Apa itu Bariatric Endoscopy? Ini Manfaat, Metode & Risikonya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Bariatric Endoscopy? Ini Manfaat, Metode & Risikonya

20 Mei 2025 4 menit waktu baca
Bariatric Endoscopy

 

Endoskopi bariatrik atau bariatric endoscopy adalah tindakan medis minim risiko untuk mengecilkan volume lambung tanpa tindakan pembedahan. Tindakan ini dapat membantu penyembuhan progresivitas penyakit hati kronik akibat fatty liver dengan 80–90% penderitanya memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Endoskopi bariatrik termasuk tindakan baru di Indonesia. Oleh sebab itu, mari kenali lebih lanjut mengenai endoskopi bariatrik dalam artikel berikut.

 

Apa Itu Bariatric Endoscopy?

 

Endoskopi bariatrik sangat membantu penderita fatty liver akibat obesitas. Hal ini disebabkan karena pengecilan volume lambung bermanfaat untuk membantu penyembuhan progresivitas penyakit hati kronik akibat fatty liver. Tindakan ini bisa mengurangi risiko terjadinya sirosis hati ataupun kanker hati.

 

Bariatric endoscopy dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang disebut endoskop, yaitu alat berbentuk selang yang dilengkapi dengan senter dan kamera di bagian ujungnya. Kamera tersebut dimasukkan melalui mulut hingga ke organ lambung untuk menangkap gambar di dalam tubuh.

 

Tangkapan gambar tersebut akan ditampilkan pada layar monitor sehingga dokter dapat mengamati organ dalam atau jaringan secara detail. Setelah kondisi lambung pasien telah dipastikan sehat, maka dokter dapat melanjutkan prosedur bariatric endoscopy.

 

Manfaat Bariatric Endoscopy

 

Secara umum endoskopi bariatrik memiliki manfaat sebagai berikut:

 

A. Sebagai Rekomendasi Terapi Penyakit Tanpa Bedah

 

Prosedur bedah sering menjadi hal yang ditakuti oleh banyak orang. Dengan hadirnya endoskopi bariatrik, penderita fatty liver akibat obesitas dapat melakukan tindakan untuk mengontrol berat badan tanpa prosedur pembedahan. Tindakan penurunan berat badan ini menjadi salah satu upaya memperbaiki kondisi pasien yang menderita fatty liver.

 

B. Mencegah Progresifitas Penyakit

 

Ada kalanya penderita fatty liver tidak berhasil menurunkan berat badan meskipun sudah melakukan program diet dan kegiatan fisik dalam kurun waktu tertentu. Endoskopi bariatrik dapat dilakukan guna membantu penderita dalam mengontrol berat badan. Penurunan kadar lemak dalam tubuh dapat mencegah progresivitas penyakit hati kronik. Perlemakan hati dalam jangka panjang dikhawatirkan bisa merusak jaringan hati yang berisiko berkembang menjadi kanker hati atau sirosis hati.

 

C. Mencegah Penyakit Komplikasi Akibat Obesitas

 

Manfaat baik endoskopi bariatrik tidak hanya dikhususkan bagi kondisi fatty liver, sebab berat badan berlebih atau obesitas dapat memicu kondisi kesehatan lainnya. Dengan upaya penurunan berat badan melalui tindakan endoskopi bariatrik, penderita obesitas dapat meminimalisasi risiko mengalami sejumlah penyakit berikut:

 

 

Metode Bariatric Endoscopy

 

Terdapat dua metode endoskopi bariatrik yang dapat dilakukan oleh dokter Gastroentero–Hepatologi, yaitu:

 

A. Endoscopic Sleeve Gastroplasty (ESG)

 

Prosedur ini merupakan endoskopi minimal invasif dengan tujuan mengecilkan ukuran lambung agar volumenya berkurang. Endoskop akan dimasukkan ke dalam tubuh hingga area lambung, lalu tindakan penjahitan dinding lambung agar volume lambung menjadi lebih kecil akan dilakukan. Dengan metode ESG, risiko komplikasi seperti GERD, kebocoran, perdarahan, dan infeksi dapat diminimalisasi.

 

Endoscopic sleeve gastroplasty akan menghasilkan penurunan berat badan yang bertahan dalam jangka waktu lama. Sejauh ini, lebih dari 90% pasien endoskopi bariatrik mengalami penurunan berat badan dan hasilnya menetap dalam waktu setidaknya 1–5 tahun.

 

B. Intragastric Balloon

 

Intragastric balloon merupakan prosedur endoskopi bariatrik yang dilakukan dengan cara menempatkan balon yang akan diisi dengan cairan saline pada organ lambung. Balon ini bertujuan untuk mengisi rongga lambung sehingga volume rongga kosong pada lambung akan berkurang. Keberadaan balon pada lambung dapat membuat pasien tidak dapat mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak dan merasa cepat kenyang setelah makan.

 

Pasien yang melakukan prosedur endoskopi dengan intragastric balloon perlu melakukan setidaknya dua kali tindakan endoskopi. Hal ini disebabkan karena balon perlu diambil kembali dalam kurun waktu 6 bulan hingga 1 tahun. Dokter kemudian akan meninjau kembali perlu tidaknya penempatan balon baru dalam lambung pasien.

 

Risiko Bariatric Endoscopy

 

Endoskopi bariatrik memiliki risiko yang sangat rendah dibandingkan dengan metode bedah karena tidak ada proses sayatan pada tubuh pasien dan tidak ada tindakan pemotongan organ yang dilakukan. Adapun risiko minor yang mungkin dialami pasien di antaranya adalah sebagai berikut:

 

  • Perdarahan.

  • Infeksi.

  • Mual.

  • Nyeri.

 

Endoskopi bariatrik bukanlah jalan pintas untuk menghindari atau menyembuhkan penyakit. Maka dari itu, setelah melakukan prosedur, pasien tetap harus melaksanakan perawatan pasca endoskopi bariatrik, yakni menjaga pola makan, berolahraga secara teratur, dan menjalani konsultasi penurunan berat badan. Seluruh kegiatan ini perlu dilakukan dengan konsisten untuk mencapai kondisi kesehatan yang prima.

 

Komplikasi dan efek samping setelah bariatric endoscopy pada dasarnya memiliki kemungkinan yang kecil dan penangannya akan disesuaikan dengan komplikasi yang dialami oleh pasien. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti jadwal kontrol pascaoperasi dengan disiplin.

 

Penting untuk diketahui bahwa prosedur bariatric endoscopy hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis ditegakkan. Dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi medis pasien untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan ini. Jika Anda mencurigai adanya tanda-tanda komplikasi, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan  Gastro-Entero-Hepatologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

My Siloam App

message

ArticleDetail