Mengenal Bahaya Tar dan Nikotin bagi Kesehatan Tubuh
Kesehatan Tubuh

Mengenal Bahaya Tar dan Nikotin bagi Kesehatan Tubuh

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
Mengenal bahaya tar dan nikotin bagi kesehatan

Tar dan nikotin merupakan zat kimia yang umumnya terkandung di dalam rokok. Pada dasarnya, baik tar maupun nikotin adalah zat berbahaya yang perlu dihindari karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Mari pahami lebih lanjut mengenai bahaya tar dan nikotin untuk kesehatan melalui artikel di bawah ini.

 

Mengenal Tar dan Nikotin

 

Sebagai informasi, rokok mengandung sekitar 7000 bahan kimia, yang mana 250 zat di antaranya merupakan zat berbahaya. Dari 250 jenis zat berbahaya tersebut, sebanyak 69 jenis di antaranya dapat menyebabkan kanker atau bersifat karsinogenik.

 

Meski mengandung ribuan zat kimia di dalamnya, tar dan nikotin adalah dua kandungan yang paling banyak dikenal orang. Tar adalah zat kimia dan partikel padat yang dihasilkan dari pembakaran rokok. Selain bersifat karsinogenik, zat ini juga dapat menyebabkan warna gigi dan jari perokok berubah menjadi kuning kecokelatan.

 

Sementara itu, nikotin adalah senyawa kimia alami yang didapatkan dari berbagai tumbuhan. Salah satu tanaman sumber nikotin yang umum digunakan pada rokok adalah tembakau. Namun, tidak hanya tembakau, nikotin juga dapat ditemukan di tanaman lain, seperti terung, kentang, atau tomat.

 

Bahaya Tar dan Nikotin

 

Tar maupun nikotin adalah zat berbahaya yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh, namun dengan cara atau pendekatan yang berbeda. Berikut adalah masing-masing penjelasan lengkap tentang bahaya tar dan nikotin yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

 

Bahaya Tar bagi Tubuh

 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tar adalah zat kimia yang bersifat karsinogenik, artinya dapat memicu pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Mengingat rokok langsung diisap di mulut, zat kimia ini dapat meningkatkan risiko kanker mulut pada para perokok.

 

Selain itu, tar juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru. Pasalnya, tar yang dihirup melalui asap rokok akan mengendap di paru-paru. Hal ini mengakibatkan paru-paru yang semula sehat dan cenderung berwarna merah muda, berubah menjadi keabu-abuan hingga menghitam.

 

Lebih lanjut, kondisi tersebut dapat memengaruhi silia, yaitu jaringan yang berfungsi untuk menyaring polutan yang masuk melalui saluran pernapasan. Semakin banyak tar yang terhirup, silia akan semakin melemah, bahkan mati. Jika silia sudah tidak berfungsi, racun tar bisa masuk lebih dalam ke paru-paru. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penyakit paru-paru, seperti bronkitis, emfisema, hingga kanker paru-paru.

 

Tidak hanya memicu kanker dan menyebabkan kerusakan pada paru-paru, tar juga dapat memiliki efek negatif pada organ tubuh lainnya. Beberapa penyakit lain yang berkaitan dengan tar adalah penyakit gusi, diabetes, infertilitas, dan penyakit jantung.

 

Bahaya Nikotin bagi Kesehatan

 

Nikotin adalah zat kimia dalam rokok yang bersifat adiktif sehingga dapat menyebabkan ketergantungan (adiksi). Inilah yang membuat para perokok sering kali merasa kesulitan untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Pasalnya, kandungan nikotin dalam rokok yang masuk ke dalam tubuh dapat mendorong otak untuk melepaskan hormon dopamin yang bisa membuat perasaan menjadi lebih tenang dan bahagia, namun hal tersebut hanya bersifat sementara.

 

Pada dasarnya, nikotin bukanlah zat kimia utama yang bertanggung jawab terhadap penyakit akibat merokok. Meski begitu, bukan berarti nikotin tidak berbahaya sama sekali. Zat kimia ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi anak di bawah usia 18 tahun serta ibu hamil.

 

Alasannya, paparan nikotin pada anak dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak, gangguan mood, serta meningkatkan risiko perilaku impulsif. Sementara pada ibu hamil, paparan nikotin dapat menyebabkan tumbuh kembang janin terhambat, meningkatkan risiko kelahiran prematur, dan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Hal inilah yang membuat ibu hamil disarankan untuk tidak merokok maupun terpapar asap rokok.

 

Manakah yang Lebih Berbahaya antara Tar dan Nikotin?

 

Lantas, manakah yang lebih berbahaya bagi tubuh? Pada dasarnya, kedua zat kimia ini saling berkaitan dalam menyebabkan masalah kesehatan bagi tubuh. Nikotin memang tidak bertanggung jawab terhadap penyakit yang disebabkan oleh rokok, namun zat ini dapat mendorong seseorang untuk terus merokok karena sifatnya yang adiktif.

 

Ketika seseorang terus merokok, zat berbahaya pada rokok, seperti tar, karbon monoksida, dan formaldehida akan terus masuk ke dalam tubuh hingga menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit paru-paru hingga kanker.

 

Cara Mencegah Bahaya Tar dan Nikotin

 

Cara terbaik dalam mencegah bahaya tar dan nikotin bagi kesehatan tubuh adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok. Namun, berhenti merokok memang tidak mudah bagi sebagian orang, terutama yang sudah merokok selama bertahun-tahun lamanya.

 

Kendati demikian, berhenti merokok bukanlah hal yang mustahil. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyadari bahwa menghentikan kebiasaan merokok dapat meningkatkan kualitas hidup dan menjaga kesehatan orang-orang di sekitarnya.

 

Ketika muncul keinginan merokok, cobalah mengalihkan keinginan tersebut dengan melakukan aktivitas lain, seperti berolahraga, mengerjakan hobi, atau mengonsumsi camilan tertentu. Jika masih merasa kesulitan, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter.

 

Itulah informasi mengenai bahaya tar dan nikotin yang perlu diketahui. Jika mengalami efek samping akibat rokok atau ingin mendapatkan saran dan rekomendasi dari dokter tentang gaya hidup sehat yang perlu dijalani, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda.

 

Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.


Gunakan juga fitur dalam aplikasi MySiloam untuk menemukan Rumah Sakit Siloam terdekat dan melakukan Self Check In agar memudahkan Anda check in dan antre lewat virtual queue. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-oka-wijaya-spp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Oka Wijaya, SpP

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magdalena-sirait-spp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magdalena Sirait, SpP

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-victor-nugroho-wijaya-spp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Victor Nugroho Wijaya, SpP, F. Pulmonologi Intervensional Lanjut

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail