Ibu dan Anak
Cara Mengatasi Bayi Susah Menelan beserta Penyebabnya

Table of Contents
Penting untuk dipahami bahwa bayi belum bisa mengekspresikan secara jelas apa yang sedang ia rasakan. Oleh karena itu, setiap orang tua perlu memiliki kepekaan yang tinggi terkait perubahan yang ditunjukkan oleh si kecil. Contohnya, jika bayi tidak mau makan atau hanya mau makan lebih sedikit dari biasanya, hal ini bisa menandakan bahwa bayi susah menelan. Lantas, apa yang bisa orang tua lakukan untuk mengatasinya? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Mengenal Kondisi Bayi Susah Menelan (Disfagia)
Disfagia (gangguan menelan) adalah kondisi ketika anak mengalami kesulitan fisik untuk menelan. Menelan adalah proses yang kompleks yang melibatkan tiga tahap dan dikendalikan oleh saraf yang menghubungkan saluran pencernaan ke otak. Disfagia terjadi ketika ada gangguan pada salah satu dari tahap berikut:
-
Tahap persiapan oral: Pada tahap ini, makanan dikunyah dan dibasahi oleh air liur. Kemudian, lidah akan mendorong makanan dan cairan ke bagian belakang mulut menuju tenggorokan.
-
Tahap faring (pharyngeal stage): Pada tahap ini, makanan memasuki faring (tenggorokan). Kemudian, katup epiglotis menutup saluran ke tenggorokan sehingga makanan tidak masuk ke paru-paru dan langsung menuju kerongkongan. Epiglotis akan terbuka lagi sehingga bisa kembali bernapas. Fase ini awalnya dimulai secara tidak sadar, namun seiring waktu bisa dikendalikan.
-
Tahap esofagus (esophageal stage): Cairan yang masuk ke tubuh akan jatuh melalui esofagus ke dalam lambung karena adanya gravitasi. Otot-otot di esofagus mendorong makanan ke lambung dengan gerakan peristaltik. Selaput otot antara ujung dan bagian atas esofagus mengendur sebagai respons terhadap proses menelan yang memungkinkan makanan dan cairan masuk ke lambung.
Apa Penyebab Bayi Susah Menelan?
Pada populasi umum, sekitar 1% anak mengalami disfagia. Pada beberapa populasi klinis, insiden disfagia ditemukan lebih tinggi pada anak dengan gangguan neurologis, cerebral palsy, gangguan pernapasan dan jantung, cedera otak traumatis, gangguan gastrointestinal, malformasi saluran napas, dan kelainan bawaan.
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan bayi susah menelan, misalnya masalah jangka pendek, seperti pengaruh obat atau masalah struktural, seperti bibir sumbing. Adapun sejumlah kondisi lain yang dikaitkan dengan disfagia pada bayi adalah sebagai berikut:
-
Gangguan pertumbuhan gigi.
-
Ukuran lidah yang besar (makrlogosia).
-
Penyakit yang memengaruhi saraf dan otot, seperti cedera otak, stroke, tumor, cedera saraf, atau distrofi otot (sekelompok penyakit yang dapat menyebabkan kelemahan progresif dan hilangnya massa otot).
-
Gangguan fungsi lidah dan otot-otot di tenggorokan serta esofagus.
-
Amandel besar.
-
Tumor atau massa di tenggorokan.
-
Masalah dengan perkembangan prenatal tulang tengkorak dan struktur di mulut serta tenggorokan.
-
Malformasi prenatal pada saluran pencernaan.
-
Sensitivitas oral yang terjadi pada anak-anak yang sakit parah dan menggunakan ventilator dalam jangka waktu yang lama.
-
Iritasi atau kelumpuhan pita suara.
-
Pernah menjalani trakeostomi.
-
Penyakit refluks asam lambung (GERD).
-
Keterlambatan perkembangan.
-
Lahir prematur.
Gejala Bayi Susah Menelan
Susah menelan pada bayi dapat menyebabkan bayi kesulitan mendapatkan nutrisi yang cukup dan tumbuh kembang yang optimal. Sayangnya, gejala yang ditimbulkan anak susah menelan terkadang tidak begitu jelas. Namun, orang tua bisa memperhatikan beberapa tanda berikut ini:
-
Makan dengan lambat.
-
Berusaha menelan satu suapan makanan beberapa kali.
-
Kesulitan mengoordinasikan gerakan mengisap dan menelan.
-
Tersedak saat makan atau minum.
-
Mengiler.
-
Merasakan ketidaknyamanan di tenggorokan.
-
Kelelahan atau sesak napas saat makan atau minum.
-
Sering meludah atau muntah.
-
Penurunan berat badan.
-
Gagal tumbuh (failure to thrive).
Diagnosis Penyebab Bayi Susah Menelan
Guna menentukan penyebab bayi susah menelan, dokter atau ahli patologi wicara akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan si kecil. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan mengamati anak saat makan untuk melihat apakah anak tersedak, batuk, atau menunjukkan tanda-tanda menelan yang tidak aman.
Untuk menegakkan diagnosis mengenai penyebabnya, dokter mungkin juga merekomendasikan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Oral-pharyngeal video swallow. Pada pemeriksaan ini, anak akan diberi sedikit cairan barium, kemudian serangkaian X-ray akan dilakukan untuk mengamati apa yang terjadi ketika anak menelan cairan tersebut.
-
Barium swallow/upper GI series. Dokter akan memberikan cairan barium kepada anak dan melakukan serangkaian sinar-X untuk melihat adanya masalah pada tenggorokan, kerongkongan, dan perut.
-
Endoskopi. Pemeriksaan menggunakan alat bernama endoskop (tabung kecil yang dilengkapi dengan lampu dan kamera) untuk melihat bagian dalam saluran pencernaan.
Cara Mengatasi Bayi Susah Menelan
Disfagia pada anak ditangani sesuai dengan penyebab yang mendasarinya, dan penanganan ini umumnya melibatkan tim multidisiplin. Feeding therapy sering kali merupakan pengobatan lini pertama untuk bayi dan anak-anak dengan disfagia. Terapi ini dapat mencakup perubahan cara pemberian makanan, perubahan posisi makan, atau pengaturan kecepatan makan dalam upaya untuk memperbaiki urutan mengisap-menelan-bernapas.
Menjalani terapi wicara atau terapi okupasi juga dapat membantu anak dengan disfagia. Terapi ini dapat membantu anak untuk membuat proses menelan lebih efektif atau menyarankan kepada orang tua mengenai teknik pemberian makan yang bisa memperbaiki masalah menelan pada anak.
Pada bayi yang susah menelan setelah operasi mulut atau menggunakan ventilator dalam jangka waktu yang lama, disarankan untuk melakukan latihan guna mengurangi kepekaannya terhadap benda di mulut. Latihan atau aktivitas tersebut bisa meliputi:
-
Menyediakan mainan atau benda yang aman untuk dikunyah bayi. Cobalah berbagai mainan dengan tekstur dan suhu yang berbeda-beda.
-
Memberikan variasi rasa, tekstur, dan suhu yang berbeda pada makanan lunak untuk anak-anak yang berusia lebih dari 4 bulan.
-
Membiarkan anak bermain dengan makanannya saat makan.
Disfagia dapat menyebabkan cairan atau makanan memasuki saluran napas anak dan menyebabkan tersedak. Kondisi ini tidak bisa disepelekan karena dapat memicu masalah lain, seperti pneumonia aspirasi, pneumonia, dan infeksi paru-paru. Anak juga bisa mengalami dehidrasi bila tidak mendapat asupan cairan yang cukup karena kesulitan menelan.
Sebagai informasi, penjelasan di atas tidak bisa dijadikan acuan untuk mengatasi bayi yang susah menelan. Tetap diperlukan pemeriksaan dan diagnosis yang akurat dari dokter untuk menentukan penyebab dan cara mengatasinya secara tepat. Dalam hal ini, orang tua bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik di Siloam Hospitals terdekat.
Siloam Hospitals menyediakan layanan rehabilitasi medik untuk anak-anak dan dewasa, memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Layanan ini meliputi fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi wicara. Dengan tim medis profesional dan pendekatan yang komprehensif, Siloam Hospitals berkomitmen untuk membantu pasien mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Untuk membuat janji temu dengan Dokter Spesialis Pediatri, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Children’s Hospital of Philadelphia. Dysphagia. Diakses pada 2024 | Childrens Wisconsin. Swallowing disorders. Diakses pada 2024 | Children’s Health. Pediatric dysphagia (swallowing disorder). Diakses pada 2024 | Pediatric ENT of Oklohama. Causes and Treatments of Infant Swallowing Disorders. Diakses pada 2024 | Printza, Athanasia; Sdravou, Katerina; and Triaridis, Stefanos. Dysphagia Management in Children: Implementation and Perspectives of Flexible Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES). Diakses pada 2024 | Lawlor, Claire M; Choi Sukgi. Diagnosis and Management of Pediatric Dysphagia: A Review. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Okta Hariza, SpKFR
Rehabilitasi Medik
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini





