Mengenal Biopsi Kerucut Serviks, Tujuan dan Risikonya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Biopsi Kerucut Serviks, Tujuan dan Risikonya

26 Mei 2025 4 menit waktu baca
biopsi kerucut serviks

Biopsi kerucut serviks adalah prosedur pengambilan jaringan abnormal di serviks dengan irisan berbentuk kerucut. Jaringan atau sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop guna memperoleh diagnosis yang akurat. Mari pahami lebih mendalam mengenai prosedur biopsi kerucut serviks melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Biopsi Kerucut Serviks?

 

Source: Cancer Research Uk

 

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa biopsi kerucut serviks (cone biopsy) atau konisasi adalah prosedur yang dilakukan untuk mengangkat jaringan abnormal dari serviks. Prosedur ini dapat membantu dokter mendeteksi kanker serviks atau perubahan pada beberapa sel serviks (disebut juga dengan displasia serviks) yang dapat berkembang menjadi kanker.

 

Prosedur ini disebut sebagai biopsi kerucut, karena dokter akan memotong jaringan yang berbentuk kerucut dari leher rahim. Jenis biopsi ini juga memungkinkan dokter untuk mencapai lapisan yang lebih dalam dari serviks. 

 

Tujuan Biopsi Kerucut Serviks

 

Tujuan utama biopsi kerucut serviks adalah mengangkat sel-sel abnormal dan prakanker dari serviks. Melalui biopsi ini, dokter juga bisa menegakkan diagnosis adanya sel-sel prakanker atau sel kanker di dalam serviks. Beberapa indikasi dilakukannya prosedur biopsi kerucut adalah sebagai berikut:

 

  • Pada pemeriksaan Pap smear ditemukan adanya sel-sel serviks yang abnormal. 

  • Pasien memerlukan penanganan untuk mengangkat sel-sel abnormal pada leher rahim jika ditemukan sel yang bersifat ganas (kanker).

  • Pada metode pemeriksaan kanker serviks lainnya, seperti kolposkopi, ditemukan adanya hasil abnormal dengan lesi derajat tinggi.

 

Selain itu, biopsi kerucut serviks juga bisa digunakan sebagai perawatan medis untuk mengatasi kanker serviks stadium awal (stadium 0 atau IA1). Konisasi sendiri merupakan pilihan terapi utama pada kanker serviks stadium IA1.

 

Prosedur Biopsi Kerucut Serviks

 

Sebelum prosedur dilakukan, dokter akan memastikan apakah kondisi pasien memungkinkan untuk dilakukan anestesi atau pembiusan umum. Dokter akan menanyakan apakah pasien memiliki riwayat konsumsi obat pengencer darah atau adanya kelainan darah lainnya. Dokter juga akan memastikan apakah pasien dalam kondisi hamil atau tidak. 

 

Selanjutnya, dokter akan meminta pasien untuk berpuasa (tidak makan maupun minum) selama 6–8 jam. Prosedur ini akan memakan waktu sekitar 15–30 menit. Pasien akan diarahkan untuk memosisikan diri seperti saat pemeriksaan panggul atau Pap smear, yaitu posisi litotomi atau posisi pasien dalam keadaan telentang dengan kedua kaki diangkat dan lutut ditekuk ke arah dada.

 

Prosedur ini umumnya menggunakan anestesi umum sehingga pasien akan tertidur dan tidak merasakan sakit selama tindakan dilakukan. Setelah pasien tertidur, maka akan dilanjutkan dengan:

 

  1. Memasukkan spekulum ke dalam vagina. Spekulum adalah alat yang menahan dinding vagina agar tetap terbuka selama prosedur berlangsung.

  2. Memasukkan kolposkop ke dalam vagina agar dokter bisa melihat kondisi serviks dengan lebih baik. Kolposkop merupakan kaca pembesar bercahaya yang akan memandu dokter mencapai area jaringan yang akan diangkat.

  3. Bila diperlukan, kolposkopi akan dilanjutkan dengan tindakan Loop Excision Electrocauter Procedure (LEEP) atau Large Loop Excision of the Transformation Zone (LLETZ) untuk kepentingan diagnostik maupun sekaligus terapeutik. 

  4. Bila hasil elektrokauter tidak mencapai bebas batas sayatan, tindakan bisa dilanjutkan dengan tindakan konisasi atau histerektomi total. 

  5. Terakhir, dokter akan menghentikan perdarahan dengan menggunakan beberapa metode, seperti jahitan dan kauterisasi. Dokter mungkin akan menutup vagina dengan kain kasa.

 

Setelah diangkat, jaringan abnormal tersebut akan dikirimkan ke laboratorium untuk dianalisis di bawah mikroskop. Dokter spesialis patologi anatomi kemudian akan memeriksa jaringan untuk memastikan bahwa dokter bedah telah mengangkat semua jaringan abnormal dan hanya jaringan normal yang tersisa.

 

Selama sekitar 4–6 minggu setelah prosedur biopsi kerucut serviks, pasien mungkin akan mengalami kram atau ketidaknyamanan. Untuk itu, pasien disarankan menghindari:

 

  • Douching, yaitu membersihkan vagina dengan cairan dalam kantong dengan selang yang berisi air dicampur cuka, soda kue, yodium, antiseptik, dan pewangi.

  • Hubungan seksual.

  • Pemakaian tampon.

 

Efek Samping Biopsi Kerucut Serviks

 

Biopsi kerucut serviks adalah prosedur yang aman untuk dilakukan. Namun, pasien perlu mewaspadai beberapa efek samping yang mungkin terjadi. Setelah prosedur dilakukan, terutama pada minggu pertama, pasien mungkin akan mengalami:

 

  • Kram perut seperti saat menstruasi.

  • Ketidaknyamanan ringan.

  • Perdarahan ringan atau spotting dari vagina (bisa berlangsung selama 2–3 minggu setelah prosedur).

 

Selain itu, beberapa risiko medis lain dari biopsi kerucut serviks adalah sebagai berikut:

 

  • Pembekuan darah.

  • Infeksi.

  • Penyempitan leher rahim (stenosis serviks).

  • Meningkatnya risiko kelahiran prematur pada kehamilan berikutnya.

  • Kerusakan pada organ-organ di sekitar serviks, seperti kandung kemih dan rektum.

  • Timbulnya jaringan parut pada serviks.

 

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk mendiagnosis kondisi medis tertentu. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini.

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini atau mengalami keluhan yang mengarah pada kondisi medis yang disebutkan di atas, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals Lippo Village atau MRCCC Siloam Hospitals Semanggi untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, dan penanganan yang tepat.


Jika direkomendasikan oleh dokter, Anda dapat memanfaatkan paket pemeriksaan Skrining Kanker Mulut Rahim (Serviks) yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal yang sudah dijadwalkan.

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail