Kesehatan Tubuh
Mengenal 11 Faktor Penyebab Asma yang Sering Terjadi

Table of Contents
Asma adalah kondisi medis berupa peradangan dan penyempitan pada saluran pernapasan, tepatnya pada organ paru-paru. Kondisi ini dapat membuat penderitanya kesulitan bernapas, dada terasa sesak, batuk-batuk, hingga mengi. Lantas, apa saja faktor penyebab asma? Mari simak ulasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Berbagai Faktor Penyebab Asma yang Perlu Diketahui
Pada dasarnya, asma terjadi ketika terdapat peradangan pada saluran pernapasan yang menyebabkan otot-otot saluran pernapasan menyempit dan mengencang sehingga terjadi pembengkakan dan produksi lendir secara berlebihan dalam saluran pernapasan tersebut. Hal inilah yang membuat penderita asma kesulitan untuk bernapas.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya asma. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi tersebut terkait dengan faktor genetik serta lingkungan. Di samping itu, beberapa faktor lain yang diduga dapat memicu seseorang mengalami asma adalah sebagai berikut.
1. Alergi
Faktor penyebab asma yang pertama adalah reaksi alergi. Sebab, kondisi ini dapat merangsang sistem imun tubuh untuk melepaskan senyawa histamin yang dapat menimbulkan respons tertentu, seperti mata berair, bersin-bersin, hingga sesak napas.
Reaksi alergi ini bisa dipicu oleh beberapa hal, di antaranya adalah bulu binatang, debu, serbuk sari, hingga makanan tertentu, seperti susu sapi, makanan laut, gandum, telur, kacang-kacangan, dan lain sebagainya
2. Aktivitas Fisik Berlebihan
Aktivitas fisik berlebihan merupakan salah satu faktor pemicu asma yang kerap terjadi. Ketika melakukan aktivitas fisik berat dan berlebihan, tubuh mungkin akan bernapas melalui mulut untuk mendapatkan udara lebih banyak. Hal ini bisa menjadi faktor penyebab asma karena udara yang masuk tidak tersaring dengan baik oleh rambut halus pada rongga hidung.
Selain itu, bernapas melalui mulut juga membuat sistem pernapasan mendapatkan udara yang lebih kering. Akibatnya, saluran pernapasan lebih rentan mengalami peradangan dan iritasi.
3. Stres
Faktor penyebab asma berikutnya adalah stres. Saat stres, otot-otot tubuh akan menegang yang disertai dengan peningkatan laju pernapasan. Hal inilah yang akhirnya dapat menimbulkan gejala khas asma, seperti sesak napas atau napas terasa berat.
4. Konsumsi Obat-obatan Tertentu
Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti aspirin dan ibuprofen, diketahui berisiko menyebabkan terjadinya serangan asma. Pasalnya, obat tersebut dapat merangsang pelepasan leukotrien, yaitu salah satu jenis senyawa yang dilepaskan saat tubuh terpapar alergen (zat pemicu alergi).
Kondisi ini dapat memicu terjadinya peradangan pada saluran pernapasan dan menyebabkan seseorang mengalami gejala asma. Selain itu, beberapa jenis obat yang berbentuk aerosol juga dapat memicu reaksi hipersensitivitas serta penyempitan saluran pernapasan yang bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan asma.
5. Gastroesophageal reflux disease (GERD)
Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi yang ditandai dengan naiknya asam lambung ke kerongkongan, bahkan bisa mencapai tenggorokan. Jika terjadi secara terus-menerus, hal ini bisa menyebabkan peradangan dan iritasi pada bronkus (bagian dari struktur sistem pernapasan yang menghubungkan trakea dengan paru-paru) sehingga bisa memicu gangguan sistem pernapasan, termasuk asma.
6. Perubahan Hormon
Secara umum, asma lebih berisiko terjadi pada wanita dewasa dibandingkan pada pria. Hal ini diduga berkaitan dengan perubahan hormon yang sering dialami oleh wanita, seperti pada masa menstruasi, kehamilan, menopause, dan lain sebagainya.
7. Terpapar Polusi Udara
Terpapar polusi udara, seperti asap pabrik, asap rokok, asap kendaraan, dan debu menjadi salah satu faktor penyebab asma yang sering terjadi. Polusi udara biasanya mengandung partikel kecil dan bahan kimia tertentu yang dapat memicu peradangan serta iritasi pada saluran pernapasan.
Selain itu, terpapar polusi udara secara terus-menerus juga berisiko menurunkan sistem kekebalan tubuh. Dalam kondisi ini, saluran pernapasan cenderung lebih sensitif terhadap berbagai alergen sehingga bisa memperburuk gejala asma.
8. Obesitas
Faktor penyebab asma berikutnya adalah berat badan berlebih atau obesitas. Pasalnya, penderita obesitas memiliki kadar hormon adipokin yang tinggi sehingga bisa memicu terjadinya peradangan pada saluran pernapasan. Selain itu, penderita obesitas biasanya juga memiliki kapasitas paru-paru yang lebih kecil. Akibatnya, mereka lebih mudah mengalami sesak napas meski hanya melakukan aktivitas fisik ringan.
9. Cuaca
Beberapa penderita asma bisa hanya mengalami gejala gangguan pernapasan pada kondisi cuaca tertentu. Misalnya, selama musim hujan, jamur akan lebih banyak tumbuh di lingkungan sekitar, di mana spora jamur tersebut rentan terhirup dan memicu terjadinya gejala asma.
Cuaca yang terlalu panas juga bisa menyebabkan udara menjadi lebih kering sehingga membuat saluran pernapasan lebih mudah teriritasi. Selain itu, perubahan cuaca yang tidak menentu dapat meningkatkan risiko seseorang terserang infeksi saluran pernapasan, seperti flu, akibat menurunnya daya tahan tubuh. Kondisi tersebut dapat memperburuk gejala yang dialami oleh penderita asma.
10. Kondisi Tertentu di Malam Hari
Asma juga bisa kambuh di malam hari, di mana kondisi tersebut dikenal dengan asma nokturnal. Pada dasarnya, asma nokturnal dapat dipicu oleh kondisi tertentu, seperti suhu udara yang terlalu kering, posisi tidur yang salah, sleep apnea, adanya alergen yang terhirup saat tertidur, hingga produksi hormon tertentu.
Selain itu, asma nokturnal juga dapat disebabkan oleh penurunan suhu tubuh saat sedang tertidur. Ketika suhu tubuh menurun, otot-otot pada saluran pernapasan akan menegang hingga dapat menyebabkan penyempitan cabang saluran pernapasan (bronkospasme) dan memicu serangan asma.
11. Zat Tambahan Tertentu Dalam Makanan
Apabila menderita asma, penting bagi penderita untuk memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa zat tambahan tertentu di dalam makanan yang bisa memicu kambuhnya serangan asma. Zat-zat tersebut antara lain:
-
Bahan pengawet, seperti sulfit.
-
Bahan pewarna makanan, seperti tartrain.
-
Penyedap rasa, seperti monosodium glutamat (MSG).
-
Salisilat yang terkandung di dalam kecap, saus tomat, kopi, dan madu.
Itu dia informasi lengkap mengenai sejumlah faktor penyebab asma yang penting untuk diketahui. Apabila Anda mengalami gejala tidak biasa terkait dengan gangguan sistem pernapasan, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.
Selain itu, Anda juga bisa memesan layanan Homecare - Coordinated Care untuk mendapatkan pendampingan aktivitas sehari-hari di rumah oleh perawat Siloam Hospitals dalam jangka waktu tertentu. Melalui layanan ini, perawat bisa mengunjungi rumah Anda secara rutin ataupun menginap di rumah Anda selama masa perawatan.
Layanan Homecare - Coordinated Care dapat dipesan secara praktis melalui fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam. Mari nikmati kemudahan akses layanan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Kesehatan Paru
Penawaran Spesial
4 Service/Item
Rp650.000
Live In Coordinated Care Weekly (Expert) - Homecare
Coordinated Care
Rp33.000.000
TERPOPULER
Non Live In Coordinated Care Weekly (Advance) - Homecare
Coordinated Care
Rp25.000.000
TERPOPULER
Rontgen Dada
Rontgen / X-Ray
Rp191.000
TERPOPULER
Rontgen Dada/Thorax PA + Lateral
Rontgen / X-Ray
Rp382.000
TERPOPULER
CT Thorax Non-CNTRS / CT Scan Dada
CT Scan
Rp2.079.000







