Ibu dan Anak
Mengenal Gejala Tifus pada Anak beserta Pengobatannya

Table of Contents
Demam tifoid atau tifus adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Kondisi ini kerap dialami anak-anak karena sistem imunnya yang belum terbentuk secara sempurna sehingga rentan terhadap infeksi bakteri. Gejala tifus pada anak biasanya berupa demam tinggi, penurunan nafsu makan, gangguan pencernaan, dan timbul bintik kehitaman di kulit. Mari simak informasi mengenai gejala demam tifoid pada anak melalui artikel berikut.
Penyebab Tifus pada Anak
Tifus adalah kondisi medis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Tifus erat kaitannya dengan kebersihan dan dapat ditularkan melalui kotoran. Infeksi bakteri tersebut rentan terjadi pada anak-anak karena sistem imunnya yang belum terbentuk sempurna dan belum memahami pentingnya menjaga kebersihan. Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang anak mengalami tifus adalah sebagai berikut:
-
Memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
-
Menggunakan alat makan bersama dengan orang lain.
-
Kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan.
-
Tinggal di lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya.
-
Menggunakan toilet umum yang telah terkontaminasi bakteri.
Gejala Tifus pada Anak
Gejala tifus pada anak biasanya timbul dalam kurun waktu 2–3 minggu setelah terinfeksi oleh bakteri Salmonella typhi. Munculnya bintik hitam pada kulit menjadi salah satu tanda gejala tifus pada anak yang sering terjadi. Adapun sejumlah gejala demam tifoid pada anak lainnya adalah sebagai berikut:
1. Demam Tinggi
Gejala tifus pada anak yang umum terjadi adalah demam tinggi hingga 40 derajat Celsius dan bisa berlangsung selama satu minggu. Pada fase ini, suhu tubuh anak akan naik secara bertahap dan perlahan. Saat demam, anak juga dapat mengeluhkan nyeri otot, sakit kepala, dan mudah lelah. Demam akibat tifus umumnya tidak mereda dengan obat penurun panas.
2. Kehilangan Nafsu Makan
Tifus dapat membuat si kecil merasa kurang nyaman dan tidak dapat merasakan makanan yang dikonsumsi. Kondisi ini memicu hilangnya nafsu makan. Jika dibiarkan begitu saja, kondisi ini dapat menyebabkan berat badan anak menjadi turun drastis.
3. Gangguan Pencernaan
Salah satu gejala tifus pada anak yang perlu diwaspadai adalah gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit. Gejala ini terjadi karena bakteri penyebab tifus, yaitu Salmonella typhi, dapat hidup di dalam saluran pencernaan manusia. Selain itu, saat terserang tifus, anak juga kerap mengeluhkan rasa tidak nyaman pada perut, mual, muntah, hingga BAB berdarah.
4. Muncul Bintik Kehitaman pada Kulit
Bintik kehitaman pada kulit juga dapat timbul sebagai gejala tifus pada anak setelah mengalami demam tinggi selama 5–6 hari. Gejala ini biasanya muncul pada seluruh bagian tubuh kecuali wajah, telapak tangan, dan telapak kaki. Namun, bintik kehitaman tersebut lebih sering timbul pada perut dan dada.
Pengobatan Tifus pada Anak
Apabila si kecil menunjukkan gejala seperti ulasan di atas, segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter agar memperoleh tindakan yang tepat. Dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan orang tua dan pasien yang dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, tes darah, kultur feses, serta tes widal untuk menegakkan diagnosis.
Jika anak terindikasi menderita penyakit tifus, dokter dapat menanganinya melalui sejumlah tindakan medis, seperti:
1. Konsumsi Obat-obatan
Dokter dapat meresepkan obat antibiotik dalam bentuk injeksi atau obat minum untuk menangani infeksi bakteri yang menyebabkan demam tifoid pada anak. Umumnya, dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk penderita tifus selama 1 sampai 2 minggu.
Namun, jika sudah terjadi komplikasi, dokter mungkin akan meresepkan obat dalam jangka waktu yang lebih lama sekitar 4 minggu lebih. Perlu diingat, meski gejalanya sudah mereda, obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter harus dihabiskan guna mencegah terjadinya resistensi antibiotik.
2. Terapi Cairan
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tifus dapat menimbulkan gejala berupa demam tinggi, diare, mual, dan muntah sehingga rentan menyebabkan dehidrasi pada anak. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dokter biasanya akan memberikan asupan cairan tambahan melalui infus.
3. Perawatan Mandiri di Rumah
Selain melalui tindakan medis, pengobatan demam tifoid pada anak juga perlu dioptimalkan dengan melakukan perawatan mandiri di rumah. Adapun perawatan mandiri yang perlu dilakukan untuk mempercepat pemulihan tifus pada anak adalah sebagai berikut:
-
Mengonsumsi makanan sehat yang bertekstur lembut dengan gizi seimbang.
-
Istirahat yang cukup.
-
Memperbanyak minum air putih, jus buah, atau air kelapa untuk mencegah dehidrasi.
-
Memastikan makanan yang disajikan telah dicuci dan dimasak dengan baik.
-
Menjaga kebersihan lingkungan rumah.
-
Memastikan anak selalu rutin mencuci tangan sebelum makan.
Penting untuk diketahui bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Berbagai gejala yang disebutkan pun tidak secara spesifik mewakili kondisi tifus pada anak dan mungkin saja mengindikasikan kondisi medis lainnya.
Oleh karena itu, apabila si kecil menunjukkan gejala yang mengarah pada kondisi ini, seperti demam yang tak kunjung membaik disertai munculnya bintik pada kulit, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri Subspesialis Gastrohepatologi di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis serta saran penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang akan dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia sehingga mungkin berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis pasien.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







