Perdarahan Gastrointestinal, Penyebab dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Perdarahan Gastrointestinal, Penyebab dan Pengobatannya

22 Mei 2025 4 menit waktu baca
perdarahan gastrointestinal

Perdarahan gastrointestinal adalah kondisi ketika terjadi perdarahan pada saluran pencernaan. Pasalnya, kondisi ini bisa membahayakan nyawa karena perdarahan yang terjadi bisa sangat banyak dan sulit terdeteksi. Lantas, apa penyebab perdarahan gastrointestinal? Bagaimana gejala dan cara mengatasinya? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Perdarahan Gastrointestinal?

 

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa saluran pencernaan terbagi menjadi dua, yaitu bagian atas dan bawah. Adapun beberapa organ yang termasuk dalam saluran pencernaan bagian atas adalah esofagus (kerongkongan), lambung, dan duodenum. Sementara itu, usus halus, usus besar, dan dubur (anus) masuk dalam kategori saluran pencernaan bagian bawah.

 

Perdarahan gastrointestinal adalah kondisi yang lebih sering terjadi di saluran pencernaan bagian atas. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya darah di dalam tinja, tinja berwarna hitam, atau muntah darah. Tingkat keparahan dari perdarahan saluran pencernaan yang terjadi pun bisa ringan hingga berat.

 

Perdarahan saluran pencernaan bagian atas biasanya menimbulkan gejala seperti hematemesis (muntah darah) atau melena (BAB hitam), sedangkan perdarahan yang berasal dari saluran pencernaan bagian bawah paling sering menimbulkan gejala hematochezia (munculnya darah segar pada tinja).

 

Penyebab Perdarahan Gastrointestinal

 

Perdarahan saluran cerna dapat disebabkan oleh berbagai faktor, khususnya kondisi medis yang memengaruhi sistem pencernaan. Adapun beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan saluran cerna bagian atas yang paling umum adalah sebagai berikut:

 

 

Sementara itu, sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan sistem gastrointestinal bagian bawah, di antaranya sebagai berikut:

 

 

Selain itu, konsumsi beberapa obat-obatan tertentu juga bisa menimbulkan efek samping berupa perdarahan saluran cerna, seperti obat antiinflamasi nonsteroid, antikoagulan, dan agen antiplatelet.

Gejala Perdarahan Gastrointestinal

 

Gejala gastrointestinal bleeding bisa terlihat secara jelas ataupun tidak begitu jelas (karena mirip dengan gejala dari kondisi lain). Gejalanya pun berbeda-beda, tergantung dari kecepatan dan lokasi perdarahan. Secara umum, beberapa gejala perdarahan yang tampak jelas, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Muntah darah. Warna darah yang dikeluarkan bisa merah segar, cokelat gelap, atau terlihat seperti bubuk kopi.

  • Tinja berwarna hitam dan keras.

  • Perdarahan di dubur.

 

Sementara itu, sejumlah gejala yang tidak tampak jelas yang mungkin menunjukkan adanya perdarahan di dalam saluran pencernaan adalah sebagai berikut:

 

  • Kesulitan bernapas atau menelan.

  • Pusing.

  • Nyeri dada.

  • Nyeri perut.

  • Penurunan berat badan.

  • Gangguan buang air besar.

 

Apabila perdarahan terjadi secara tiba-tiba dan memburuk dengan cepat, kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami syok. Adapun beberapa gejala dan tanda dari syok tersebut, antara lain:

 

  • Kelelahan dan merasa lemah.

  • Mual atau muntah.

  • Kulit dingin, berkeringat, dan pucat.

  • Tidak buang air kecil atau hanya buang air kecil dalam jumlah sedikit.

  • Sianosis (warna kebiruan pada bibir, kuku, dan jari).

  • Merasa cemas dan gelisah.

  • Tidak sadarkan diri.

  • Detak jantung cepat.

  • Napas cepat.

  • Penurunan tekanan darah.

  • Pupil mata membesar.

 

Diagnosis Perdarahan Gastrointestinal

 

Guna menegakkan diagnosis terhadap perdarahan gastrointestinal, dokter perlu melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu untuk mengetahui tentang gejala yang dialami pasien, riwayat kesehatan pasien, dan riwayat obat-obatan yang dikonsumsi pasien. Kemudian, dokter akan melanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, seperti mendengarkan suara di dalam perut menggunakan stetoskop dan meraba area tubuh tertentu.

 

Melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik, dokter biasanya sudah bisa menduga apakah pasien mengalami perdarahan di dalam saluran cerna. Namun, untuk mengonfirmasi diagnosis gastrointestinal bleeding, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan, seperti:

 

  • Tes darah: Untuk mengukur kadar hemoglobin, trombosit, faktor pembekuan darah pada pasien, kadar laktat, dan fungsi hati.

  • Pemeriksaan tinja: Untuk melihat ada atau tidaknya darah pada tinja.

  • Angiografi: Untuk melihat kondisi pembuluh darah.

  • Endoskopi: Untuk melihat kondisi saluran pencernaan.

  • Nasogastric lavage: Untuk mengeluarkan isi perut.

  • Kolonoskopi: Untuk melihat bagian dalam usus besar dan rektum menggunakan alat berupa tabung panjang dan fleksibel yang dilengkapi dengan kamera dan dimasukkan melalui anus (dubur).

  • Flexible sigmoidoscopy: Prosedur yang menggunakan sebuah tabung yang dilengkapi dengan kamera dan lampu yang dimasukkan melalui anus (dubur) untuk melihat bagian akhir dari usus besar (kolon sigmoid).

  • Balloon-assisted enteroscopy: Untuk memeriksa bagian usus halus yang tidak dapat terjangkau oleh metode pemeriksaan lain.

  • Tes pencitraan dengan CT scan perut: Untuk memastikan sumber perdarahan.

 

Cara Mengatasi Perdarahan Gastrointestinal

 

Tujuan utama penanganan gastrointestinal bleeding adalah mengganti darah dan cairan tubuh yang hilang karena perdarahan sekaligus menghentikan perdarahan di dalam saluran pencernaan. Jika kondisi perdarahan tergolong parah, dokter biasanya akan memberikan cairan beserta obat-obatan melalui infus dan transfusi darah untuk menggantikan darah yang hilang.

 

Sementara itu, pasien dengan gangguan pembekuan darah biasanya menerima transfusi trombosit atau faktor pembekuan. Dokter juga dapat memberikan obat-obatan untuk mengobati perdarahan yang disebabkan oleh tukak lambung, GERD, atau wasir.

 

Lalu, guna menghentikan perdarahan, dokter dapat melakukan prosedur endoskopi atau kolonoskopi untuk menangani perdarahan pada saluran cerna. Endoskopi atau kolonoskopi tersebut dapat membantu:

 

  • Menghilangkan pertumbuhan jaringan abnormal, misalnya polip usus besar.

  • Menyuntikkan obat yang membantu menghentikan perdarahan.

  • Mengikat (ligasi) pembuluh darah yang menjadi sumber perdarahan dengan menggunakan staples atau benang operasi.

  • Menggunakan laser tingkat rendah atau gas panas/dingin untuk menghancurkan jaringan yang menyebabkan perdarahan.

 

Apabila tidak segera mendapatkan penanganan, perdarahan gastrointestinal dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti anemia, syok, bahkan kematian. Oleh karena itu, jika mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi ini, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam tepercaya di Siloam Hospitals terdekat.

 

Selain itu, Anda juga dapat melakukan Skrining Sistem Pencernaan Lengkap untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan secara keseluruhan. Skrining tersebut juga bisa dilakukan Siloam Hospitals. Gunakan aplikasi MySiloam untuk melakukan pemesanan sekaligus melihat hasil pemeriksaan secara praktis.

 

Aplikasi My Siloam

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail