Kesehatan Tubuh
Apakah Mimisan Gejala dari Leukemia? Begini Penjelasannya

Table of Contents
Leukemia adalah kanker darah yang ditandai dengan peningkatan jumlah sel darah putih dalam tubuh. Kondisi ini juga dapat menyebabkan penurunan kadar trombosit atau platelet yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Karena itu, penderita leukemia cenderung rentan mengalami perdarahan, termasuk mimisan. Untuk mengetahui apakah mimisan gejala dari leukemia selengkapnya, Anda dapat menyimak ulasan di bawah ini.
Apakah Mimisan Gejala dari Leukemia?
Mimisan adalah kondisi ketika terjadi perdarahan dari hidung. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, namun tetap penting untuk diwaspadai karena bisa menjadi gejala dari kondisi medis tertentu. Salah satu kondisi medis yang kerap menyebabkan seseorang mengalami mimisan adalah leukemia. Sebetulnya, apakah mimisan gejala dari leukemia?
Pada dasarnya, penderita leukemia (kanker darah) cenderung lebih sering mengalami mimisan. Pada kasus leukemia, sel kanker akan berkembang secara abnormal dan tidak terkendali hingga akhirnya menyingkirkan sel-sel darah yang sehat di dalam tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan penurunan kadar komponen sel darah dalam tubuh, termasuk trombosit.
Trombosit adalah salah satu komponen sel darah yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Karena itulah, leukemia dapat memengaruhi kemampuan darah untuk membeku sehingga bisa menimbulkan gejala berupa mimisan yang terjadi cukup parah dan dengan frekuensi yang sering.
Leukemia juga bisa menyebabkan penderitanya mengalami mimisan yang sulit dihentikan, meskipun perdarahannya tidak begitu berat. Selain mimisan, leukemia juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti kulit mudah memar, gusi berdarah, dan menstruasi berat (menorrhagia).
Di samping itu, pengobatan leukemia, seperti kemoterapi, juga berisiko mengurangi kadar trombosit dalam darah (trombositopenia) yang bisa menimbulkan efek samping berupa mimisan. Jika prosedur tersebut menyebabkan kadar trombosit menurun, dokter dapat merekomendasikan pasien untuk menjalani transfusi trombosit.
Cara Menangani Mimisan akibat Leukemia
Mimisan yang terlalu sering dan berat bisa memengaruhi jumlah darah di dalam tubuh. Karena itu, bila penderita leukemia mengalami mimisan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah segera hentikan perdarahan tersebut. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghentikan mimisan:
-
Segera duduk dengan posisi kepala sedikit menunduk.
-
Tekan kedua sisi hidung selama 10–15 menit dengan ibu jari dan jari telunjuk.
-
Condongkan tubuh ke depan sambil bernapas melalui mulut. Dengan begitu, darah dapat mengalir ke hidung, bukan ke tenggorokan.
-
Letakkan kompres dingin pada pangkal hidung jika diperlukan.
-
Hindari posisi berbaring. Usahakan tubuh berada dalam posisi tegak guna membantu meminimalkan tekanan pada pembuluh darah hidung dan mengurangi perdarahan saat sedang mimisan.
-
Segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat jika mimisan pendarahan tidak kunjung berhenti.
Di samping itu, penderita leukemia juga bisa menangani mimisan dengan meningkatkan kadar trombosit dan menangani kondisinya. Hal tersebut dapat dilakukan melalui beberapa tindakan medis berikut ini:
-
Kemoterapi (terapi yang menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker).
-
Terapi target (tindakan medis yang secara khusus menargetkan sel kanker dengan obat-obatan atau zat lainnya).
-
Imunoterapi (metode pengobatan untuk mendorong kerja sistem imun tubuh agar bisa melawan sel kanker secara efektif).
-
Radioterapi (terapi yang menggunakan teknologi radiasi untuk membunuh dan menghentikan penyebaran sel-sel kanker).
-
Transfusi trombosit.
Kondisi Lain yang Bisa Menyebabkan Mimisan
Di samping leukemia, mimisan juga bisa disebabkan oleh kondisi lain yang dapat merusak pembuluh darah kecil di dalam hidung. Adapun beberapa kondisi yang bisa memengaruhi pembuluh darah kecil di hidung dan menyebabkan terjadinya mimisan adalah:
-
Kondisi cuaca dan kelembapan di lingkungan sekitar yang menyebabkan bagian dalam hidung menjadi kering.
-
Kebiasaan mengorek lubang hidung atau membuang ingus terlalu keras.
-
Trauma atau cedera pada bagian dalam hidung.
Selain itu, mimisan juga bisa terjadi karena terdapat perdarahan pada pembuluh darah di bagian lebih dalam dari hidung. Hal ini bisa disebabkan oleh:
-
Cedera kepala.
-
Komplikasi dari operasi hidung.
Dapat disimpulkan bahwa mimisan bisa menjadi salah satu gejala leukemia apabila terjadi terus-menerus dengan perdarahan yang parah. Namun, perlu diingat, tidak semua orang yang mengalami mimisan sudah pasti menderita leukemia. Waspadalah jika mimisan terjadi bersama dengan beberapa gejala lainnya, seperti:
-
Penurunan berat badan secara drastis tanpa alasan yang jelas.
-
Pembesaran kelenjar getah bening.
-
Rasa tidak nyaman pada perut akibat pembesaran hati dan limpa
-
Sering mengalami infeksi.
-
Rasa lelah yang tidak kunjung hilang.
-
Mudah memar dan berdarah.
Maka dari itu, jika ingin mendapatkan diagnosis yang tepat terkait dengan leukemia, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals. Untuk memudahkan, Anda bisa menemukan informasi jadwal praktik, membuat janji temu dengan dokter, hingga antre secara online melalui aplikasi MySiloam. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis pada smartphone Anda.




