Pellagra - Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya
Pola Hidup Sehat

Pellagra - Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

22 Agustus 2024 5 menit waktu baca
Pellagra adalah

Pellagra adalah suatu kondisi di mana tubuh kekurangan asupan niasin atau vitamin B3. Apabila defisiensi tergolong ringan, kondisi tersebut mungkin tidak akan menimbulkan gejala (asimptomatik). Namun jika defisiensi vitamin B3 telah berlangsung lama (kronis), kondisi ini dapat menyebabkan ‘4D’, yaitu diarrhea, dermatitis, dementia, and death (diare, dermatitis, demensia, dan kematian).

 

Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Melalui pengobatan yang tepat, kondisi ini bisa sembuh total, sedangkan jika terlambat ditangani bisa menyebabkan komplikasi yang serius. Mari simak lebih lanjut tentang pellagra melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Pellagra?

 

Pellagra adalah gangguan sistemik yang terjadi akibat tubuh kekurangan vitamin B3 atau niasin. Vitamin B3 merupakan nutrisi yang berperan penting dalam mendukung fungsi sel di seluruh tubuh. Sehingga, kekurangan niasin dapat menimbulkan gejala yang memengaruhi berbagai bagian tubuh, mulai dari mulut, kulit, usus, dan otak.

 

Bahkan jika tidak segera ditangani, pellagra berisiko menyebabkan kerusakan pada sistem saraf hingga berujung pada kematian.

 

Penyebab Pellagra

 

Berdasarkan penyebabnya, pellagra terbagi menjadi dua jenis, yaitu pellaga primer dan sekunder. Pellagra primer disebabkan oleh kurangnya niasin dari asupan makanan sehari-hari. Sedangkan pellagra sekunder adalah kondisi ketika tubuh tidak dapat menyerap niasin yang dikonsumsi.

 

Adapun beberapa kondisi yang dapat menyebabkan tubuh kesulitan menyerap vitamin B3 atau niasin adalah sebagai berikut:

 

  • Radang usus, seperti penyakit Crohn.

  • Gangguan makan, seperti anoreksia.

  • Kecanduan alkohol.

  • Efek samping operasi pada saluran cerna, salah satunya operasi bariatrik.

  • Sindrom karsinoid (sejumlah kondisi medis yang terjadi akibat tumbuhnya tumor di beberapa bagian tubuh. Hal ini menyebabkan terjadinya kelainan pada proses metabolisme triptofan yang merupakan asam amino untuk mencerna vitamin B3).

  • Menggunakan obat-obatan tertentu, seperti obat kemoterapi, levodopa, isoniazid, kloramfenikol, dan fenitoin.

  • Menjalani prosedur dialisis jangka panjang.

  • Penyakit HIV/AIDS.

  • Anemia defisiensi zat besi.

  • Sirosis hati.

  • Penyakit Hartnup (penyakit genetik di mana triptofan tidak dapat diserap oleh saluran pencernaan).

 

Gejala Pellagra

 

Perlu diketahui bahwa vitamin B3 atau niasin adalah nutrisi yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna, kulit, dan sistem saraf. Jika kekurangan niasin, seseorang akan cenderung rentan mengalami pellagra yang ditandai dengan sejumlah gejala khas, seperti gangguan gastrointestinal, dermatitis, dan demensia, hingga kematian.

 

Berikut adalah masing-masing penjelasan terkait gejala pellagra yang penting untuk diketahui. 

 

  • Gangguan gastrointestinal. Gangguan pencernaan yang paling umum dan paling pertama terjadi akibat pellagra adalah diare. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi yang lama-kelamaan bisa memengaruhi penyerapan nutrisi dari makanan, sehingga memicu malnutrisi. Selain diare, sejumlah gejala gastrointestinal lainnya adalah muntah, nyeri perut, mual, penurunan nafsu makan, sariawan, dan pembengkakan lidah.

  • Dermatitis. Gejala lain dari pellagra adalah dermatitis yang ditandai dengan ruam di daerah yang terkena matahari (wajah, bibir, kaki, leher, atau tangan), kemudian berkembang menjadi plak yang kasar, bersisik, dan berwarna merah dan lama-kelamaan menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi). Pasien mengeluhkan gatal dan rasa terbakar pada kulit.

  • Demensia. Pellagra adalah penyakit sistemik yang memengaruhi tubuh secara keseluruhan, termasuk otak. Pada akhirnya, pellagra dapat menyebabkan gangguan di otak dan sistem saraf. Gejala awalnya adalah kelesuan, sulit berkonsentrasi, dan kecemasan. Seiring waktu, gejala dapat bertambah berat yang ditandai dengan seseorang mengalami kebingungan, delusi, kerusakan saraf permanen, demensia permanen, masalah keseimbangan tubuh, dan tremor.

 

Diagnosis Pellagra

 

Seperti proses penegakan diagnosis pada umumnya, dokter akan terlebih dahulu  melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa ruam pada kulit pasien. 

 

Apabila pasien dicurigai mengalami pellagra, dokter akan merekomendasi sejumlah tes penunjang. Beberapa tes tersebut meliputi:

 

  • Tes darah, untuk mendeteksi sejumlah kondisi yang berkaitan dengan pellagra, seperti anemia, gangguan fungsi hati, dan hipoproteinemia.

  • Tes urine, untuk mengukur kadar N-methylnicotinamide dan pyridone yang berkaitan dengan defisiensi vitamin B3.

  • CT scan, dilakukan jika dokter mencurigai adanya tumor yang memicu gangguan penyerapan niasin.

  • Kolonoskopi, untuk mendeteksi gangguan saluran pencernaan yang menjadi penyebab pellagra.

 

Komplikasi Pellagra

 

Pellagra adalah kondisi yang dapat disembuhkan, asalkan dengan pengobatan yang tepat dan diberikan sesegera mungkin. Namun jika penanganannya terlambat, pellagra dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi kulit, gagal tumbuh pada anak-anak, kerusakan organ tubuh, gangguan mental, koma, hingga kematian.

 

Pengobatan Pellagra

 

Mengingat bahwa pellagra adalah kondisi ketika tubuh kekurangan asupan niasin atau vitamin B3, maka langkah utama dalam mengatasinya adalah memperbaiki pola makan dengan mengonsumsi makanan yang kaya vitamin B3, seperti daging, telur, ikan, dan kacang-kacangan.

 

Selain itu, dokter juga akan meresepkan suplemen vitamin B3 untuk meningkatkan kadar niasin di dalam tubuh, sehingga pasien bisa kembali sehat. Suplemen bisa diberikan melalui suplemen oral atau injeksi (infus) jika pasien tidak bisa makan/minum atau muntah berlebihan.

 

Pada pasien dengan gejala pellagra, vitamin B3 dapat diberikan dengan dosis 50–100 mg niacin/niacinamide 3x1 hari selama 5 hari. 

 

Sementara itu, jika pasien mengalami pellagra akibat kondisi medis tertentu (pellagra sekunder), maka dokter juga perlu mengobati penyebab yang mendasarinya. Misalnya, apabila disebabkan oleh gangguan makan, maka dokter dapat melakukan terapi perilaku kognitif untuk mengubah pola pikir pasien agar bisa menerapkan pola makan yang sehat.

 

Pencegahan Pellagra

 

Langkah pencegahan pada pellagra primer dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang, termasuk makanan yang kaya vitamin B3, seperti kacang-kacangan, daging tanpa lemak, nasi, kentang, ikan, susu, dan sayuran hijau. 

 

Sebagai informasi, kebutuhan harian vitamin B3 pada orang dewasa adalah 14–16 mg. Sementara pada orang hamil dan menyusui, kebutuhan meningkat menjadi 18 mg/hari. Adapun bagi indvidu berusia di bawah 18 tahun, kebutuhannya adalah 6–16 mg/hari. 

 

Langkah pencegahan untuk pellagra sekunder bisa dilakukan dengan mencukupi kebutuhan nutrisi harian, serta melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter bila mengalami penyakit yang dapat meningkatkan risiko pellagra.

 

Guna memastikan kebutuhan nutrisi tubuh tercukupi, Anda dapat menggunakan layanan Homecare - Healthy Catering dari Siloam Hospitals yang bisa dipesan melalui aplikasi MySiloam. Paket makanan ini bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Bahkan, paket ini sudah dilengkapi dengan sesi konsultasi gratis bersama ahli gizi kami.

 

Apabila memerlukan pendampingan tenaga kesehatan dari rumah, Anda dapat memesan layanan Homecare - Coordinated Care dari Siloam Hospitals melalui aplikasi MySiloam. Layanan ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan pendampingan perawat secara langsung di rumah (menginap atau pulang pergi), serta pemantauan berkala oleh dokter umum dan dokter spesialis jika diperlukan. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail