Neurosifilis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Neurosifilis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
neurosifilis adalah

Neurosifilis adalah komplikasi sifilis yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengancam jiwa. Kondisi ini terjadi ketika bakteri penyebab sifilis (Treponema pallidum) menyerang otak atau sumsum tulang belakang. Risiko terjadinya neurosifilis lebih tinggi pada penderita sifilis yang tidak mendapat penanganan. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai apa itu neurosifilis melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Neurosifilis?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, neurosifilis adalah salah satu komplikasi sifilis ketika infeksi sudah mencapai otak, selaput otak, dan/atau sumsum tulang belakang. Sifilis sendiri merupakan penyakit menular seksual yang ditandai dengan adanya luka di sekitar kulit kelamin dan beberapa bagian tubuh lainnya.

 

Neurosifilis merupakan komplikasi penyakit sifilis yang menyerang sistem saraf pusat. Komplikasi ini paling sering terjadi pada stadium sifilis tersier, namun dapat pula terjadi pada setiap tahap infeksi sifilis.

 

Neurosifilis terbagi menjadi lima jenis, berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Asymptomatic neurosyphilis: Ini merupakan neurosifilis yang tidak menimbulkan gejala. Pada kondisi ini, hasil pemeriksaan cairan serebrospinal didapatkan tidak normal tetapi pasien tidak memiliki gejala neurologis.

  • Meningeal neurosyphilis: Kondisi ini bisa terjadi antara beberapa minggu pertama hingga tahun pertama terkena sifilis. Adapun beberapa gejalanya adalah sakit kepala, leher kaku, mual, dan muntah. Terkadang, kondisi ini juga menyebabkan masalah pada penglihatan serta pendengaran.

  • Meningovascular neurosyphilis: Gejalanya hampir sama dengan meningeal syphilis, namun penderitanya juga mengalami stroke. Jenis neurosifilis ini bisa terjadi dalam beberapa bulan pertama hingga beberapa tahun setelah terinfeksi.

  • Syphilitic paresis: Jenis neurosifilis ini biasa terjadi antara 3–30 tahun setelah terkena sifilis. Kondisi ini disebabkan oleh meningoensefalitis kronis yang dapat menyebabkan atrofi otak. Orang dengan general paresis dapat mengalami perubahan kepribadian dan suasana hati (mood).

  • Tabes dorsalis: Tabes doraslis terjadi akibat adanya degenerasi kolom posterior (dorsal) dan akar (radiks) sumsum tulang belakang. Kondisi ini ditandai dengan nyeri pada tungkai atau perut, kegagalan koordinasi otot, dan gangguan kandung kemih. Gejala lainnya mungkin kehilangan penglihatan, refleks, dan rasa getaran, serta gaya berjalan yang buruk dan gangguan keseimbangan.

 

Penyebab Neurosifilis

 

Penyebab neurosifilis adalah infeksi bakteri Treponema pallidum (bakteri penyebab sifilis) yang menyerang sistem saraf pusat sehingga dapat menyebabkan gejala neurologis. Sifilis sendiri merupakan penyakit menular seksual, namun penyakit ini juga dapat ditularkan dari ibu ke bayi saat kehamilan sehingga menyebabkan sifilis kongenital. 

 

Sebagian besar orang yang menderita sifilis pernah mengalami infeksi bakteri di sistem saraf pusatnya, namun bisa hilang secara spontan tanpa menyebabkan peradangan maupun gejala neurologis tertentu. Selain penderita sifilis, orang dengan HIV juga memiliki risiko lebih tinggi terkena neurosifilis.

 

Gejala Neurosifilis

 

Neurosifilis dapat memengaruhi beberapa bagian di sistem saraf. Gejala yang ditimbulkan pun berbeda dengan gejala sifilis dan cukup bervariasi, tergantung dari jenisnya. Asymptomatic neurosyphilis tidak menunjukkan gejala, sedangkan beberapa gejala untuk masing-masing jenis lainnya adalah sebagai berikut:

 

Gejala meningeal neurosyphilis:

 

  • Sakit kepala.

  • Mual dan muntah.

  • Kekakuan pada leher.

  • Fotofobia.

  • Disfungsi saraf kranial, misalnya wajah perot (tidak bisa menaikkan alis, tersenyum hanya satu sisi, atau tidak bisa menutup kelopak mata secara sempurna), serta gangguan pendengaran dan penglihatan.

  • Kejang.

  • Hidrosefalus (kondisi yang terjadi ketika terdapat penumpukan cairan berlebihan di dalam otak).

 

Gejala Meningovascular neurosyphilis:

 

 

Gejala general paresis:

 

  • Gejala awal:

    • Gangguan suasana hati (mood).

    • Perubahan kepribadian.

    • Perubahan kebiasaan tidur.

    • Mudah lupa.

  • Gejala tambahan seiring perkembangan penyakit:

    • Mood swing.

    • Kehilangan memori.

    • Impaired judgment (gangguan penilaian).

    • Kebingungan.

    • Delusi.

    • Kejang.

  • Gejala kejiwaan:

 

Gejala tabes dorsalis:

 

  • Nyeri saraf.

  • Ataksia.

  • Masalah kontrol kandung kemih.

  • Sensasi abnormal, seperti rasa terbakar atau kesemutan.

  • Kehilangan kemampuan sensoris vibrasi dan propriosepsi.

  • Perubahan penglihatan.

  • Masalah penglihatan.

  • Kehilangan koordinasi dan refleks saraf.

  • Artritis neuropatik (sendi Charcot).

  • Gangguan berjalan.

 

Diagnosis Neurosifilis

 

Untuk mendiagnosis neurosifilis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan neurologis secara menyeluruh. Selain itu, sejumlah tes penunjang juga dibutuhkan untuk mengonfirmasi diagnosis. Tes tersebut, di antaranya:

 

  • Tes darah, untuk mendeteksi antibodi terhadap bakteri sifilis.

  • Pungsi lumbal (spinal tap), dilakukan dengan memasukkan jarum ke tulang belakang di punggung bawah untuk mengambil sampel cairan serebrospinal.

  • Analisis cairan serebrospinal, untuk mencari bukti adanya bakteri di dalam cairan serebrospinal melalui mikroskop.

 

Pengobatan Neurosifilis

 

Secara umum, pengobatan neurosifilis adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati sifilis, seperti penicillin atau ceftriaxone. Pengobatan ini bisa dilakukan melalui infus di pembuluh darah atau suntikan intramuskular. Kemudian, pasien juga dianjurkan melakukan tes darah lanjutan pada tiga bulan dan enam bulan setelah pengobatan untuk memastikan apakah infeksi sudah hilang. Pungsi lumbal juga diperlukan setiap enam bulan guna memastikan tidak ada infeksi di dalam sistem saraf pusat.

 

Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi neurosifilis. Dengan kata lain, penyebab dan gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan evaluasi, diagnosis, dan penanganan yang akurat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail