Otomikosis - Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya
Kesehatan Tubuh

Otomikosis - Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

02 Juni 2025 5 menit waktu baca
otomikosis adalah

Otomikosis adalah salah satu gangguan telinga yang terjadi akibat infeksi jamur. Kondisi ini biasanya terjadi pada saluran telinga bagian luar, yaitu mulai dari lubang telinga hingga gendang telinga (membran timpani). Mari simak informasi lengkap mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan otomikosis melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Otomikosis?

 

Otomycosis atau otomikosis adalah infeksi jamur pada telinga. Dalam kebanyakan kasus, otomikosis hanya menyerang salah satu telinga. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi ini dapat terjadi pada kedua telinga secara sekaligus meski cenderung jarang terjadi.

 

Pada dasarnya, infeksi telinga akibat jamur ini lebih jarang terjadi dibandingkan dengan infeksi telinga akibat bakteri. Otomikosis meliputi 10% dari seluruh kasus infeksi telinga luar (otitis eksterna).

 

Penyebab Otomikosis

 

Otomikosis dapat terjadi ketika jamur masuk dan berkembang di dalam saluran telinga. Kondisi ini biasanya dipicu akibat berkurangnya kadar serumen, sehingga membuat saluran telinga lebih rentan terserang infeksi. Perlu diketahui, serumen merupakan gumpalan lunak yang diproduksi secara alami oleh kelenjar minyak di telinga untuk melindungi saluran telinga dari paparan zat asing.

 

Terdapat lebih dari 60 jenis spesies jamur yang bisa menyebabkan otomikosis. Namun, spesies jamur yang paling sering menyebabkan otomikosis adalah Aspergillus dan Candida. Infeksi jamur tersebut sering terjadi pada individu yang tinggal di daerah panas dan beriklim tropis, karena jamur membutuhkan lingkungan yang lembap untuk bisa berkembang.

 

Selain itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami otomikosis adalah sebagai berikut:

 

  • Sering berenang atau melakukan olahraga air lainnya, seperti menyelam.

  • Menderita penyakit yang dapat melemahkan sistem imun tubuh, seperti diabetes atau HIV/AIDS.

  • Sedang mengonsumsi antibiotik atau obat golongan steroid dalam jangka panjang.

  • Sedang menjalani kemoterapi.

  • Terdapat cedera atau trauma di area telinga.

  • Menderita eksim atopik.

  • Sering memasukkan cotton bud, jepit rambut, atau alat lainnya untuk membersihkan telinga.

 

Gejala Otomikosis

 

Gejala otomikosis dapat berbeda-beda pada setiap penderitanya. Selain itu, gejala yang ditimbulkan juga tergantung dengan jenis jamur yang menginfeksi telinga. Jika disebabkan oleh infeksi jamur Aspergillus, otomikosis dapat ditandai dengan munculnya bintik kuning atau abu-abu kehitaman di sekitar telinga.

 

Sedangkan, otomikosis akibat infeksi jamur Candida tidak ditandai dengan kemunculan bintik-bintik tersebut, namun telinga penderita dapat mengeluarkan cairan berwarna putih kental.

 

Di samping itu, beberapa gejala umum yang kerap dialami oleh penderita otomikosis adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri.

  • Gatal pada liang telinga.

  • Bengkak dan kemerahan pada liang telinga.

  • Kulit pada area yang terinfeksi mudah terkelupas.

  • Telinga berdenging (tinitus).

  • Sensasi penuh di telinga yang terdampak.

  • Keluar cairan dari liang telinga (bisa berupa cairan putih, kuning, hitam, abu-abu, atau kehijauan).

  • Nyeri kepala.

  • Gangguan pendengaran.

 

Selain itu, beberapa penderita otomikosis juga dapat mengalami demam, pusing, dan nyeri yang hebat di telinga.

 

Komplikasi Otomikosis

 

Secara umum, otomikosis bukan kondisi yang tergolong serius. Kendati demikian, penting untuk tetap menangani otomikosis dengan tepat guna menghindari risiko terjadinya berbagai komplikasi, di antaranya adalah sebagai berikut: 

 

  • Kerusakan gendang telinga atau gangguan pendengaran. 

  • Meningitis.

  • Mastoiditis.

  • Osteomielitis (peradangan pada jaringan tulang dan di sekitarnya akibat infeksi bakteri).

 

Diagnosis Otomikosis

 

Pada tahap awal diagnosis otomikosis, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik mulai dari telinga luar, kemudian memeriksa telinga tengah dengan menggunakan otoskop, yaitu alat yang dilengkapi lampu untuk mengevaluasi kondisi liang telinga serta bagian gendang telinga.

 

Dokter juga dapat mengambil sampel cairan atau swab dari dalam liang telinga pasien untuk diperiksa di laboratorium guna mendeteksi apakah infeksi tersebut disebabkan oleh bakteri atau jamur.

 

Pengobatan Otomikosis

 

Otomikosis adalah kondisi yang perlu mendapatkan penanganan medis dengan tepat, mengingat infeksi telinga ini biasanya tidak bisa sembuh tanpa diobati. Selain itu, penanganan otomikosis juga perlu dilakukan untuk menghindari perburukan kondisi serta mencegah risiko komplikasi.

 

Dalam menangani otomikosis, dokter akan terlebih dahulu membersihkan telinga pasien dengan cara membilas telinga menggunakan cairan khusus atau tabung isap. Setelah membersihkan telinga pasien, dokter akan meresepkan obat antijamur yang disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi tersebut. Obat ini bisa diberikan dalam bentuk:

 

  • Obat tetes telinga, seperti clotrimazole untuk menangani infeksi dan mencegah infeksi berulang.

  • Obat salep atau krim, seperti ketoconazole untuk menangani infeksi pada bagian luar telinga.

  • Obat minum (oral), seperti itraconazole untuk menangani infeksi yang tidak bisa diatasi dengan obat tetes telinga atau salep, terutama jika otomikosis disebabkan oleh infeksi jamur Aspergillus.

 

Selain itu, beberapa jenis obat-obatan lain yang dapat digunakan untuk menangani otomikosis adalah:

 

  • Obat antibiotik jika otomikosis juga disertai dengan infeksi bakteri.

  • Obat golongan steroid jika otomikosis menimbulkan peradangan.

  • Obat pereda nyeri (analgesik) untuk mengatasi rasa sakit yang dialami pasien.

 

Selama masa pemulihan, pasien juga dianjurkan untuk tidak membersihkan telinga menggunakan cotton bud serta mengeringkan telinga dengan baik setelah mandi. Penting pula untuk menghindari berenang terlebih dahulu agar tidak memperparah kondisi infeksi.

 

Pencegahan Otomikosis

 

Otomikosis adalah kondisi yang cenderung sulit untuk dicegah. Meski demikian, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya otomikosis, mulai dari mengeringkan telinga setelah mandi hingga membersihkan telinga secara rutin ke dokter. Berikut uraian selengkapnya.

 

  • Mengeringkan telinga setelah mandi atau berenang.

  • Menggunakan penutup telinga atau penutup kepala saat berenang untuk menghindari telinga kemasukan air.

  • Menghindari menggaruk telinga, baik telinga bagian luar maupun dalam.

  • Tidak membersihkan telinga dengan cotton bud atau alat pembersih telinga lainnya untuk membersihkan lubang telinga secara mandiri.

  • Menghindari menyumpal atau menaruh kapas di lubang telinga.

  • Membersihkan telinga secara rutin ke dokter, minimal 6 bulan sekali.

  • Jika menderita diabetes atau kondisi medis lain yang dapat melemahkan sistem imun tubuh, pastikan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan secara rutin ke dokter.

 

Apabila Anda mengalami gejala-gejala yang mengarah pada otomikosis seperti ulasan di atas, segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter spesialis THT melalui layanan Telekonsultasi. Layanan ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan saran perawatan, penanganan, hingga resep obat-obatan dari dokter tanpa harus keluar rumah. Namun, jika diresepkan obat-obatan tertentu, pasien diwajibkan untuk mengambilnya secara langsung (self pick up).


Selain itu, manfaatkan juga aplikasi MySiloam yang dilengkapi fitur-fitur untuk mengakses layanan kesehatan lebih cepat, seperti mencari informasi jadwal praktik serta membuat janji temu dengan dokter di Siloam Hospitals terdekat. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat (1)

Dokter Kami
dr-agustinus-sony-yudianto-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ropi-affandi-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-emanuel-q-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail