Bintik Putih pada Kuku (Leukonychia): Penyebab & Pengobatan
Kesehatan Tubuh

Bintik Putih pada Kuku (Leukonychia): Penyebab & Pengobatan

22 Agustus 2024 5 menit waktu baca
bintik putih pada kuku

Bintik putih pada kuku atau leukonychia biasanya tidak perlu dikhawatirkan, mengingat kondisi ini kerap disebabkan oleh trauma atau cedera ringan. Namun, dalam beberapa kasus, leukonychia bisa menjadi tanda dari kondisi medis tertentu, seperti anemia hingga penyakit liver. Untuk mengetahui penyebab bintik putih pada kuku selengkapnya, mari simak artikel berikut ini sampai tuntas.

 

Mengenal Bintik Putih pada Kuku (Leukonychia)

 

Leukonychia adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya bintik atau garis putih pada kuku, baik kuku jari tangan maupun jari kaki. Kondisi ini umum terjadi yang biasanya tidak berbahaya. Berdasarkan kemunculan bercak putihnya, leukonychia dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Total leukonychia. Jenis leukonychia ini ditandai dengan munculnya bercak putih yang menutupi seluruh lempeng kuku.

  • Partial leukonychia. Ditandai dengan munculnya bercak putih pada sebagian lempeng kuku. Partial leukonychia dapat dikelompokkan kembali menjadi tiga jenis, yaitu:

    • Punctate leukonychia: Munculnya titik kecil atau garis putih di beberapa kuku jari.

    • Longitudinal leukonychia: Munculnya garis putih vertikal yang memanjang dari bagian dasar kuku.

    • Striate atau transverse leukonychia: Munculnya satu atau lebih garis horizontal yang melintasi kuku dan sejajar dengan lunula (area pucat yang berbentuk seperti bulan sabit pada dasar kuku). Ini juga disebut sebagai Mees’ lines.

 

Di samping itu, berdasarkan lokasi bercak putihnya, leukonychia juga bisa diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:

 

  • True leukonychia: Bintik putih terbentuk pada area jari yang menjadi tempat mulai tumbuhnya kuku (matriks kuku) dan bagian keras kuku (lempeng kuku). Perubahan warna terjadi karena adanya keratinisasi lempeng kuku yang abnormal. Jika ditekan, bintik putih pada kuku tidak akan hilang.

  • Apparent leukonychia: Bintik putih terbentuk di kulit di bawah kuku (nail bed). Jika ditekan, bintik putih akan hilang.

  • Pseudoleukonychia: Bintik putih terbentuk di permukaan kuku.

 

Sedangkan berdasarkan waktu terbentuk atau munculnya, bintik atau bercak putih pada kuku bisa diklasifikasikan menjadi:

  • Kongenital (bawaan): Familial leukonychia disebabkan oleh adanya mutasi pada gen fosfolipase C delta-1 yang ditandai dengan semua kuku akan tampak berwarna putih susu.

  • Acquired (didapat): Terjadi sekunder akibat penyakit sistemik. Penting untuk dicatat bahwa leukonikia kongenital mungkin juga disebabkan oleh penyakit sistemik.

 

Penyebab Bintik Putih pada Kuku

 

Kemunculan bintik putih pada kuku biasanya disebabkan oleh trauma atau cedera ringan di area kuku. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi akibat kondisi medis tertentu, seperti reaksi alergi, infeksi jamur, hingga efek samping obat-obatan. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

  • Trauma atau cedera di area kuku. Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan trauma pada kuku dan menimbulkan leukonychia, di antaranya:

    • Kebiasaan menggigit kuku.

    • Menggunakan sepatu atau sandal yang terlalu kecil.

    • Manikur dan pedikur.

    • Kuku terbentur oleh benda tertentu atau mengetuk sesuatu dengan kuku.

  • Reaksi alergi terhadap cat kuku (nail polish), penghapus cat kuku (nail polish remover), atau kuku palsu (fake nails).

  • Infeksi jamur. Infeksi jamur bisa menyebabkan perubahan warna dan penebalan pada kuku.

  • Efek samping obat-obatan atau keracunan zat tertentu, seperti:

    • Efek samping sulphonamides (salah satu jenis antibiotik).

    • Efek samping obat kemoterapi yang diberikan secara oral, suntikan, ataupun infus.

    • Keracunan logam berat, seperti timbal dan arsenik.

  • Menderita kondisi medis tertentu, seperti:

  • Kelainan genetik (jarang terjadi). Beberapa jenis kelainan genetik yang dapat menyebabkan munculnya bintik putih pada kuku, di antaranya:

    • Penyakit Darier.

    • Hailey-Hailey disease.

    • Sindrom Bart-Pumphrey.

    • Sindrom Buschkell-Gorlin.

    • Sindrom Bauer.

 

Diagnosis Bintik Putih pada Kuku

 

Untuk mengetahui penyebab yang mendasari munculnya bintik putih pada kuku, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan riwayat kesehatan dan kejadian yang dapat menimbulkan trauma pada kuku. 

 

Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yaitu melihat kuku dengan kaca pembesar agar bisa lebih terlihat jelas. Jika leukonychia disebabkan oleh trauma, dokter mungkin hanya akan memantau kondisi pasien secara keseluruhan.

 

Namun, jika dokter mencurigai leukonychia diakibatkan oleh kondisi medis tertentu, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan beberapa prosedur berikut ini:

 

  • Mikologi, dokter akan memotong kuku pasien untuk diperiksa di laboratorium.

  • Biopsi kuku, dokter akan mengambil sampel kuku dan jaringan kulit di sekitar kuku pasien untuk diperiksa di laboratorium.

  • Tes darah, untuk mendeteksi kondisi medis tertentu atau keracunan logam berat yang dapat menyebabkan munculnya leukonychia.

 

Pengobatan Bintik Putih pada Kuku

 

Pengobatan bintik putih pada kuku dapat dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Namun, jika terjadi akibat trauma, bintik putih pada kuku biasanya bisa menghilang dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan kuku (sekitar 6–9 bulan). 

 

Selain itu, beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menangani penyebab yang mendasari leukonychia adalah:

 

  • Penggunaan obat antijamur, baik oral maupun topikal, untuk menangani leukonychia akibat infeksi jamur.

  • Pemberian suplemen tertentu, terutama jika leukonychia disebabkan oleh defisiensi zat besi atau zink. Di samping itu, dokter juga dapat menyarankan pasien untuk mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

 

Pencegahan Bintik Putih pada Kuku

 

Pada dasarnya, pencegahan leukonychia atau bintik putih pada kuku dapat dilakukan dengan merawat kuku agar tetap sehat. Hal tersebut dapat dilakukan melalui beberapa cara, seperti menghindari paparan senyawa kimia yang dapat mengiritasi kuku, hingga mengonsumsi suplemen biotin. Berikut uraian selengkapnya.

 

  • Selalu menggunakan sarung tangan untuk melindungi kuku saat sedang melakukan pekerjaan yang berisiko menyebabkan trauma pada kuku.

  • Menghindari paparan senyawa kimia atau produk yang dapat mengiritasi kuku.

  • Menghindari penggunaan cat kuku yang berlebihan atau tekanan mekanis yang berlebihan pada saat pemasangan atau pelepasan kuku palsu.

  • Menjaga kuku agar tetap bersih dan kering agar terhindar dari risiko infeksi jamur.

  • Menghindari kebiasaan menggigit kuku.

  • Menggunakan pelembap pada kuku dan kutikula.

  • Mengonsumsi suplemen biotin untuk membantu memperkuat kuku.

  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter.



Penting untuk diketahui bahwa penyebab yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi bintik putih pada kuku. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait bintik putih pada kuku dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail