Kesehatan Tubuh
Apa itu Impetigo? Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Impetigo adalah infeksi kulit yang dapat menular dan bisa menyebar dengan sangat cepat. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, namun sering terjadi pada bayi dan anak-anak karena sistem imun tubuh mereka yang masih belum cukup kuat untuk melawan infeksi.
Sebagai informasi, impetigo tidak termasuk masalah kulit yang serius, namun tetap perlu ditangani dengan cepat dan tepat agar tidak terjadi penularan yang semakin meluas. Mari simak lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan pengobatan impetigo dalam artikel berikut ini.
Apa itu Impetigo?
Impetigo adalah infeksi kulit yang banyak terjadi pada anak-anak usia 2–5 tahun. Impetigo pada anak biasanya muncul dalam bentuk bisul atau luka kemerahan di area wajah, terutama di sekitar mulut atau hidung. Impetigo juga bisa muncul di tangan dan kaki.
Impetigo dapat menyerang kulit yang sehat (impetigo primer) atau dipicu oleh masalah kulit yang sudah ada sebelumnya (impetigo sekunder), misalnya eksim/dermatitis atopik. Impetigo dapat menular melalui kontak langsung atau pemakaian barang secara bersama-sama atau bergantian dengan penderita.
Penyebab Impetigo
Infeksi bakteri adalah penyebab utama impetigo. Bakteri penyebab impetigo dapat berkembang dalam kondisi panas dan lembap. Itulah sebabnya, impetigo di Indonesia bisa terjadi sepanjang waktu. Berbeda dengan kejadian impetigo di negara 4 musim yang lebih banyak terjadi pada musim panas.
Jenis bakteri yang dapat menyebabkan impetigo adalah Streptococcus dan Staphylococcus. Bakteri ini bisa menular melalui kontak langsung dengan penderita atau penggunaan barang secara bersama-sama. Infeksi juga lebih mudah menular bila ada luka terbuka, misalnya luka goresan.
Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya impetigo adalah sebagai berikut:
-
Menderita penyakit yang menyebabkan penurunan sistem imun tubuh, seperti HIV/AIDS.
-
Bayi dan anak-anak dengan sistem imun tubuh yang lemah.
-
Menderita penyakit diabetes.
-
Tinggal di lingkungan yang padat penduduk.
-
Memiliki luka terbuka pada kulit.
-
Tinggal di tempat dengan udara lembap dan panas.
-
Melakukan aktivitas yang mengharuskan kontak langsung dengan orang lain, seperti olahraga gulat atau sepak bola.
-
Tingkat kebersihan atau higienitas yang rendah.
-
Memiliki riwayat alergi atau penyakit dermatitis atopik.
Gejala Impetigo
Gejala impetigo biasanya muncul dalam waktu 4–10 hari setelah infeksi awal. Gejala yang muncul biasanya berbeda-beda, tergantung dari jenis impetigo yang dialami. Adapun berdasarkan gejalanya, impetigo terbagi menjadi dua jenis, berikut masing-masing penjelasannya.
Gejala Impetigo Krustosa
Impetigo krustosa adalah jenis impetigo yang biasanya muncul di area hidung dan mulut, namun tidak menimbulkan rasa nyeri. Jenis impetigo ini sering dialami oleh anak-anak dan mudah menular. Beberapa gejala lain yang menyertai adalah:
-
Bercak kemerahan yang gatal di sekitar mulut dan hidung.
-
Iritasi pada kulit yang terdampak.
-
Menimbulkan koreng berwarna kuning madu di sekitar luka, namun bekas akibat koreng dapat menghilang dalam beberapa hari atau minggu.
Gejala Impetigo Bulosa
Impetigo bulosa adalah jenis impetigo serius yang dapat menimbulkan lepuhan pada kulit bayi dan anak-anak. Beberapa gejalanya adalah sebagai berikut:
-
Muncul lepuhan berisi cairan bening di bagian kulit yang terkena infeksi.
-
Lepuhan umumnya muncul di bagian tubuh antara leher dan pinggang atau lengan dan tungkai.
-
Lepuhan bisa pecah dan menyebar ke kulit di sekitarnya.
-
Lepuhan yang pecah dapat menimbulkan koreng berwarna kekuningan, tapi dapat menghilang dalam beberapa hari.
-
Terkadang keluhan disertai dengan gejala demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Diagnosis Impetigo
Sebelum menegakkan diagnosis impetigo, umumnya dokter akan mencari tahu riwayat penyakit serta gejala yang dialami pasien. Kemudian, dilakukan pemeriksaan fisik serta beberapa pemeriksaan penunjang jika dibutuhkan.
Pada beberapa kasus tertentu seperti kekambuhan impetigo atau adanya kecurigaan resistensi terhadap pengobatan antibiotik, dokter bisa saja melakukan pemeriksaan sampel cairan atau jaringan dari kulit yang terluka di laboratorium untuk mendeteksi jenis bakteri penyebab infeksi.
Terkadang, pasien dengan gejala impetigo juga diminta untuk melakukan pemeriksaan urine apabila dicurigai mengalami infeksi saluran kemih.
Komplikasi Impetigo
Pada dasarnya, impetigo adalah penyakit kulit yang tidak membahayakan. Namun, jika penanganannya kurang tepat, maka dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti:
-
Psoriasis gutata (munculnya ruam seperti tetesan air pada kulit).
-
Selulitis (infeksi kulit hingga jaringan di bawah kulit).
-
Sepsis (komplikasi akibat infeksi yang dapat mengancam nyawa).
-
Glomerulonefritis (peradangan pada ginjal).
-
Staphylococcal scalded skin syndrome (kulit melepuh dan mengelupas akibat infeksi bakteri Staphylococcus).
Pengobatan Impetigo
Pengobatan impetigo akan disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahannya. Apabila infeksi hanya terjadi pada satu area tubuh dan belum menyebar atau pada kasus impetigo non-bulosa, biasanya dokter akan memberikan krim/salep antibiotik selama lima hari.
Sebelum mengoleskan krim/salep antibiotik, luka sebaiknya direndam atau dikompres dengan air hangat untuk melunakkan koreng.
Apabila ruam dan bisul impetigo sudah menyebar ke berbagai area tubuh, maka pasien akan diberikan obat oral antibiotik yang harus diminum dalam waktu 7–10 hari. Obat minum antibiotik juga dapat diberikan jika salep antibiotik tidak lagi efektif. Perlu diingat, konsumsi obat antibiotik tidak boleh dihentikan sendiri tanpa seizin dokter walaupun gejala sudah membaik agar tidak terjadi kekambuhan infeksi.
Pencegahan Impetigo
Mengingat bahwa impetigo adalah penyakit kulit menular, maka cara paling efektif untuk mencegah penularan adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan, antara lain:
-
Mencuci tangan setelah beraktivitas dan jaga kebersihan kuku tangan.
-
Hindari menyentuh atau menggaruk luka.
-
Menjaga kebersihan pakaian, tempat tidur, dan benda-benda sekitar.
-
Menutup luka untuk mencegah masuknya bakteri.
-
Hindari berbagi atau menggunakan barang pribadi secara bersama-sama dengan pengidap impetigo.
-
Pengidap impetigo dianjurkan tidak keluar rumah hingga gejalanya mereda.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi impetigo. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi impetigo dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
KIDS - Wellness MCU Usia 3-5 Tahun
Lainnya
4 Service/Item
Rp600.000
MCU Anak Usia 3 - 5 tahun (PRE-SCHOOL)
Lainnya
4 Service/Item
Rp150.000
TERPOPULER
Full Blood Count (CBC + DIFF + LED) / Hematologi Lengkap
Darah, Imunologi, Infeksi
1 Service/Item
Rp113.400
TERPOPULER
Complete Blood Count (HB, HT, E, LEUKOCYTE, PLATELET, MCV, MCH, MCHC) / Hematologi Rutin
Darah
1 Service/Item
Rp90.900







