Kesehatan Tubuh
Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus: Peradangan Ginjal Setelah Infeksi

Table of Contents
- Apa Itu Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus?
- Penyebab Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus
- Faktor Risiko Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus
- Gejala Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus
- Diagnosis Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus
- Pengobatan Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus
- Prognosis Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus
Glomerulonefritis akut pascastreptokokus atau post-streptococcal glomerulonephritis (PSGN) adalah peradangan yang terjadi pada ginjal akibat adanya infeksi bakteri. Kondisi ini terjadi karena sistem imun tubuh secara keliru menyerang bagian organ ginjal yang sebetulnya adalah bentuk respons sistem imun terhadap infeksi bakteri di bagian tubuh lain. Untuk mengenal apa itu PSGN selengkapnya, mari simak artikel di bawah ini sampai tuntas.
Apa Itu Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus?
Glomerulonefritis akut pascastreptokokus adalah peradangan dan penurunan fungsi ginjal secara signifikan dan cepat akibat respons inflamasi (peradangan) setelah terdapat infeksi bakteri Streptococcus di dalam tubuh. Infeksi ini biasanya menyerang di bagian tubuh lain, namun sistem imun tubuh memberikan respons yang keliru sehingga menyebabkan peradangan di ginjal.
Sebagian besar orang yang menderita kondisi ini biasanya dapat pulih dan sembuh dalam beberapa minggu tanpa mengalami komplikasi apa pun. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal jangka panjang, seperti gagal ginjal. Komplikasi tersebut biasanya terjadi pada penderita PSGN usia dewasa.
Penyebab Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus
Penyebab utama glomerulonefritis akut pascastreptokokus adalah infeksi bakteri strain Group A beta-hemolytic streptococci bernama nephrogenic streptococci di bagian tubuh lain. Kemudian, tubuh meresponsnya secara keliru sehingga menimbulkan peradangan pada glomerulus (unit kecil dalam ginjal yang berperan penting dalam penyaringan darah) dan pembuluh darah kecil di ginjal.
Faktor Risiko Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus
PSGN bisa terjadi pada siapa saja, namun lebih sering dialami oleh anak-anak pada periode 1–2 minggu setelah mengalami sakit tenggorokan atau scarlet fever, maupun 6 minggu setelah menderita infeksi kulit (impetigo). Selain itu, beberapa kondisi yang dapat meningkatkan terjadinya glomerulonefritis akut pascastreptokokus adalah:
-
Enterokolitis.
-
Infeksi hepatitis B dan C.
-
Infeksi jamur tertentu, seperti koksidioidomikosis atau histoplasmosis.
-
Infeksi parasit tertentu, seperti malaria atau toksoplasmosis.
Gejala Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus
Setelah gejala sakit tenggorokan atau scarlet fever muncul, PSGN dapat berkembang sekitar 10 hari setelahnya. Sementara itu, pada penderita impetigo, PSGN dapat muncul sekitar 3 minggu kemudian. Biasanya, penderita PSGN juga mengalami hipertensi dan memiliki kadar protein yang tinggi dalam urinenya. Di samping itu, beberapa gejala umum PSGN adalah:
-
Urine berwarna gelap atau merah kecokelatan.
-
Penurunan volume urine.
-
Jarang buang air kecil.
-
Edema (pembengkakan), terutama di area wajah, sekitar mata, tangan, dan kaki.
-
Kelelahan karena anemia. Penderita PSGN juga rentan mengalami anemia.
Diagnosis Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus
Dalam menegakkan diagnosis post-streptococcal glomerulonephritis, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) guna mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, salah satunya untuk mengevaluasi pembengkakan (edema) yang terjadi di bagian tubuh tertentu.
Ketika melakukan pemeriksaan fisik dada dengan stetoskop, dokter mungkin akan mendengar suara abnormal yang berasal dari jantung dan paru-paru pasien post-streptococcal glomerulonephritis. Selain itu, beberapa prosedur pemeriksaan lain yang dilakukan dokter untuk membantu menegakkan diagnosis post-streptococcal glomerulonephritis adalah sebagai berikut:
-
Urinalisis.
-
Pemeriksaan laboratorium darah, seperti darah lengkap, fungsi ginjal, anti-DNase B, serum ASO (antistreptolysin O),kadar komplemen serum, dan lain-lain.
-
Kultur jaringan tenggorokan, untuk mengonfirmasi infeksi bakteri Streptococcus.
-
Tes pencitraan, seperti USG, untuk menilai struktur organ ginjal.
-
Biopsi ginjal, namun pemeriksaan ini lebih jarang dilakukan.
Pengobatan Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus
Dalam kebanyakan kasus, glomerulonefritis akut pascastreptokokus bisa sembuh dengan sendirinya. Karena itu, pengobatan dilakukan secara simtomatik (berdasarkan gejala yang muncul). Pengobatan suportif juga dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan komplikasi tertentu, seperti hipertensi dan edema, yang kerap terjadi pada fase akut.
Adapun beberapa metode pengobatan yang umum digunakan untuk menangani glomerulonefritis pascastreptokokus adalah sebagai berikut:
-
Pemberian obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, diuretik, antihipertensi, dan sebagainya.
-
Terapi imunosupresan, seperti dengan penggunaan kortikosteroid, terutama pada pasien PSGN yang mengalami gagal ginjal progresif.
-
Dialisis, dilakukan untuk mengelola keseimbangan asam-basa, gangguan elektrolit (terutama hiperkalemia), dan manajemen kadar cairan dalam tubuh.
Prognosis Glomerulonefritis Akut Pascastreptokokus
Post-streptococcal glomerulonephritis cenderung memiliki prognosis yang sangat baik terutama pada pasien anak-anak dengan masa pemulihan kurang lebih selama 6 hingga 8 minggu. Sementara itu, pada orang dewasa, sekitar 50% penderita kondisi ini mengalami perburukan dan menyebabkan gangguan fungsi ginjal, hipertensi, atau proteinuria persisten.
Dalam kasus tertentu, kondisi ini juga bisa berkembang menjadi penyakit ginjal stadium akhir. Hal tersebut membuat pasien membutuhkan dialisis (cuci darah) dalam jangka panjang hingga transplantasi ginjal, terutama jika organ ginjal sudah mengalami kerusakan yang berat.
Penting untuk dipahami bahwa gejala dan tanda yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi glomerulonefritis akut pascastreptokokus. Artinya, gejala dan tanda tersebut bisa saja serupa dengan kondisi medis lainnya. Karena itu, sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan akurat dengan berkonsultasi bersama Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat.
Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani pasien terkait kondisi PSGN bisa berbeda di setiap rumah sakit, bergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan serta pengobatan sesuai dengan kondisi medis pasien.
Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang dapat memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Medline Plus. Poststreptococcal Glomerulonephritis (GN). Diakses pada 2025 | CDC. About Post-Streptococcal Glomerulonephritis. Diakses pada 2025 | National Library of Medicine. Poststreptococcal Glomerulonephritis. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Ginjal Basic
Skrining Ginjal, Skrining Lite
7 Service/Item
Rp400.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Prima
Skrining Lite
8 Service/Item
Rp700.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Sehat
Skrining Ginjal, Skrining Pria & Wanita
7 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
CRP / Penanda Infeksi Akut
Darah, Infeksi, Jantung
1 Service/Item
Rp185.400
TERPOPULER
CRP-High Sensitive / Penanda Infeksi Akut
Darah, Infeksi, Jantung
1 Service/Item
Rp341.100
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Ginjal
Darah, Skrining Ginjal
3 Service/Item
Rp189.550
TERPOPULER
Dahak, Bakteri Tahan Asam III
1 Service/Item
Rp77.400






