Pemeriksaan Kanker Serviks, Kenali Berbagai Metodenya
Kesehatan Tubuh

Pemeriksaan Kanker Serviks, Kenali Berbagai Metodenya

28 Mei 2025 4 menit waktu baca
pemeriksaan kanker serviks

Kanker serviks adalah salah satu penyakit yang banyak menyebabkan kematian pada wanita. Itulah sebabnya, pemeriksaan kanker serviks sejak dini penting dilakukan sebagai langkah deteksi dan pencegahan. Pasalnya, gejala kanker ini mirip dengan tanda-tanda menstruasi atau infeksi saluran kemih sehingga kerap diabaikan.

 

Pemeriksaan kanker serviks sendiri terbagi menjadi berbagai metode. Namun, tujuannya sama, yaitu mendeteksi adanya infeksi virus HPV (Human papillomavirus) dan pertumbuhan jaringan abnormal pada serviks. Ketahui apa saja metode pemeriksaan kanker serviks melalui ulasan di bawah ini.

 

Metode Pemeriksaan Kanker Serviks

 

Kanker serviks (kanker leher rahim) adalah jenis kanker yang disebabkan oleh infeksi virus HPV (Human papillomavirus) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Sayangnya, penyakit berbahaya ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga jarang disadari oleh penderitanya.

 

Oleh karena itu, wanita disarankan melakukan setidaknya 1 kali tes HPV setiap 5–10 tahun selama masa hidupnya. Wanita berusia 25–65 tahun direkomendasikan melakukan pemeriksaan 5 tahun sekali. Sementara itu, wanita yang sudah berusia 65 tahun ke atas yang telah menjalani histerektomi dapat menghentikan pemeriksaan rutin bila dalam 15 tahun hasilnya negatif.

 

Berikut adalah uraian selengkapnya tentang beberapa jenis pemeriksaan kanker serviks yang perlu Anda ketahui.

 

1. Pap Smear

 

Pap smear adalah metode pemeriksaan stiologi kanker serviks yang paling sering direkomendasikan yang dapat mendeteksi adanya perubahan pada sel serviks. Pemeriksaan ini akan dilakukan dengan mengabil sampel yaitu lendir pada serviks dengan spatula kemudian dilakukan pemeriksaan di bawah mikroskop.

 

Pap smear hanyalah sebatas skrining, bukan untuk mendiagnosis adanya kanker serviks. Jika ditemukan hasil pap smear yang abnormal, pasien akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan standar berupa kolposkopi. 

 

Wanita berusia 25–49 tahun direkomendasikan melakukan pap smear secara rutin setiap 3 tahun sekali, sedangkan wanita usia 50–64 tahun disarankan setiap 5 tahun sekali. Sementara itu, pada wanita di atas 65 tahun dapat melakukan pemeriksaan jika merasakan keluhan pada serviks.

 

2. Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)

 

Inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) adalah tes skrining yang dapat dilakukan dengan beberapa alat dan mata telanjang. Selama pemeriksaan ini, dokter akan mengoleskan pengenceran cuka putih (asam asetat) 3–5% ke leher rahim untuk mendeteksi adanya kelainan pada area tersebut. Sel abnormal akan berubah menjadi putih ketika terkena cuka.

 

Skrining dengan tes IVA dapat dilakukan dengan cara single visit approach atau see and treat program, yaitu bila didapatkan temuan IVA positif tahapan selanjutnya yang dapat dilakukan pengobatan sederhana dengan krioterapi oleh tenaga medis yang sudah terlatih.

 

3. Tes Schiller

 

Metode pemeriksaan kanker serviks berikutnya adalah tes Schiller. Tujuannya untuk mendeteksi adanya jaringan abnormal dengan cara mengoleskan larutan yodium pada serviks. Setelah diolesi, jaringan yang sehat akan berwarna cokelat, sedangkan jaringan abnormal berwarna kuning atau putih.

 

4. Tes HPV DNA

 

Tes HPV DNA adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sampel sel leher rahim. Sampel ini diuji untuk mendeteksi keberadaan Human papillomavirus tipe risiko tinggi. Tes ini bisa dikombinasikan dengan pap smear atau IVA (pemeriksaan co-testing) maupun dilakukan sebagai pemeriksaan tunggal.

 

Jika pada tes HPV DNA ditemukan hasil positif sekitar 70%, pasien berisiko terkena kanker serviks. Namun, kini pemeriksaan HPV DNA tidak hanya dilakukan sebagai skrining, melainkan juga untuk pendekatan pengobatan kanker serviks.

 

5. Kolposkopi

 

Kolposkopi adalah prosedur pemeriksaan yang menggunakan alat bernama kolposkop untuk memeriksa bagian leher rahim (serviks), vagina, serta vulva. Prosedur ini biasanya direkomendasikan ketika dokter menemukan hasil abnormal pada tes pap smear. Apabila melalui kolposkopi dokter menemukan kelainan atau abnormalitas, sampel jaringan akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian lebih lanjut. 

 

6. Kuretase Endoserviks

 

Kuretase endoserviks dilakukan bila dokter ingin memeriksa bagian serviks yang tidak dapat dijangkau menggunakan tes kolposkopi. Pada pemeriksaan kanker serviks ini, dokter akan mengikis bagian dalam leher rahim (endoserviks) menggunakan alat khusus seperti sendok kecil untuk mengambil sampel sel.

 

7. Cone Biopsy

 

Cone biopsy atau biopsi kerucut adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan di leher rahim (serviks) dalam bentuk kerucut untuk diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi kerucut tidak hanya bisa mendeteksi kanker serviks namun juga dapat menghilangkan sel calon kanker (prakanker) atau sel kanker derajat ringan.

 

8. Punch Biopsy

 

Punch biopsy atau biopsi punch adalah prosedur pengambilan sampel jaringan atau sel di dalam leher rahim menggunakan pisau khusus berbentuk bundar. Dokter biasanya akan melakukan prosedur ini beberapa kali di sekitar area leher rahim atau serviks.

 

Itulah beberapa jenis pemeriksaan kanker serviks yang sekiranya perlu Anda pahami. Bila Anda ingin melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Siloam Hospitals guna menentukan jenis pemeriksaan yang tepat berdasarkan usia serta kondisi kesehatan Anda.

 

Anda juga bisa melakukan pemeriksaan kanker serviks di Siloam Hospitals dengan memesan paket medical check up Skrining Kanker Serviks. Praktis, Anda bisa membuat pemesanan sekaligus mengecek hasil pemeriksaan melalui aplikasi MySiloam.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail