Imunisasi Ibu Hamil, Apa Saja? Perhatikan Rekomendasinya!
Ibu dan Anak

Imunisasi Ibu Hamil, Apa Saja? Perhatikan Rekomendasinya!

01 Agustus 2025 4 menit waktu baca
imunisasi ibu hamil

 

Pemberian vaksin atau imunisasi ibu hamil, baik sebelum, sedang, maupun setelah kehamilan, perlu menjadi perhatian khusus. Imunisasi yang diperlukan untuk ibu hamil dapat memberikan perlindungan kepada ibu dan bayi terhadap penyakit yang dapat membuat keduanya sakit. Lantas, apa saja rekomendasi imunisasi untuk ibu hamil? Mari pahami selengkapnya melalui pembahasan di bawah ini.

 

Rekomendasi Imunisasi untuk Ibu Hamil

 

Secara umum, vaksin yang mengandung virus tidak aktif atau yang telah dimatikan dapat diberikan selama masa kehamilan. Sebaliknya, vaksin yang mengandung virus hidup tidak direkomendasikan selama kehamilan. Beberapa rekomendasi vaksin yang aman untuk diberikan saat periode kehamilan di antaranya adalah:

 

1. Vaksin TT atau Tdap

 

Ibu hamil memerlukan vaksin tetanus, yaitu vaksin TT, sesuai dengan rekomendasi dokter. Pemberian vaksin ini perlu dilakukan meskipun ibu hamil sudah pernah menerima vaksinasi rutin selama masa kanak-kanak atau remaja. 

 

Secara luas, vaksin untuk tetanus ini lebih umum diberikan karena tersedia di puskesmas. Pemberian vaksin tetanus untuk ibu hamil ditujukan guna mengurangi risiko kelahiran prematur hingga menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir akibat tetanus.

 

Satu dosis dari vaksin Tdap (tetanus, difteri, dan pertusis) direkomendasikan untuk setiap kehamilan. Ibu hamil yang mendapatkan vaksin Tdap akan memproduksi antibodi yang bisa melindungi bayi dari pertusis atau whooping cough (batuk rejan). Antibodi tersebut akan diteruskan kepada bayi sehingga bayi menerima perlindungan optimal terhadap pertusis. 

 

2. Vaksin Hepatitis B

 

Vaksin hepatitis B bisa diberikan untuk ibu hamil tanpa berisiko menyebabkan efek samping pada janin karena mengandung HBsAg yang tidak menular. Apabila belum mendapatkan vaksin hepatitis B, ibu hamil perlu mendapatkannya selama kehamilan. 

 

Namun, perlu dicatat bahwa beberapa jenis vaksin hepatitis B, seperti Heplisav-B dan PreHevbrio, tidak disarankan untuk diberikan saat kehamilan karena masih belum cukup data yang mengonfirmasi keamanannya. Kebutuhan ini bisa dikonsultasikan dengan dokter terkait.

 

3. Vaksin Flu

 

Disebut juga sebagai vaksin influenza, jenis vaksin ini dianjurkan untuk wanita yang sedang hamil selama musim flu. Vaksin yang terbuat dari virus yang telah dimatikan ini aman untuk ibu dan bayi. Namun, Ibu hamil tidak disarankan untuk mendapatkan vaksin semprotan hidung influenza karena terbuat dari virus yang hidup. 

 

Wanita hamil lebih berisiko terkena komplikasi flu, seperti pneumonia saat musim flu, daripada wanita yang tidak hamil. Hal ini kemungkinan dikarenakan wanita hamil mengalami perubahan pada sistem imunitas serta fungsi jantung dan paru-paru. Apabila telah mendapatkan vaksin flu, risiko terserang flu menjadi lebih rendah. Vaksin influenza juga diketahui efektif untuk mencegah penyakit flu berat selama kehamilan.

 

4. Vaksin COVID-19

 

Wanita hamil lebih berisiko terserang penyakit COVID-19 yang lebih parah dibandingkan wanita yang tidak hamil. Mendapatkan imunisasi atau vaksin COVID-19 selama hamil dapat membantu melindungi ibu dan bayi dari komplikasi parah akibat COVID-19. 

 

Pemberian vaksinasi pada ibu hamil dapat menurunkan morbiditas dan risiko perburukan apabila ibu hamil tersebut terinfeksi COVID-19. Apabila seorang wanita yang telah mendapatkan dosis pertama vaksin COVID-19 kemudian diketahui hamil, sebaiknya Ia tetap menerima vaksin dosis kedua sesuai dengan waktunya. 

 

5. Vaksin RSV (Respiratory Syncytial Virus)

 

RSV merupakan salah satu virus yang mudah menular dan bisa membahayakan bayi. Virus ini bisa menyebabkan batuk dan pilek. Biasanya, kondisi ini akan membaik dengan sendirinya, namun bisa memburuk bagi bayi. Apabila tidak diatasi, RSV dapat menyebabkan infeksi paru-paru yang serius, seperti pneumonia dan bronkiolitis, sehingga menyulitkan bayi untuk bernapas dan menyusui.

 

Ibu hamil yang mendapatkan vaksin RSV dapat meneruskan perlindungan dari vaksin tersebut kepada bayi. Dengan begitu, risiko bayi terjangkit RSV yang berat akan berkurang selama 6 bulan pertama setelah mereka lahir. Semakin cepat ibu hamil mendapatkan vaksinasi (setidaknya sejak usia kehamilan 28 minggu), maka bayi akan mendapatkan perlindungan terhadap RSV yang lebih maksimal.

 

6. Vaksin Lain yang Direkomendasikan

 

Beberapa wanita mungkin membutuhkan vaksin lain sebelum, selama, atau setelah hamil. Berikut sejumlah vaksin yang disarankan:

 

  • Vaksin hepatitis A untuk wanita hamil yang memiliki riwayat medis penyakit hati kronis.

  • Vaksin untuk keperluan perjalanan internasional yang perlu diberikan setidaknya 4–6 minggu sebelum jadwal perjalanan, misalnya vaksin meningitis apabila ingin bepergian ke daerah Timur Tengah.

 

Vaksin yang Tidak Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, vaksin yang tidak direkomendasikan untuk ibu hamil adalah vaksin dengan virus hidup yang dilemahkan, seperti MMR dan BCG. Pasalnya, virus yang hidup berpotensi menyebabkan bayi yang belum lahir terinfeksi. 

 

Kendati demikian, tidak ada bukti medis yang menyatakan bahwa vaksin hidup berisiko menyebabkan kecacatan saat lahir. Konsultasi dengan dokter dianjurkan untuk keperluan vaksin yang menggunakan virus hidup selama kehamilan apabila terdapat risiko medis.

 

Pemberian imunisasi ibu hamil perlu menjadi prioritas agar ibu dan bayi senantiasa terlindungi. Perlu diperhatikan bahwa ketentuan imunisasi di setiap negara berbeda-beda. Maka dari itu, dianjurkan untuk mengecek jadwal pemberian imunisasi sesuai dengan anjuran dokter. Bagi ibu hamil, segerakan vaksinasi dan konsultasikan kebutuhannya dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kandungan) di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebelum memberikan rekomendasi imunisasi untuk ibu hamil, dokter akan melakukan pemeriksaan dan menyesuaikan kebutuhannya dengan kondisi medis setiap pasien. Perlu dicatat bahwa tahapan pemeriksaan dan penanganan akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit.

 

Apabila dokter merekomendasikan vaksin influenza, Anda bisa memesan paket Vaksinasi Influenza melalui aplikasi MySiloam. Tidak lupa, gunakan juga fitur-fitur lain di aplikasi ini untuk membantu konsultasi kesehatan, mulai dari membuat janji temu dengan dokter hingga mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam segera untuk menggunakan fitur-fiturnya yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Health Service. Vaccinations in Pregnancy. Diakses pada 2025 | Centers for Disease Control and Prevention. Vaccine Recommendations Before, During, and After Pregnancy. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Pregnancy Week by Week. Diakses pada 2025 | Centers for Disease Control and Prevention. Guidelines for Vaccinating Pregnant Women. Diakses pada 2025 | POGI. Rekomendasi POGI Terhadap Vaksinasi COVID-19 Bagi Ibu Hamil. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail