Penyebab BAB Berdarah pada Anak dan Pengobatannya
Ibu dan Anak

Penyebab BAB Berdarah pada Anak dan Pengobatannya

16 Maret 2026 6 menit waktu baca
bab berdarah pada anak

BAB berdarah dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Ada beberapa penyebab kenapa saat anak BAB keluar darah, salah satunya yaitu adanya luka pada anus akibat feses yang keras dan kering (sembelit). Lantas, bagaimana pengobatannya? Mari simak penjelasannya melalui artikel berikut.

 

Penyebab BAB Berdarah pada Anak

 

Pada sebagian besar kasus, BAB berdarah pada anak disebabkan oleh fisura ani atau robekan kecil pada anus yang biasanya terjadi karena feses keras. Penyebab ini sering kali ditemukan pada kondisi BAB berdarah pada balita yang mengalami sembelit atau konstipasi.

 

Di samping itu, konsumsi makanan, minuman, atau obat tertentu dapat mengubah warna feses sehingga membuatnya terlihat merah seperti ada darah pada feses anak. Kasus seperti ini tidak mengindikasikan kondisi medis yang serius. Kendati demikian, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan guna merekomendasikan penanganan yang tepat untuk setiap pasien.

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, fisura ani merupakan salah satu penyebab BAB berdarah pada anak yang paling umum. Apabila anak mengalami fisura ani, kemungkinan terlihat bercak darah merah terang pada feses atau tisu toilet saat menyeka. Anak juga mungkin merasakan nyeri dan gatal setelah buang air besar.

 

Selain fisura ani, terdapat beberapa kondisi yang juga dapat menyebabkan BAB berdarah pada anak, antara lain:

 

  • Diare. Diare dapat terjadi akibat infeksi atau reaksi alergi terhadap makanan tertentu. Pada beberapa kasus, diare yang disebabkan oleh peradangan pada saluran pencernaan dapat disertai keluarnya darah pada feses.

  • Infeksi bakteri pada saluran pencernaan. Infeksi bakteri dapat menyebabkan diare berdarah pada balita. Beberapa bakteri yang sering menjadi penyebabnya antara lain E.coli, Salmonella, dan Shigellosis.

  • Infeksi virus dan parasit. Kondisi ini juga dapat memicu gangguan pencernaan pada anak yang disertai darah pada feses. Contohnya seperti infeksi rotavirus dan parasit Giardia lamblia.

  • Inflammatory bowel disease (IBD). IBD merupakan kelompok penyakit yang dapat menyebabkan peradangan pada usus seperti:

  • Polip usus. Kondisi ini merupakan pertumbuhan jaringan abnormal pada dinding usus. Meski lebih banyak ditemukan pada orang dewasa, polip usus juga dapat terjadi pada anak-anak. Biasanya, polip tumbuh di usus besar dan berkembang sebelum anak berusia 10 tahun, utamanya pada rentang usia 2–6 tahun.

 

Jenis BAB Berdarah pada Anak

 

Secara umum, terdapat dua jenis BAB berdarah pada anak yang dibedakan berdasarkan warna fesesnya, yaitu:

 

  • Hematochezia: Keluarnya darah berwarna merah terang atau gelap karena kemungkinan adanya gumpalan melalui rektum, baik terisolasi maupun bercampur dengan feses/lendir.

  • Melena: Keluarnya feses berwarna hitam dan berbau busuk dari anus akibat teroksidasinya hemoglobin oleh enzim usus dan floral bacteria.

 

Baik hematochezia maupun melena, dapat disebabkan oleh gangguan pada saluran pencernaan bagian atas dan bawah. Artikel pada Italian Journal of Pediatrics (2024) menyatakan bahwa melena yang umumnya mengindikasikan perdarahan gastrointestinal bagian atas pada pasien gangguan kekebalan tubuh dengan transit usus lambat dapat bersumber dari perdarahan di usus halus atau usus besar.

 

Begitu pula dengan hematochezia. Kondisi ini umumnya diindikasikan dengan perdarahan dari usus halus atau usus besar bagian distal. Namun, penyebabnya juga bisa berasal dari perdarahan saluran pencernaan bagian atas yang parah karena efek katarsis dari volume darah yang besar di dalam lumen usus sehingga mempercepat transit usus.

 

Perdarahan saluran pencernaan bagian bawah sering kali menyebabkan diare berdarah. Kondisi ini ditandai dengan darah merah terang yang bercampur dengan atau melapisi feses normal. Bayi dengan riwayat diare atau konstipasi akut biasanya sering mengalami fisura ani. Pada anak berusia di atas 2 tahun, BAB berdarah biasanya disebabkan oleh kolitis infektif yang terkadang dapat dikaitkan dengan disentri karena infeksi bakteri, seperti Shigella dysenteriae, dan IBD.

 

Gejala BAB Berdarah pada Anak

 

Berdasarkan penyebabnya, BAB berdarah pada anak dapat terlihat berbeda dari segi warna dan kepadatannya. Dengan begitu, dokter bisa mengetahui dari mana darah berasal. Gejala lainnya, seperti nyeri dan perubahan kebiasaan buang air besar, juga dapat membantu dokter mengetahui dari saluran pencernaan mana darah berasal. Darah dalam feses bisa tampak sebagai berikut:

 

  • Berwarna merah terang di atas feses.

  • Berwarna merah marun gelap dan bercampur dalam feses.

  • Feses berwarna hitam atau pekat.

 

Darah merah terang pada feses sering kali disebabkan oleh perdarahan pada saluran pencernaan bagian bawah, seperti perdarahan rektum. Sementara itu, feses yang berwarna hitam biasanya disebabkan oleh perdarahan pada lambung atau bagian lain dari saluran pencernaan bagian atas.

 

Diagnosis BAB Berdarah pada Anak

 

Dokter akan memulai diagnosis dengan melakukan anamnesis (wawancara medis) dengan pasien atau pendamping pasien untuk menanyakan riwayat medis serta gejala yang dialaminya. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, utamanya di bagian dubur. Sejumlah tes lainnya yang mungkin direkomendasikan oleh dokter adalah:

 

  • Tes darah, untuk menghitung darah lengkap, kadar elektrolit, penanda peradangan, dan lain-lain.

  • Pemeriksaan feses.

  • Rontgen atau USG perut.

  • CT scan perut.

  • Kolonoskopi.

  • Endoskopi saluran pencernaan bagian atas.

 

Pengobatan BAB Berdarah pada Anak

 

Mengatasi BAB berdarah pada anak akan dilakukan berdasarkan penyebabnya. Apabila penyebab BAB berdarah dikarenakan IBD (inflammatory bowel disease), dokter biasanya merekomendasikan obat seperti kortikosteroid dan imunomodulator.

 

Pada kasus bayi dengan hematochezia, artikel pada Journal of Biosciences and Medicines (2024) menyatakan bahwa diagnosis akurat mengenai penyebab kondisi tersebut memegang peran krusial dalam penentuan langkah pengobatan. Pembedahan merupakan pengobatan utama dan merupakan pilihan satu-satunya untuk kelainan saluran pencernaan bawaan tertentu.

 

Anamnesis (wawancara medis) juga penting dalam diagnosis dan penentuan pengobatan untuk kasus anak dengan melena. Pada artikel yang dipublikasikan dalam World Journal of Gastroenterology (2023), disebutkan bahwa diagnosis untuk menemukan penyebab secara akurat dapat mencegah risiko kesehatan yang membahayakan jiwa secara signifikan. Beberapa pilihan pengobatannya adalah:

 

  • Obat antiinflamasi nonsteroid.

  • Terapi endoskopi.

  • Pembedahan TIPS (transjugular intrahepatic portosystemic shunt) apabila perdarahan tidak terkontrol.

 

Penyesuaian terhadap gaya hidup juga dapat membantu menangani BAB berdarah pada anak, seperti:

 

  • Minum air putih sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

  • Mengonsumsi makanan yang tinggi serat.

  • Membersihkan area di sekitar anus setelah buang air besar untuk mengurangi infeksi.

  • Keringkan area sekitar anus dengan tisu yang lembut di kulit.

  • Oleskan petroleum jelly di sekitar anus apabila fisura ani telah sembuh untuk mengurangi nyeri dan membantu melindungi anus dari iritasi.

  • Pembedahan mungkin direkomendasikan untuk mengangkat polip atau menangani lokasi perdarahan.

 

Pada kasus perdarahan saluran pencernaan bagian bawah, balita mungkin membutuhkan dukungan medis tambahan. Bagi balita yang memiliki alergi protein susu, direkomendasikan untuk menghindari konsumsi makanan atau susu formula yang mengandung susu sapi. Akan tetapi, hal ini sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter anak terlebih dahulu.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Kondisi atau penyebab kenapa saat anak BAB keluar darah harus ditinjau lebih lanjut oleh dokter. Maka dari itu, sebaiknya segera hubungi dokter ketika anak mengalami gejala-gejala berikut:

 

  • Tidak kunjung berhenti menangis.

  • Merasa kesakitan.

  • Menolak makan atau minum.

  • Mengalami demam.

  • Lesu atau terlihat lemah.

  • Mengalami penurunan berat badan.

  • Feses memiliki konsistensi yang keras.

  • Feses berwarna hitam.

  • Terdapat gumpalan darah pada feses.

 

Meskipun kasusnya banyak ditemukan, BAB berdarah pada anak tidak bisa diabaikan karena dapat mengindikasikan kondisi medis yang lebih serius. Namun, penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas ditujukan sebagai edukasi dan tidak dapat menggantikan saran medis profesional.

 

Karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Anak di Siloam Hospitals terdekat apabila anak sering kali mengalami diare atau sembelit yang disertai BAB berdarah.

 

Setiap pasien akan menjalani pemeriksaan sebelum direkomendasikan pengobatan oleh dokter sesuai dengan kondisi medisnya. Tahapan prosedur pemeriksaan dan pengobatan nantinya juga akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit.

 

Jika diperlukan, dokter bisa merekomendasikan Pemeriksaan Feses yang dapat dipesan melalui aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter dan mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Healthline. Is Blood in My Toddler’s Poop a Cause for Concern?. Diakses pada 2025 | MedicalNewsToday. What to Know About Blood in Toddler Stool. Diakses pada 2025 | WebMD. Treating Bloody Stools in Children. Diakses pada 2025 | National Library of Medicine. Gastrointestinal bleeding in children: diagnostic approach. Diakses pada 2025 | Scientific Research. Etiology and Treatment Advances of Hematochezia in Infants Aged ≤3 Months. Diakses pada 2025 | World Journal of Gastroenterology. Age-specific causes of upper gastrointestinal bleeding in children. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail