Pola Hidup Sehat
Ini Dia 5 Cara Mengoptimalkan Tinggi Badan yang Bisa Dicoba

Table of Contents
Memiliki tinggi badan ideal merupakan impian setiap orang. Namun, perlu diingat bahwa ada banyak faktor yang memengaruhi tinggi badan seseorang, salah satunya adalah faktor genetik. Kendati demikian, ada beberapa cara mengoptimalkan tinggi badan yang dapat diterapkan. Apa saja itu? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Cara Mengoptimalkan Tinggi Badan
Pada dasarnya, setiap anak laki-laki dan perempuan akan mengalami pertumbuhan yang pesat saat memasuki masa pubertas, biasanya di usia 8–11 tahun. Namun, menjelang akhir masa pubertas, pertumbuhan juga akan mengalami penurunan.
Pasalnya, di akhir masa pubertas, terjadi perubahan hormonal yang menyebabkan pertumbuhan tulang menjadi berhenti. Hal inilah yang membuat seseorang sulit bertambah tinggi setelah masa pubertas atau ketika periode masa pertumbuhan telah berakhir.
Bagi anak laki-laki, masa pertumbuhan akan berhenti saat memasuki usia 18 tahun. Sedangkan masa pertumbuhan anak perempuan akan berhenti ketika ia berusia 15–16 tahun. Inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa laki-laki cenderung lebih tinggi daripada perempuan.
Selama masa pertumbuhan, ada beberapa cara mengoptimalkan tinggi badan anak. Namun, perlu diingat bahwa cara tersebut tidak serta-merta dapat membuat seseorang mendapatkan tinggi badan yang diinginkan karena faktor genetik berperan besar dalam hal ini.
Sebagai informasi, survei dari World Population Review menunjukkan bahwa rata-rata tinggi badan orang Indonesia adalah 157,9 cm atau 62,2 inci. Hal ini membuat Indonesia termasuk dalam daftar negara yang memiliki penduduk dengan tinggi badan terpendek di dunia.
Berikut adalah beberapa cara mengoptimalkan tinggi badan yang bisa dicoba selama masa pertumbuhan berlangsung.
1. Mengonsumsi Makanan Sehat Bergizi Seimbang
Cara mengoptimalkan tinggi badan yang pertama adalah memenuhi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. Memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pertumbuhan dapat membantu proses pertumbuhan tinggi badan menjadi lebih optimal serta mencegah stunting.
Guna menunjang pertumbuhan tinggi badan, anak-anak dan remaja perlu memperoleh asupan kalsium, vitamin D, dan protein yang cukup. Asupan nutrisi tersebut bisa didapatkan dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, makanan laut, telur, serta susu dan produk olahannya.
2. Tidur yang Cukup
Tidak mencukupi waktu tidur selama masa pertumbuhan dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan pertumbuhan menjadi terhambat. Saat tertidur, tubuh akan melepaskan sejumlah hormon yang berperan dalam mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan, seperti hormon pertumbuhan, hormon tiroid, dan hormon seks (estrogen dan testosteron).
Selain itu, proses pertumbuhan dan perkembangan juga memerlukan asupan energi yang tinggi, di mana salah satu cara untuk memenuhi energi tersebut adalah dengan mencukupi waktu tidur. Adapun jumlah waktu tidur yang direkomendasikan berdasarkan usia adalah sebagai berikut.
-
Usia 0–3 bulan: 14–17 jam.
-
Usia 3–11 bulan: 12–17 jam.
-
Usia 1–2 tahun: 11–14 jam.
-
Usia 3–5 tahun: 10–13 jam.
-
Usia 6–13 tahun: 9–11 jam.
-
Usia 14–17 tahun: 8–10 jam.
-
Usia 18–64 tahun: 7–9 jam.
3. Memperbaiki Postur Tubuh
Memperbaiki postur tubuh juga bisa dilakukan sebagai cara mengoptimalkan tinggi badan. Pasalnya, beberapa kebiasaan yang kurang baik seperti sering membungkuk dapat menyebabkan tubuh terlihat lebih pendek. Dengan memperbaiki postur tubuh, misalnya membiasakan berdiri dan duduk dengan tegak, maka tubuh akan terlihat lebih tinggi.
Tidak hanya itu, memperbaiki postur tubuh juga dapat mencegah terjadinya nyeri punggung. Bagi orang dewasa yang ingin memperbaiki postur tubuh bisa mencoba sejumlah pose yoga, seperti cobra pose, mountain pose, dan child’s pose.
4. Rutin Berolahraga
Olahraga maupun aktivitas fisik lainnya bermanfaat untuk memperkuat jaringan otot dan tulang, meningkatkan produksi hormon pertumbuhan, hingga menjaga berat badan yang ideal. Beberapa olahraga yang dapat membantu menambah tinggi badan adalah bulu tangkis, sepak bola, bersepeda, berenang, dan basket.
Pada orang dewasa, berolahraga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk menurunkan risiko osteoporosis. Kondisi tersebut terjadi saat tulang menjadi lemah sehingga kehilangan kepadatannya. Seiring waktu, osteoporosis dapat menyebabkan tubuh penderitanya menjadi “menyusut” hingga terlihat lebih pendek.
5. Mengonsumsi Suplemen
Pada anak yang menderita malnutrisi, biasanya disarankan untuk mengonsumsi suplemen tambahan sebagai salah satu cara mengoptimalkan tinggi badan. Namun, ada baiknya jika penggunaan suplemen, termasuk susu peninggi badan, disesuaikan dengan saran ataupun resep dokter.
Itulah beberapa cara mengoptimalkan tinggi badan yang dapat dicoba. Namun, cara-cara di atas akan lebih efektif jika dilakukan selama masa pertumbuhan atau sebelum usia 18 tahun bagi pria dan 15–16 tahun bagi wanita. Bagi Anda yang sudah berusia di atas 16–18 tahun, sebaiknya lebih memprioritaskan untuk menjaga kesehatan tulang.
Jangan lupa untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan mengonsumsi makan bergizi seimbang setiap harinya. Anda dapat memesan layanan Homecare - Healthy Catering - 30 Hari dari Siloam Hospitals. Paket ini sudah termasuk konsultasi gratis dengan ahli gizi, kunjungan perawat 1x, serta gratis pengantaran untuk jarak rumah maksimal 10 km.
Layanan Healthy Catering - 30 Hari bisa dipesan lebih mudah melalui aplikasi MySiloam. Lewat aplikasi MySiloam, Anda juga bisa mendapatkan beragam kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini








