Mengenal Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tinggi Badan
Pola Hidup Sehat

Mengenal Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tinggi Badan

22 Agustus 2024 5 menit waktu baca
faktor yang memengaruhi tinggi badan

Anggapan bahwa tinggi badan hanya dipengaruhi oleh faktor genetik tidak sepenuhnya benar. Selain genetik, terdapat banyak faktor yang dapat memengaruhi tinggi badan seseorang, seperti hormon hingga lingkungan. Itulah sebabnya, setiap orang memiliki tinggi badan yang berbeda-beda.

 

Mari ketahui apa saja faktor yang memengaruhi tinggi badan dengan menyimak ulasan di bawah ini sampai tuntas.

 

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tinggi Badan

 

Faktor terbesar yang memengaruhi tinggi badan seseorang adalah genetik. Dengan kata lain, tinggi badan dapat diturunkan. Meski sebagian besar dipengaruhi oleh faktor genetik, terdapat beberapa faktor lain yang berperan dalam menentukan tinggi badan seseorang, seperti pola makan, lingkungan, hingga kondisi medis tertentu. 

 

Berikut adalah penjelasan mendetail tentang berbagai faktor yang dapat memengaruhi tinggi badan seseorang.

 

1. DNA

 

Asam deoksiribonukleat atau deoxyribonucleic acid (DNA) adalah molekul yang membawa informasi genetik untuk perkembangan dan fungsi suatu organisme. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, DNA atau keturunan (heredity) adalah satu satu faktor utama dalam menentukan tinggi badan seseorang. 

 

Orang tua akan menurunkan gen ciri-ciri fisik kepada anaknya yang meliputi tinggi badan, bentuk wajah, berat badan, warna rambut dan kulit, serta kecerdasan. Besarnya pengaruh genetik terhadap tinggi badan adalah sebesar 80%. Jadi, bila seseorang memiliki keluarga dengan postur badan yang tinggi, ia pun akan cenderung tumbuh dengan postur badan yang tinggi.

 

Terdapat rumus yang dapat memperkirakan tinggi badan seorang anak. Tinggi potensi genetik (TPG) adalah perkiraan tinggi akhir (tinggi dewasa) anak yang dihitung berdasarkan tinggi badan orang tua. Rumus TPG adalah sebagai berikut:

  

  • TPG anak laki-laki: ((TB ibu (cm) + 13 cm) + TB ayah (cm))/2 ± 8,5 cm.

  • TPG anak perempuan: ((TB ayah (cm) - 13 cm) + TB ibu (cm))/2 ± 8,5 cm.

 

2. Hormon

 

Faktor yang memengaruhi tinggi badan berikutnya adalah hormon. Pasalnya, terdapat tiga hormon yang memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan manusia, yaitu hormon pertumbuhan (human growth hormones atau HGH), hormon tiroid (thyroid hormones), dan hormon seks (sex hormones).

 

  • Hormon pertumbuhan: Hormon pertumbuhan adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis atau pituitari. Kondisi medis tertentu pada anak-anak dapat menyebabkan produksi hormon ini menjadi lebih sedikit, sehingga pertumbuhannya pun terhambat. Jika terdeteksi sejak dini, hal ini bisa diatasi dengan terapi suntikan hormon pertumbuhan.

  • Hormon tiroid: Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid ini berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk pertumbuhan.

  • Hormon seks: Selama masa pertumbuhan, hormon seks, seperti testosteron dan estrogen, memiliki peran penting dalam tumbuh kembang seseorang.

 

3. Jenis Kelamin

 

Secara umum, rata-rata tinggi badan pria dan wanita memang berbeda, yang mana pria cenderung lebih tinggi dibandingkan wanita. Hal ini dikarenakan pria memiliki masa pertumbuhan yang lebih lama jika dibandingkan dengan wanita. 

 

Perbedaan tinggi rata-rata pria dan wanita adalah 14 cm, namun bisa berbeda-beda tergantung dari faktor lain yang memengaruhi masing-masing orang. Bahkan, ada juga beberapa wanita yang lebih tinggi daripada pria di usianya.

 

4. Nutrisi

 

Asupan nutrisi sehari-hari juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tinggi badan seseorang. Pasalnya, tumbuh kembang anak-anak sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang didapatkannya. Itulah sebabnya, penting untuk memberikan makanan sehat dan bergizi seimbang guna memenuhi kebutuhan nutrisi selama usia pertumbuhan anak.

 

Anak yang kekurangan gizi cenderung mengalami pertumbuhan yang lambat, sehingga tinggi badannya mungkin akan lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Selain itu, anak yang lahir dari orang tua yang tidak menjaga pola makannya dengan baik selama kehamilan juga dapat mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan.

 

5. Lingkungan

 

Tinggi badan dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk faktor lingkungan. Pasalnya, lingkungan sosial, ekonomi, emosional, hingga fisik dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Jurnal dalam National Library of Medicine menyebutkan bahwa anak-anak yang dibesarkan di lingkungan yang buruk cenderung memiliki kemungkinan yang jauh lebih kecil untuk tubuh tinggi secara signifikan.

 

6. Aktivitas Fisik

 

Anak yang banyak melakukan aktivitas fisik selama masa pertumbuhan, seperti olahraga atau latihan fisik lainnya cenderung memiliki postur tubuh lebih tinggi. Beberapa olahraga yang berkaitan dengan penambahan tinggi badan adalah lompat tali, joging, basket, atletik, bulu tangkis, atau renang. Sejumlah aktivitas tersebut diketahui dapat membantu membangun massa otot dan tulang.

 

7. Kondisi Medis

 

Faktor yang memengaruhi tinggi badan selanjutnya adalah sejumlah kondisi medis tertentu, seperti Down syndrome hingga malnutrisi. Berikut adalah sejumlah kondisi medis yang dapat memengaruhi tinggi badan selengkapnya. 

 

  • Turner syndrome, kelainan genetik yang menyebabkan wanita hanya memiliki satu kromosom X.

  • Down syndrome, kondisi keterbelakangan fisik dan mental akibat perkembangan kromosom 21 yang tidak normal (dikenal dengan istilah trisomi 21).

  • Achondroplasia

  • Dwarfisme

  • Kanker

  • Malnutrisi

  • Cushing syndrome, kondisi yang terjadi ketika kadar hormon kortisol di dalam tubuh terlalu tinggi.

  • Gigantisme, kelebihan hormon pertumbuhan sehingga tulang dan tubuh anak terlalu besar untuk usianya). 

  • Pubertas sebelum waktunya.

  • Penyakit saluran pencernaan, kondisi ini dapat menyebabkan malnutrisi.

 

Berapa Tinggi Badan Ideal Orang Indonesia?

 

Selain beberapa faktor di atas, lokasi geografis dan etnis juga memainkan peran besar dalam menentukan tinggi badan seseorang. Misalnya, rata-rata tinggi badan orang Indonesia dengan orang yang berasal dari negara-negara Eropa tentu berbeda, begitu pun dengan negara lainnya.

 

Menurut survei dari World Population Review, Indonesia termasuk dalam negara dengan penduduk yang memiliki tinggi badan terpendek di dunia. Berdasarkan survei tersebut, pria Indonesia memiliki tinggi rata-rata 166,2 cm, sedangkan tinggi rata-rata wanita Indonesia adalah 154,3 cm. Secara keseluruhan, rata-rata tinggi badan orang Indonesia adalah 157,9 cm.

 

Itulah penjelasan mengenai beberapa faktor yang memengaruhi tinggi badan yang perlu Anda ketahui. Dapat disimpulkan bahwa faktor utama yang menentukan tinggi badan adalah genetik atau DNA, namun tak hanya itu, masih banyak faktor lain yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan seseorang, terutama pada masa kanak-kanak.


Jika ingin berkonsultasi seputar gaya hidup yang tepat untuk menjaga tumbuh kembang anak, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-susianah-sarbana

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Susianah Sarbana

Kedokteran Umum

Dokter Umum


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-i-wayan-murtana-putra

Kunjungi Rumah Sakit

dr. I Wayan Murtana Putra

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-inanto-widjaja

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Inanto Widjaja

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail