Mengenal Kreatinin & Penyebab Peningkatan Kadarnya dalam Tubuh
Kesehatan Tubuh

Mengenal Kreatinin & Penyebab Peningkatan Kadarnya dalam Tubuh

15 Juli 2025 4 menit waktu baca
kreatinin adalah & penyebab kreatinin tinggi

 

Kreatinin adalah senyawa limbah yang dihasilkan oleh otot selama berlangsungnya aktivitas fisik atau gerakan tubuh. Kadar kreatinin dalam darah diatur oleh ginjal. Oleh sebab itu, pengukuran kadar kreatinin sering dilakukan untuk menilai kinerja ginjal. Mari ketahui kadar kreatinin normal dan penyebab kreatinin tinggi melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Kreatinin?

 

Kreatinin adalah zat limbah dalam darah yang akan disaring oleh ginjal untuk dibuang melalui urine. Zat ini dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan laboratorium untuk memantau kerja dan fungsi ginjal. Kadar kreatinin normal pada setiap individu dapat berbeda-beda, tergantung pada usia, jenis kelamin, aktivitas harian, hingga berat badan.

 

Secara umum, kadar kreatinin normal di dalam tubuh adalah sekitar 0,6–1,2 mg/dL untuk pria dewasa dan 0,5–1,1 mg/dL pada wanita dewasa. Namun, jika kadar kreatinin tidak dalam batas normal, hal tersebut bisa menjadi indikasi gangguan pada ginjal.

 

Penyebab Kreatinin Tinggi

 

Adapun sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan peningkatan kadar kreatinin adalah sebagai berikut.

 

1. Penyakit Ginjal

 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tingginya kadar kreatinin di dalam darah bisa menjadi tanda dari adanya gangguan fungsi ginjal. Sebab, saat mengalami gangguan, ginjal tidak mampu menyaring dan membuang berbagai zat limbah melalui urine, termasuk kreatinin. Beberapa jenis penyakit ginjal yang dapat memengaruhi kadar kreatinin adalah:

 

 

Selain peningkatan kadar kreatinin, penting pula untuk mewaspadai gangguan ginjal apabila disertai dengan beberapa gejala berikut ini:

 

  • Pembengkakan (edema) pada bagian tubuh tertentu, seperti lengan, tungkai, pergelangan kaki, atau wajah.

  • Penurunan atau peningkatan frekuensi buang air kecil.

  • Sesak napas.

  • Kram otot.

  • Hematuria (kencing berdarah).

  • Urine berwarna gelap menyerupai teh.

  • Nyeri pinggang.

  • Demam.

  • Mual dan muntah.

  • Kelelahan. 

 

2. Dehidrasi Berat

 

Dehidrasi berat yang terjadi dalam jangka waktu lama dapat memengaruhi kerja glomerulus, yaitu bagian ginjal yang berfungsi untuk menyaring darah dan menghilangkan zat limbah seperti kreatinin. Oleh karena itu, kondisi ini juga dapat memicu terjadinya peningkatan kadar kreatinin di dalam tubuh karena fungsi glomerulus terganggu.

 

3. Penyakit Kronis

 

Beberapa penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit asam urat, distrofi otot, rabdomiolisis, hipertensi, serta gangguan autoimun juga bisa memengaruhi kerja ginjal, khususnya glomerulus dalam menyaring darah. Akibatnya, ginjal tidak mampu menyaring berbagai zat limbah secara optimal, termasuk kreatinin di dalam darah.

 

4. Efek Samping Obat-obatan atau Suplemen Tertentu

 

Salah satu penyebab kreatinin tinggi yang perlu diwaspadai adalah efek samping dari mengonsumsi obatan-obatan tertentu, seperti antibiotik, obat kemoterapi, dan diuretik. Selain itu, konsumsi suplemen ataupun makanan yang mengandung protein tinggi secara berlebihan juga berisiko meningkatkan kadar kreatinin di dalam darah.

 

Tips Menjaga Kadar Kreatinin Tetap Normal

 

Pada dasarnya, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu menjaga kadar kreatinin tetap normal, di antaranya sebagai berikut:

 

1. Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, salah satu penyebab tingginya kadar kreatinin adalah dehidrasi berat. Maka dari itu, sebagai upaya menghindari kondisi tersebut, penting bagi setiap individu untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh sebaik mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan minum air putih kurang lebih 2 liter atau setara 8 gelas per hari.

 

2. Tidak Berolahraga Secara Berlebihan

 

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kadar normal kreatinin adalah dengan membatasi intensitas dan durasi olahraga agar tidak berlebihan. Olahraga yang dilakukan secara berlebihan dapat merusak jaringan otot sehingga dapat memicu peningkatan produksi kreatinin di dalam tubuh.

 

3. Menghindari Konsumsi Protein dan Natrium secara Berlebihan

 

Tips menjaga kadar normal kreatinin selanjutnya yaitu membatasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung protein, seperti daging atau produk olahan susu. Bila ingin mengonsumsi suplemen protein, sebaiknya konsultasikan hal tersebut terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui dosis yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Selain itu, pastikan juga untuk tidak mengonsumsi garam (natrium) secara berlebihan. Pasalnya, penumpukan kadar natrium dalam darah dapat memicu terjadinya hipertensi dan retensi air sehingga berisiko memengaruhi kerja ginjal dalam menyaring darah.

 

4. Memperbanyak Asupan Serat

 

Memperbanyak asupan serat juga menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar kreatinin di dalam darah. Selain itu, dilansir dari European Journal of Clinical Nutrition, konsumsi makanan berserat secukupnya juga bisa membantu mempercepat proses pemulihan pada penderita penyakit ginjal kronis. 

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan pula apabila kadar kreatinin tinggi disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak disebutkan di dalam artikel ini.

 

Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat apabila Anda mengalami gejala yang merujuk pada kondisi kreatinin tinggi, seperti pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, sesak napas, dan urine berwarna lebih gelap dari biasanya.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah disesuaikan dengan kondisi medis pasien.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Ginjal yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, kemudian datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail