SIDS, Kematian Mendadak pada Bayi yang Perlu Diwaspadai
Ibu dan Anak

SIDS, Kematian Mendadak pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

16 Oktober 2025 3 menit waktu baca
Sids (sudden infant death syndrome)

Sudden infant death syndrome atau SIDS adalah istilah medis yang menggambarkan kematian mendadak pada bayi tanpa diketahui penyebabnya. Kondisi ini dikenal juga dengan sebutan cot/crib death (kematian di tempat tidur) karena sering kali terjadi ketika bayi sedang tidur. SIDS paling sering terjadi pada bayi berusia 2–4 bulan.

 

SIDS adalah kondisi yang perlu diwaspadai oleh setiap orang tua karena bisa terjadi tanpa terduga. Oleh karenanya, mari simak informasi tentang sudden infant death syndrome melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)?

 

Kematian mendadak pada bayi, sudden infant death syndrome, atau SIDS adalah kondisi ketika bayi mengalami kematian mendadak dan tidak diketahui apa penyebabnya. Meski tidak diketahui secara pasti, namun terdapat dugaan bahwa posisi tidur bayi dapat memengaruhi kondisi ini, misalnya bayi tidur  tengkurap, atau tidur menyamping.

 

Pasalnya, tidur dengan posisi perut bayi di bawah dan menempel kasur dapat menyebabkan saluran napas terhambat, sehingga proses pernapasan menjadi terganggu dan meningkatkan risiko terjadinya rebreathing. 

 

Rebreathing adalah kondisi di mana bayi menghirup karbondioksida yang dikeluarkan dari napasnya sendiri, sehingga ia kekurangan oksigen selama tidur. Risiko ini akan meningkat jika ada banyak mainan atau boneka di dekat tempatnya tidur.

 

Faktor Risiko SIDS

 

Hingga kini, masih belum diketahui secara pasti apa penyebab SIDS. Meski begitu, terdapat beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya kematian mendadak pada bayi, berikut di antaranya:

 

  • Perawatan prenatal yang kurang baik.

  • Ibu merokok saat hamil atau merupakan perokok pasif.

  • Bayi berusia 2–4 bulan.

  • Berjenis kelamin laki-laki.

  • Cuaca dingin.

  • Kelahiran prematur.

  • Berat badan lahir rendah (BBLR).

  • Ibu berusia di bawah 20 tahun saat melahirkan bayi.

  • Mutasi atau kelainan gen.

  • Terdapat riwayat keluarga SIDS.

  • Gangguan di otak.

  • Sering terkena paparan asap rokok.

  • Infeksi paru.

  • Kondisi ruangan terlalu panas.

  • Tidur bersama bayi di satu tempat.

 

SIDS Tidak Menunjukkan Adanya Gejala

 

Pada kasus SIDS, umumnya bayi sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sehingga tidak ada gejala lain yang muncul. Bahkan, kondisi ini bisa terjadi pada bayi yang masih dalam keadaan sehat sebelum tidur, namun sudah meninggal ketika ditemui saat tengah malam atau pagi hari.

 

Dampak SIDS pada Orang Tua

 

SIDS adalah kondisi yang sulit untuk dicegah. Kehilangan buah hati tentu dapat menimbulkan jejak yang cukup menyakitkan di masing-masing hati orang tua. Mereka akan mengalami kesedihan mendalam dan rasa berkabung, bahkan terkadang disertai dengan sejumlah gejala berikut ini:

 

  • Menangis dalam waktu yang lama.

  • Linglung dan mati rasa.

  • Merasa bersalah.

  • Merasa lelah secara fisik dan mental.

 

Itulah sebabnya, orang tua yang bayinya mengalami SIDS memerlukan pendampingan dari rekan atau keluarganya agar tidak larut dalam kesedihan yang membahayakan dirinya sendiri. Mereka perlu diyakinkan bahwa apa yang terjadi bukanlah kesalahannya.

 

Jika kesedihannya semakin berlarut-larut, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan mentalnya.

 

Cara Mengurangi Risiko Terjadinya SIDS

 

Hingga kini, belum ada metode khusus yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan SIDS. Namun, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya SIDS adalah sebagai berikut:

 

  • Menjalani pemeriksaan prenatal secara rutin selama kehamilan.

  • Tidur bersama bayi namun di kasur yang berbeda.

  • Menidurkan bayi dalam posisi telentang.

  • Sebaiknya hindari menggunakan kasur yang terlalu empuk atau tebal untuk bayi.

  • Gunakan permukaan atau alas tidur yang keras untuk si kecil, seperti matras.

  • Hindari menyelimuti bayi sampai ke kepala.

  • Berikan pakaian yang dapat menjaga suhu tubuh bayi agar tetap hangat, jadi tidak perlu ada selimut tambahan.

  • Hindari memasukkan mainan atau bantal di boks tempat tidur bayi.

  • Memberikan imunisasi dasar lengkap bagi bayi sesuai dengan jadwal.

  • Memberikan ASI eksklusif, minimal hingga bayi berusia 6 bulan.

  • Memastikan ruangan tidak terlalu panas ataupun terlalu dingin.

  • Menjauhkan bayi dari paparan asap rokok.

  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol maupun obat keras tanpa anjuran dokter selama kehamilan.

 

Untuk memastikan kondisi kesehatan si kecil, Anda dapat mengajaknya berkunjung ke Siloam Hospitals terdekat di kota Anda dan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak kami.

 

Guna mempercepat akses pelayanan, Anda dapat membuat janji temu melalui fitur Cari Dokter atau Aplikasi Mysiloam. Jika si kecil tiba-tiba sakit, Anda juga dapat memesan layanan kunjungan dokter dan perawat yang tersedia di Siloam at Home untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus keluar rumah. Mari jaga kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam.

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail