Ibu dan Anak
Ketahui Seberapa Tinggi Peluang Penderita PCOS Bisa Hamil

Table of Contents
Kehamilan adalah kabar baik yang dinantikan oleh hampir semua pasangan. Sayangnya, ada beberapa kondisi yang menyebabkan wanita sulit untuk hamil, salah satunya yaitu PCOS (polycystic ovarian syndrome). Kondisi ini tak jarang membuat penderitanya khawatir tidak bisa memiliki keturunan. Lantas, seberapa besar peluang penderita PCOS bisa hamil? Simak selengkapnya di sini.
Apa itu PCOS?
PCOS adalah kumpulan gejala yang terjadi bersamaan dan menyebabkan gangguan reproduksi, hormon, hingga metabolisme tubuh pada wanita. Sindrom ovarium polikistik biasanya terjadi pada wanita di usia subur sehingga dapat memengaruhi kesuburannya.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab PCOS. Namun, beberapa faktor yang diduga kuat memicu PCOS adalah:
- Hormon insulin yang berlebihan. Insulin adalah hormon yang berperan menurunkan kadar gula darah. Jika kadarnya berlebihan, maka hormon androgen akan meningkat dan sensitivitas tubuh terhadap insulin menurun.
- Faktor genetik. Sebagian penderita PCOS umumnya memiliki keluarga dengan riwayat PCOS.
Sementara itu, beberapa tanda dan gejala PCOS yang biasanya dialami oleh penderitanya adalah sebagai berikut:
- Gangguan siklus menstruasi.
- Gejala akibat meningkatkan hormon androgen (maskulin), seperti tumbuhnya rambut lebat di wajah (hirsutism), jerawat, hingga kebotakan.
- Munculnya kantong-kantong kista di ovarium yang tampak saat pemeriksaan USG.
- Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap, terutama di area lipatan.
Penyebab PCOS yang Membuat Susah Hamil
Tak sedikit wanita yang khawatir tidak bisa memiliki keturunan karena PCOS. Pasalnya, kondisi ini merupakan salah satu penyebab wanita susah hamil yang paling sering dikeluhkan. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon yang akhirnya mengganggu masa subur dan proses ovulasi.
Di samping itu, wanita dengan PCOS cenderung memiliki ovarium (indung telur) lebih besar daripada rata-rata. Hal ini dipengaruhi oleh munculnya kista-kista kecil yang mengandung telur belum matang di sekitar ovarium. Akibatnya, sel telur tidak dapat dikeluarkan dan dibuahi.
PCOS juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang berujung obesitas. Obesitas sendiri dapat memengaruhi kesuburan wanita dengan mengubah cara kerja tubuh dalam memproses hormon. Di mana sel lemak berlebih akan mengubah hormon androstenedion menjadi testosterone atau estrone.
Hormon estrone dapat memengaruhi metabolisme bagian otak yang mengendalikan fungsi testis dan ovarium yang dapat menghambat ovarium melepas sel telur (ovulasi). Semakin jarang seorang wanita berovulasi, maka semakin kecil pula peluang ia untuk hamil.
Apakah PCOS Bisa Hamil?
Adakah kemungkinan penderita PCOS bisa hamil? Ada, namun peluangnya lebih rendah dan cenderung membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan wanita yang tidak menderita PCOS. Penderita pun memerlukan perawatan khusus untuk meningkatkan kesuburannya. Di mana, besarnya peluang penderita PCOS bisa hamil pun akan berbeda-beda.
Meski begitu, apabila siklus menstruasi, gangguan ovulasi, atau gejala PCOS lainnya dapat segera diatasi, maka peluang kehamilan juga semakin besar.
Komplikasi Kehamilan pada Penderita PCOS
Mengidap PCOS tidak menutup kemungkinan bagi wanita untuk hamil secara alami. Namun, terdapat beberapa risiko komplikasi yang dapat dialami oleh penderita PCOS selama kehamilan, seperti:
1. Diabetes Gestasional
Sindrom polikistik ovarium dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional. Namun, dengan perawatan yang tepat, kondisi ini akan menghilang setelah melahirkan. Ibu hamil dengan diabetes gestasional biasanya disarankan untuk menjalani caesar, karena ukuran tubuh bayi cenderung lebih besar.
2. Preeklamsia
Meski penderita PCOS bisa hamil, namun mereka perlu mewaspadai terjadinya preeklamsia, yaitu naiknya tekanan darah ketika memasuki usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini perlu mendapatkan perawatan medis yang tepat karena dapat menyebabkan risiko kesehatan lebih fatal.
3. Risiko pada Janin
Janin yang dikandung oleh ibu dengan kondisi PCOS berisiko lebih besar untuk lahir prematur, berukuran besar (makrosomia), menderita kadar gula rendah (hipoglikemia), hingga diabetes tipe-2.
Cara Mengatasi PCOS agar Cepat Hamil
Wanita dengan PCOS tetap memiliki kesempatan memiliki momongan. Namun, adanya kondisi ini membuat mereka memerlukan usaha lebih keras serta perawatan ekstra agar bisa hamil, seperti mengonsumsi obat-obatan dari dokter agar siklus menstruasi teratur.
Karena itu, biasanya dokter akan membantu merencanakan program hamil untuk PCOS disertai perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti menjaga berat badan ideal dan mengonsumsi makanan sehat. Berikut adalah beberapa upaya program hamil untuk PCOS yang disarankan oleh dokter.
1. Memperbaiki Gaya Hidup
Agar penderita PCOS bisa hamil, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melakukan perubahan terhadap gaya hidup menjadi lebih sehat. Misalnya, berolahraga secara rutin. Kebiasaan ini akan membuat tubuh lebih sehat dan bugar sehingga berdampak positif terhadap kesuburan. Lakukan kebiasaan ini sejak dini atau setidaknya tiga bulan sebelum memulai program hamil.
2. Memperbaiki Pola Makan
Selain memperbaiki gaya hidup, penderita PCOS juga perlu memperhatikan pola makan. Mulailah membiasakan diri untuk mengonsumsi buah dan sayur. Selain itu, tambahkan pula protein ke menu makanan sehari-hari. Penderita PCOS juga disarankan menambah porsi sarapan dan mengurangi porsi makan malam.
3. Mengonsumsi Obat-obatan dari Dokter
Biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan untuk mengatasi PCOS agar cepat hamil. Pengobatan ini bertujuan untuk melancarkan siklus menstruasi agar bisa ovulasi. Apabila obat minum dirasa kurang efektif, dokter juga akan memberikan obat suntik berupa hormon FSH, yaitu hormon yang merangsang pertumbuhan folikel telur.
4. Melakukan Bayi Tabung
Salah satu program hamil yang disarankan oleh dokter agar penderita PCOS bisa hamil adalah bayi tabung. Prosedur ini dilakukan dengan menggabungkan sel telur dan sperma dalam inkubator khusus agar terjadi pembuahan hingga menjadi embrio. Embrio akan ditempatkan kembali ke rahim dengan harapan bisa berkembang menjadi janin.
Itulah informasi seputar PCOS dan pengaruhnya terhadap kesuburan wanita. Apabila Anda memiliki keluhan menyerupai PCOS atau siklus menstruasi yang tidak teratur, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter kami.
Bagi Anda yang tengah merencanakan kehamilan, jangan ragu untuk mengunjungi Fertility Center yang terdapat di Siloam Hospitals Lippo Village dan Siloam Hospitals Palembang. Fertility Center Siloam sudah dilengkapi dengan layanan One Stop Service untuk pasangan yang sedang menanti buah hati.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Post Birthing Basic Package - Homecare
Lainnya, Perawatan Bersalin Homecare
Rp490.000
TERPOPULER
Post Birthing Complete Package - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp1.350.000
Pasca Operasi Maternal Care - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp990.000
Basic Female - SHBS
5 Service/Item
Rp830.000







