Kesehatan Tubuh
9 Cara Mengatasi Mual dan Muntah saat Asam Lambung Naik

Table of Contents
- Penyebab Mual atau Rasa Ingin Muntah saat Asam Lambung Naik
- Cara Mengatasi Mual dan Muntah saat Asam Lambung Naik
- 1. Minum Air Putih yang Cukup
- 2. Menghindari Kebiasaan Berbaring setelah Makan
- 3. Membatasi Konsumsi Susu Sementara Waktu
- 4. Menghindari Minuman Beralkohol dan Berkafein
- 5. Makan secara Perlahan
- 6. Makan dengan Porsi Sedikit namun Sering
- 7. Mengonsumsi Jahe
- 8. Meninggikan Posisi Kepala saat Tidur
- 9. Mengonsumsi Obat-obatan
- Apa Penyebab Utama Asam Lambung Sering Kambuh?
- Apa yang Harus Dihindari saat Mual dan Muntah karena Asam Lambung?
- Kapan Harus ke Dokter?
Kondisi asam lambung naik dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti mual hingga muntah. Kondisi ini perlu diatasi dengan tepat agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Lantas, bagaimana cara mengatasi mual dan muntah saat asam lambung naik?
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi air putih sedikit demi sedikit. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan penderita dari dehidrasi yang dapat memperburuk kondisi naiknya asam lambung. Mari simak sejumlah cara menghilangkan mual dan muntah saat asam lambung naik pada artikel berikut.
Penyebab Mual atau Rasa Ingin Muntah saat Asam Lambung Naik
Penyakit asam lambung atau GERD adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan naiknya asam lambung kembali ke kerongkongan. Kondisi ini biasanya menimbulkan berbagai gejala yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, salah satunya adalah mual.
Rasa mual tersebut dapat terjadi karena lapisan esofagus teriritasi oleh asam lambung. Selain itu, mual juga bisa diakibatkan oleh erosi mukosa lambung, di mana refluks asam lambung merupakan salah satu faktor penyebabnya. Kondisi ini pun dapat berkembang menjadi tukak lambung jika tidak ditangani dengan tepat.
Cara Mengatasi Mual dan Muntah saat Asam Lambung Naik
Terdapat berbagai cara mengatasi mual saat asam lambung naik yang bisa dilakukan, mulai dari minum air putih dengan cukup, makan secara perlahan, makan dengan porsi sedikit namun sering, minum air jahe, hingga mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter. Berikut penjelasannya.
1. Minum Air Putih yang Cukup
Seperti yang telah disinggung di awal, salah satu cara menghilangkan mual saat asam lambung naik adalah dengan minum air putih secukupnya. Hal ini dikarenakan dehidrasi atau kekurangan cairan bisa memperburuk kondisi seseorang yang sedang mengalami mual akibat asam lambung naik. Selain itu, minum air putih yang cukup juga bisa membantu menetralisasi kadar asam dalam lambung sehingga dapat meredakan gejala GERD.
2. Menghindari Kebiasaan Berbaring setelah Makan
Cara mengatasi mual dan muntah saat asam lambung naik berikutnya adalah dengan menghindari kebiasaan berbaring atau tidur setelah makan. Berbaring setelah makan diketahui dapat memperburuk rasa mual karena menyebabkan naiknya asam lambung menuju kerongkongan. Karena itu, setelah makan, ada baiknya untuk memberi jeda waktu selama 2–3 jam jika ingin berbaring atau tidur.
3. Membatasi Konsumsi Susu Sementara Waktu
Bila GERD sedang kambuh, penderita disarankan untuk membatasi konsumsi susu dan produk olahannya sementara waktu. Pasalnya, susu memiliki kandungan yang dapat meningkatkan kadar asam lambung sehingga turut memperburuk gejala GERD, seperti mual dan nyeri ulu hati.
4. Menghindari Minuman Beralkohol dan Berkafein
Salah satu minuman yang perlu dihindari untuk mengurangi mual saat asam lambung naik adalah minuman beralkohol. Mengonsumsi minuman beralkohol dapat merangsang asam lambung naik sehingga turut memperparah rasa mual.
Selain minuman beralkohol, mengonsumsi minuman yang mengandung kafein secara berlebihan juga dapat menyebabkan iritasi pada lapisan dinding lambung. Karena itu, penting untuk membatasi konsumsi minuman berkafein sebagai salah satu cara menghilangkan mual ketika asam lambung naik.
5. Makan secara Perlahan
Cara meredakan mual saat asam lambung naik selanjutnya adalah dengan mengunyah makanan secara perlahan. Hal ini diketahui dapat mencegah produksi gas berlebih di dalam saluran pencernaan yang dapat memperparah gejala GERD. Selain itu, mengunyah makanan secara perlahan juga turut mempermudah sistem pencernaan dalam mengolah dan mencerna makanan.
6. Makan dengan Porsi Sedikit namun Sering
Salah satu pemicu asam lambung naik yang jarang disadari adalah mengonsumsi makanan dengan porsi berlebihan. Jika GERD sedang kambuh, penderita dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan porsi sedikit namun sering. Selain memperhatikan porsi makanan, penderita GERD juga perlu membatasi jenis makanan tertentu untuk mencegah timbulnya gejala kenaikan asam lambung, seperti makanan asam, bawang-bawangan, cokelat, dan sayuran yang sulit dicerna seperti kubis.
7. Mengonsumsi Jahe
Mengonsumsi jahe juga menjadi cara mengurangi mual saat asam lambung naik yang dapat dilakukan. Jahe mengandung senyawa gingerol dan shogaol yang diketahui memiliki efek antiemetik sehingga dapat meredakan rasa mual secara alami. Untuk mengonsumsinya, rebuslah jahe pada air mendidih selama 5–8 menit. Agar terasa lebih segar, tambahkan perasan lemon ke dalam air rebusan jahe tersebut.
8. Meninggikan Posisi Kepala saat Tidur
Posisi tidur saat asam lambung naik juga perlu diperhatikan. Sebagai upaya meredakan rasa mual saat asam lambung naik, cobalah untuk meninggikan posisi kepala ketika berbaring atau tidur. Posisi ini dapat membantu mencegah naiknya asam lambung menuju kerongkongan yang dapat memperburuk rasa mual.
9. Mengonsumsi Obat-obatan
Untuk menghilangkan mual saat asam lambung naik secara cepat dan efektif, penderita dapat mengonsumsi obat antiemetik sesuai dengan anjuran dokter, seperti bismuth subsalicylate. Obat ini bekerja dengan melindungi lapisan lambung sehingga mampu meredakan mual saat asam lambung naik.

Apa Penyebab Utama Asam Lambung Sering Kambuh?
Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu kekambuhan penyakit asam lambung, di antaranya:
-
Gaya hidup yang tidak sehat, seperti:
-
Memiliki kebiasaan berbaring setelah makan.
-
Memiliki berat badan berlebih.
-
Memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
-
Mengonsumsi makanan dengan porsi yang berlebihan.
-
Mengonsumsi makanan pemicu naiknya asam lambung secara berlebihan, misalnya makanan pedas dan berlemak.
-
Merokok.
-
Kondisi medis tertentu, seperti hernia hiatus dan gastroparesis (gangguan pengosongan lambung).
Apa yang Harus Dihindari saat Mual dan Muntah karena Asam Lambung?
Penderita disarankan untuk menghindari berbagai pantangan GERD agar tidak memperparah kondisi. Batasi atau hindari sementara waktu makanan serta minuman yang dapat memicu kenaikan asam lambung, seperti bawang-bawangan, makanan asin, kopi, dan lain sebagainya. Segera lakukan beberapa cara yang telah disebutkan di atas hingga rasa mual mereda.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila rasa mual tak kunjung membaik bahkan setelah menerapkan beberapa cara di atas. Perhatikan juga tanda-tanda berikut ini karena dapat mengindikasi kondisi yang lebih serius:
-
Rasa mual yang semakin parah.
-
Kesulitan untuk menelan.
-
Muntah (muntah darah, muntah yang menyerupai bubuk kopi, atau muntah berwarna hijau).
-
Sensasi seperti terdapat sesuatu yang tersangkut di tenggorokan.
-
Penurunan berat badan secara drastis.
Penting untuk diketahui bahwa informasi dalam artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Beberapa cara di atas pun tidak serta-merta dapat langsung meredakan gejala mual atau penyakit asam lambung yang dialami karena setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda.
Apabila gejala mual yang dialami tidak kunjung membaik hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait penyakit asam lambung akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini






