Bolehkah Berhubungan Intim Saat Infeksi Saluran Kemih?
Kesehatan Tubuh

Bolehkah Berhubungan Intim Saat Infeksi Saluran Kemih?

22 Januari 2026 4 menit waktu baca
bolehkah berhubungan intim saat infeksi saluran kemih

 

Infeksi saluran kemih adalah kondisi medis yang umum terjadi, terutama pada wanita. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk aktivitas seksual. Mungkin banyak pasangan yang bertanya-tanya, bolehkah berhubungan intim saat infeksi saluran kemih?

 

Untuk menjawabnya, penting bagi setiap pasangan memahami bagaimana risiko berhubungan intim saat infeksi saluran kemih atau tips yang aman untuk berhubungan intim saat ISK jika memungkinkan secara medis. Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

 

Bolehkah Berhubungan Intim Saat Infeksi Saluran Kemih?

 

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika organ pada sistem kemih mengalami infeksi. ISK paling sering terjadi di kandung kemih dan uretra. Kondisi ini disebabkan oleh adanya bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih melalui uretra, lalu berkembang di kandung kemih.

 

Meski bisa terjadi pada siapa saja, infeksi saluran kemih lebih sering dialami oleh wanita. Hal ini dikarenakan wanita memiliki uretra yang lebih pendek dibandingkan dengan pria. Akibatnya, bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih dan ginjal.

 

ISK dapat menyebabkan organ intim terasa nyeri saat buang air kecil, nyeri pada perut atau punggung bagian bawah, dan urine berbau tidak sedap. ISK juga kerap mengganggu aktivitas seksual penderitanya. Lantas, bolehkah berhubungan intim saat infeksi saluran kemih?

 

Sebenarnya, gejala-gejala tersebut tidak secara langsung membuat penderitanya dilarang untuk melakukan hubungan intim. Hanya saja, ISK sering kali membuat penderitanya merasa tidak nyaman saat melakukan hubungan intim. Rasa tidak nyaman ini dapat terjadi karena:

 

  • Jaringan saluran kemih yang teriritasi dapat semakin meradang saat berhubungan intim sehingga bisa menimbulkan rasa nyeri atau ketidaknyamanan yang lebih parah.

  • Melakukan hubungan intim saat ISK dapat menyebabkan komplikasi, seperti memperparah infeksi atau memperlambat proses penyembuhan ISK.

 

Di samping itu, jurnal berjudul Assessing The Influence of Recurrent Urinary Tract Infections on Sexual Function: A Case-Control Study (2025) menyebutkan bahwa gairah seksual wanita cenderung menurun saat mengalami ISK. Berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut, dokter biasanya menyarankan untuk menunda hubungan seksual sampai gejala ISK benar-benar hilang dan pengobatan sudah selesai seluruhnya.

 

Risiko Berhubungan Intim Saat Infeksi Saluran Kemih

 

Berhubungan intim saat gejala infeksi saluran kemih masih aktif dapat menimbulkan beberapa risiko yang meliputi:

 

  • Dapat memperparah nyeri dan gejala lain: Proses penetrasi saat berhubungan intim dapat menekan area sensitif dan memperparah rasa sakit akibat peradangan pada saluran kemih.

  • Paparan patogen atau bakteri baru: Berhubungan intim dapat mendorong bakteri, terutama E. coli, dari anus atau saluran cerna untuk masuk lebih dalam ke saluran kemih. Hal ini berpotensi memperburuk ISK atau menyebabkan infeksi baru yang bisa membuat masa pemulihan lebih lama.

  • Berisiko menularkan bakteri ke pasangan: Meski ISK bukan penyakit menular seksual, namun bakteri penyebabnya bisa berpindah antarpasangan melalui hubungan vaginal atau anal.

 

Tips Berhubungan Intim Saat Infeksi Saluran Kemih

 

Apabila tetap menghendaki berhubungan intim sebelum infeksi saluran kemih benar-benar sembuh, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar mendapatkan saran yang tepat. Jika dirasa memungkinkan, beberapa tips yang bisa diperhatikan agar tetap aman berhubungan intim saat ISK adalah sebagai berikut:

 

  • Perhatikan gejala: Jika merasa tiba-tiba ingin buang air kecil, cobalah beristirahat sejenak. Pasalnya, menahan buang air kecil justru dapat memperparah gejala ISK.

  • Buang air kecil sebelum dan setelah berhubungan intim: Langkah ini dapat membantu membersihkan bakteri yang mungkin bisa masuk ke uretra.

  • Membersihkan diri setelah berhubungan intim: Langkah ini dapat membantu membersihkan bakteri dari sekitar anus yang mungkin bisa masuk ke lubang uretra selama berhubungan intim.

  • Hindari berpindah jalur penetrasi: Minimalkan risiko penyebaran bakteri dengan tidak berpindah jalur penetrasi, seperti berpindah dari penetrasi vaginal ke anal atau sebaliknya. Sebaiknya, hindari juga seks oral untuk mencegah infeksi sekunder. 

 

Kapan Waktu yang Aman untuk Berhubungan Intim Setelah ISK?

 

Sebaiknya penderita ISK menunda aktivitas seksual terlebih dahulu, terutama hubungan intim yang melibatkan penetrasi hingga semua gejala benar-benar hilang. Tidak ada larangan medis khusus untuk kembali berhubungan seksual setelah pengobatan ISK selesai.

 

Kendati demikian, dokter menyarankan untuk tetap berhati-hati selama dua minggu pertama setelah sembuh guna mendukung proses pemulihan dan mencegah ISK kambuh lagi. Dalam penelitian berjudul Risk of Urinary Tract Infection Symptoms Recurrence In Women: A Prospective Observational Study (2021) disebutkan bahwa berhubungan intim di dua minggu peretama tersebut merupakan faktor risiko yang berpengaruh signifikan terhadap kekambuhan ISK.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Jika masih ragu bolehkah berhubungan intim saat infeksi saluran kemih (ISK), sebaiknya konsultasikan langsung dengan dokter. Hal ini penting mengingat kondisi setiap orang berbeda-beda. Di samping itu, segera hubungi dokter bila mengalami gejala baru selama ISK, seperti:

 

  • Nyeri hebat di punggung atau perut.

  • Perdarahan saat buang air kecil.

  • Keputihan atau cairan tidak biasa dari penis atau vagina.

 

Jadi, bisa disimpulkan bahwa berhubungan intim saat mengalami infeksi saluran kemih sebaiknya dihindari, terutama jika gejala masih aktif. Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, dan pastikan infeksi benar-benar sembuh sebelum kembali melakukan aktivitas seksual.

 

Apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi salurah kemih, seperti nyeri saat buang air kecil dan nyeri di area perut atau punggung bawah, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang akan dijalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Everyday Health. Should You Have Sex With a UTI?. Diakses pada 2025 | Healthline. Can You Have Sex with a Urinary Tract Infection (UTI)?. Diakses pada 2025 | Medical News Today. Can you have sex when you have a UTI?. Diakses pada 2025 | The Journal of Sexual Medicine. Assessing the influence of recurrent urinary tract infections on sexual function: a case-control study. Diakses pada 2025 | Tzu Chi Medical Journal. Risk of urinary tract infection symptoms recurrence in women: A prospective observational study. Diakses pada 2025 |

message

ArticleDetail