Sleep Anxiety - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Mental

Sleep Anxiety - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

22 Agustus 2024 3 menit waktu baca
sleep anxiety adalah

Sleep anxiety adalah rasa cemas atau takut untuk tidur. Gangguan kecemasan ini membuat penderitanya kesulitan tidur. Hal ini mungkin terjadi karena seseorang memikirkan sesuatu yang buruk akan terjadi jika ia tertidur atau ia tersugesti tidak boleh tidur karena harus tetap waspada dan berjaga-jaga. Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Sleep Anxiety?

 

Seperti yang dijelaskan, sleep anxiety adalah perasaan cemas atau takut untuk tidur. Orang dengan sleep anxiety biasanya memiliki pemikiran bahwa akan terjadi hal buruk ketika ia tertidur atau tidak boleh tidur karena harus waspada dan berjaga-jaga. Kondisi ini tentunya akan mengganggu kemampuan penderita untuk beristirahat dengan cukup.

 

Sleep anxiety dapat dialami dengan cara yang berbeda-beda. Beberapa orang mungkin sudah cemas hanya dengan memikirkan naik ke tempat tidur setiap malam. Sebagian lainnya bisa saja mulai dihantui dengan pikiran-pikiran buruk ketika mencoba tidur atau memejamkan mata.

 

Penyebab Sleep Anxiety

 

Sleep anxiety adalah kondisi yang biasanya berhubungan dengan berbagai jenis kondisi kesehatan mental. Pasalnya, orang dengan masalah mental cenderung lebih sulit tidur sehingga dapat meningkatkan risiko terkena sleep anxiety. Secara umum, beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya sleep anxiety adalah:

 

 

Gejala Sleep Anxiety

 

Sleep anxiety adalah gangguan kecemasan yang bisa dialami oleh orang dewasa, remaja, maupun anak-anak. Gangguan ini dapat menimbulkan gejala psikologi dan emosional maupun fisik. Adapun beberapa gejala emosional yang biasanya dialami oleh penderita sleep anxiety adalah sebagai berikut:

 

  • Perasaan kelelahan.

  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi.

  • Gugup.

  • Kegelisahan.

  • Mudah marah.

  • Perasaan akan datangnya bahaya atau malapetaka.

  • Serangan panik, terutama pada malam hari.

 

Sementara itu, beberapa gejala fisik yang bisa ditimbulkan oleh kondisi sleep anxiety adalah:

 

  • Masalah pencernaan.

  • Berkeringat.

  • Gemetar.

  • Detak jantung lebih cepat.

  • Napas lebih cepat.

  • Otot-otot tegang.

 

Diagnosis Sleep Anxiety

 

Untuk melakukan diagnosis sleep anxiety, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala yang dialami pasien dan pemeriksaan fisik. Adapun beberapa pertanyaan yang biasanya diajukan oleh dokter saat anamnesis adalah sebagai berikut:

 

  • Apakah pasien makan atau minum sesuatu sebelum tidur?

  • Kegiatan apa yang dilakukan oleh pasien sebelum tidur?

  • Apakah kegelisahan pasien selalu terjadi sebelum tidur?

  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan pasien untuk tertidur?

  • Seberapa sering pasien terbangun di malam hari?

 

Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat merekomendasikan sleep study untuk mengetahui apakah pasien memiliki gangguan tidur. Tenaga profesional akan mengevaluasi bagaimana tubuh bekerja selama tidur dengan memeriksa:



  • Posisi tubuh.

  • Tahapan tidur.

  • Gerakan mata.

  • Mendengkur, atau suara lain yang dikeluarkan selama tidur.

  • Gerakan kaki.

  • Aktivitas listrik di dalam otak.

  • Pernapasan.

  • Kadar oksigen di dalam darah.

  • Denyut dan irama jantung.

 

Cara Mengatasi Sleep Anxiety

 

Tujuan utama perawatan sleep anxiety adalah mengurangi kecemasan dan insomnia sehingga bisa meningkatkan kualitas tidur penderitanya. Perawatan untuk sleep anxiety mencakup perawatan kecemasan dan perawatan insomnia. Berikut masing-masing uraiannya.

 

A. Perawatan Kecemasan

 

Psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif merupakan pengobatan lini pertama untuk meredakan kecemasan. Selain terapi, dokter biasanya juga meresepkan obat-obatan untuk mengatasi kecemasan akut dan jangka panjang (kronis), seperti obat golongan benzodiazepine (mengatasi kecemasan) atau golongan selective serotonin reuptake inhibitor/SSRI (antidepresan).

 

B. Perawatan Insomnia

 

Terapi perilaku kognitif untuk insomnia berfokus pada penyesuaian pikiran untuk meningkatkan kualitas tidur, mempraktikkan strategi relaksasi, dan menggunakan strategi lain untuk meningkatkan kualitas tidur. Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan untuk membantu pasien lebih nyenyak.

 

Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang telah disebutkan di atas tidak semerta-merta merepresentasikan sleep anxiety. Artinya, penyebab serta gejalanya tersebut mungkin mirip dengan kondisi medis lainnya. Itulah sebabnya, bila Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (Psikiatri) di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter atau tenaga medis lainnya terkait dengan kondisi ini juga bisa berbeda-beda setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.


Siloam Hospitals juga menyediakan paket Sleep Test yang bisa Anda pesan melalui aplikasi MySiloam. Paket ini dapat membantu mengetahui penyebab gangguan tidur pada seseorang. Tidak harus ke rumah sakit, sleep test bisa dilakukan di rumah dengan bantuan tenaga medis profesional yang akan berkunjung ke rumah Anda.

 

Siloam at Home

message

ArticleDetail