun, penderitanya akan membutuhkan wadah baru untuk menampung urine yang dihasilkan oleh ginjal agar bisa menjalani aktivitas secara normal.
Jenis-Jenis Kistektomi
Terdapat dua jenis operasi kistektomi yang dilakukan oleh dokter, yaitu kistektomi parsial dan radikal. Berikut masing-masing penjelasannya.
Kistektomi Parsial
Kistektomi parsial dilakukan dengan mengangkat sebagian kandung kemih dan sebagian lainnya dipertahankan. Pada prosedur ini, dokter juga akan mengangkat kelenjar getah bening yang berada di dekat kandung kemih untuk memeriksa apakah ada persebaran kanker pada organ lain.
Kistektomi Radikal
Kistektomi radikal merupakan prosedur operasi untuk mengangkat kandung kemih secara menyeluruh serta beberapa kelenjar getah bening di dekatnya. Kistektomi pada pria mencakup juga pemotongan saluran sperma, prostat, dan vesikula seminalis. Sementara itu, kistektomi radikal pada wanita biasanya mencakup pengangkatan rahim, ovarium, saluran tuba, hingga dinding vagina.
Persiapan Sebelum Kistektomi
Beberapa hal yang perlu disiapkan pasien sebelum menjalani prosedur operasi kistektomi adalah sebagai berikut:
- Memberitahukan kepada dokter terkait obat-obatan yang dikonsumsi, termasuk jika rutin mengonsumsi suplemen, kafein, dan alkohol.
- Menghentikan kebiasaan merokok.
- Menjalani sejumlah tes penunjang, seperti tes darah atau tes pencitraan dengan rontgen dan CT Scan.
- Menyiapkan pendamping untuk membantu selama di rumah sakit.
Prosedur Kistektomi
Operasi kistektomi umumnya membutuhkan waktu 4–6 jam. Selama tindakan berlangsung, pasien akan dibius total. Metode yang dilakukan dalam operasi kistektomi adalah sebagai berikut:
Kistektomi Terbuka
Prosedur ini dilakukan dengan membuat satu sayatan panjang di area perut. Kemudian, prosedur pengangkatan kandung kemih dari rongga perut akan dilakukan.
Kistektomi Minimal Invasif
Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan laparoskop atau robot. Dokter akan membuat sayatan kecil di perut untuk memasukkan karbondioksida guna memberikan rongga untuk tindakan di dalam perut. Dengan begitu, dokter akan lebih mudah melihat kondisi perut.
Kemudian, melalui sayatan lain, dokter akan memasukkan tabung laparoskop yang dilengkapi kamera dan alat bedah khusus. Di mana, alat bedah tersebut bisa dikendalikan oleh dokter maupun robot bedah yang dapat bergerak secara akurat.
Setelah prosedur pengangkatan kandung kemih selesai, dokter akan membuat saluran kemih baru untuk jalan keluarnya urine. Beberapa metode pembuatan saluran kemih setelah kistektomi adalah:
- Saluran ileal: Metode ini dilakukan dengan memotong sebagian kecil usus lalu disambungkan dengan ureter. Kemudian, ujung lain dari potongan usus akan ditempelkan pada stoma (mulut/lubang) di perut bagian kanan. Pada stoma tersebut akan ditaruh kantong untuk menampung urine.
- Wadah urine dalam perut: Dokter juga bisa membuat penampung urine dengan potongan usus lebih besar. Salah satu ujung wadah tersebut disambungkan dengan ureter dan diletakkan dalam perut. Ujung lainnya akan ditempelkan pada stoma berkatup di kulit perut. Katup tersebut berfungsi menahan urine, namun bisa juga dimasukkan selang kecil agar urine bisa dikeluarkan secara berkala.
- Neobladder (rekonstruksi kandung kemih baru): Prosedur ini dilakukan menggunakan potongan usus kecil yang panjang. Pembuatan wadah ini akan ditempatkan di lokasi kandung kemih semula. Salah satu ujung usus akan ditempelkan pada ureter dan ujung lainnya di uretra. Prosedur ini membuat pasien tidak bisa merasakan dorongan buang air kecil, sehingga perlu menentukan jadwal buang air kecil.
Setelah Kistektomi
Setelah kondisi pasien stabil, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan untuk beristirahat selama beberapa jam. Kemudian, pasien akan dibawa ke ruang rawat inap. Umumnya, durasi rawat inap pasien kistektomi adalah 5–6 hari atau sampai usus bisa berfungsi dengan baik.
Pasien mungkin akan merasakan nyeri pada luka sayatan selama beberapa minggu, namun kondisi ini akan membaik seiring berjalannya waktu. Pasien juga dianjurkan melakukan perawatan lanjutan selama minggu pertama hingga beberapa bulan setelahnya untuk memastikan kondisi pasien dan perawatan rutin stoma.
Perubahan Setelah Menjalani Kistektomi
Beberapa perubahan yang dapat dialami oleh pasien setelah menjalani operasi kistektomi adalah sebagai berikut:
- Perubahan buang air kecil. Pasien biasanya mengalami perubahan warna urine menjadi kemerahan selama beberapa minggu setelah operasi.
- Perubahan aktivitas sehari-hari. Kistektomi adalah jenis operasi besar yang mengharuskan pasien beristirahat secara total setelahnya. Sehingga, pasien perlu membatasi aktivitas sehari-harinya.
- Perubahan aktivitas seksual. Pada pasien pria, kistektomi bisa berpengaruh pada kemampuan ereksi. Namun, kondisi ini biasanya akan kembali normal seiring berjalannya waktu. Sedangkan pada pasien wanita, tindakan ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di vagina saat berhubungan seksual.
Efek Samping Kistektomi
Kistektomi adalah prosedur yang menimbulkan banyak perubahan pada sistem perkemihan. Beberapa efek efek samping yang bisa terjadi setelah menjalani kistektomi adalah infeksi, perdarahan, penggumpalan darah, pneumonia, hingga serangan jantung.
Itulah informasi seputar operasi kistektomi yang perlu Anda ketahui. Apabila Anda merasakan gejala yang tidak biasa ketika sedang berkemih, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter kami.
Gunakan juga fitur Telekonsultasi untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung secara virtual dengan dokter terkait. Atau, download aplikasi MySiloam untuk dapat mengakses semua fitur kesehatan yang Anda butuhkan dengan mudah dan cepat. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini







