Manfaat Vaksin MMR untuk Anak, ini Jadwal & Efek Sampingnya
Ibu dan Anak

Manfaat Vaksin MMR untuk Anak, ini Jadwal & Efek Sampingnya

21 Agustus 2025 6 menit waktu baca
manfaat vaksin mmr

 

Dalam melakukan imunisasi dasar lengkap pada anak, vaksin MMR menjadi salah satu jenis vaksin yang diberikan. Pada dasarnya, vaksin MMR dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi yang dapat melawan virus penyebab campak, gondongan, serta campak Jerman. Mari kenali manfaat vaksin MMR untuk anak selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Vaksin MMR?

 

Vaksin campak/rubella/gondongan atau vaksin MMR adalah salah satu jenis vaksin yang digunakan untuk melindungi tubuh dari penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan campak Jerman (rubella). Ketiga penyakit tersebut diketahui rentan menyerang anak-anak berusia di bawah 1 tahun. Pasalnya, pada usia tersebut, sistem kekebalan tubuh anak masih belum terbentuk sempurna.

 

Namun, di samping itu, orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga bisa tertular penyakit campak, gondongan, maupun campak Jerman, terutama jika belum memperoleh vaksin MMR saat kecil. Maka dari itu, vaksin MMR juga dapat dilakukan untuk orang dewasa.

 

Manfaat Vaksin MMR untuk Anak

 

Terdapat sejumlah manfaat vaksin MMR untuk anak yang perlu dipahami, di antaranya adalah melindungi tubuh dari penyakit campak, meminimalkan risiko terjadinya gondongan, mencegah rubella, hingga mengurangi risiko komplikasi akibat campak, gondongan, dan campak Jerman. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Melindungi Tubuh dari Penyakit Campak

 

Manfaat vaksin MMR untuk anak yang pertama adalah melindungi tubuh dari penyakit campak (measles). Campak sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dari famili Paramyxovirus, yaitu rubeola. Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebar melalui percikan air liur penderitanya.

 

Gejala umum campak adalah demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam merah pada kulit. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, kondisi ini berisiko menyebabkan pneumonia pada anak, infeksi telinga, hingga kerusakan otak.

 

2. Meminimalkan Risiko Terjadinya Gondongan

 

Manfaat vaksin MMR untuk anak selanjutnya adalah meminimalkan risiko terjadinya gondongan (mumps). Gondongan adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh infeksi virus bernama Paramyxovirus di area kelenjar ludah. Karena itu, kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa pembengkakan di kelenjar ludah yang terletak di area pipi dan sekitar leher.

 

3. Mencegah Campak Jerman

 

Campak Jerman adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dari famili Paramyxovirus, yaitu rubella. Gejala kondisi ini cenderung menyerupai campak biasa yang disebabkan oleh infeksi virus rubeola. Namun, campak Jerman umumnya dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan belakang telinga. Agar anak terhindar dari risiko campak Jerman, penting untuk melakukan vaksinasi MMR sesuai dengan jadwal.

 

4. Mengurangi Risiko Komplikasi Campak, Gondongan, dan Campak Jerman

 

Salah satu manfaat vaksin MMR untuk anak adalah dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi jika sewaktu-waktu terserang penyakit campak, gondongan, maupun campak Jerman. Misalnya, jika anak menderita gondongan namun sudah pernah mendapatkan vaksin MMR, risiko terjadinya komplikasi, seperti orchitis, peradangan pada pankreas, hingga meningitis dapat lebih rendah.

 

Jadwal Pemberian Vaksin MMR

 

Dalam jadwal imunisasi dasar lengkap dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2023, pemberian vaksin MMR dapat dilakukan sebanyak 3 dosis, dengan 1 dosis primer dan 2 dosis booster yang diberikan secara subkutan. Untuk dosis primer, vaksin yang diberikan adalah jenis vaksin MR (measles atau campak dan rubella). Lebih jelasnya, berikut adalah jadwal pemberian vaksin MMR untuk anak:

 

  • Dosis 1 (vaksin MR): Usia 9 bulan.

  • Dosis 2 (booster): Usia 15–18 bulan.

  • Dosis 3 (booster): Usia 5–7 tahun diberikan MR dalam program BIAS (bulan imunisasi anak sekolah) kelas 1 SD.

 

Namun, apabila sampai berusia 12 bulan anak masih belum mendapatkan vaksin MR, anak bisa melakukan vaksinasi MMR dosis pertama mulai usia 12–15 bulan dan dosis kedua pada usia 5–7 tahun. 

 

Imunisasi MMR dapat diberikan tanpa atau dengan vaksin varicella (MMRV). Bila sampai usia di bawah dua tahun anak belum mendapat MR/MMR dan varicella, anak dapat diberikan vaksin MR/MMR dan varicella terpisah (MR/MMR+V) secara simultan. 

 

Selanjutnya, MMRV dapat diberikan sebagai dosis booster atau bila sampai usia 2 tahun atau lebih belum mendapat MR/MMR dan varicella agar risiko kejang demam tidak meningkat. Sementara itu, bagi orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin MMR sama sekali saat kecil, bisa mendapatkan 2 dosis vaksin MMR pada usia 19–59 tahun dengan interval minimal 28 hari antara dosis pertama dan kedua.

 

Sebagai informasi yang perlu diketahui, vaksin MR berisi virus hidup yang dilemahkan. Adapun efektivitas pemberian imunisasi pada anak usia 9 bulan adalah sebesar 84% dan pada anak usia 12 bulan adalah sebesar 95%. 

 

Pemberian dosis kedua atau ketiga yang disebut sebagai booster juga dibutuhkan. Sebab seiring berjalannya waktu, imunitas terhadap virus mumps akan menurun. Anak juga disarankan untuk kembali mendapatkan vaksinasi MMR apabila di lingkungan sekitar sedang terjadi KLB (kejadian luar biasa) atau outbreak penyakit gondongan.

 

Dokter mungkin akan menyarankan untuk menunda jadwal pemberian vaksin MMR jika anak sedang sakit berat. Di sisi lain, dokter juga dapat menganjurkan anak untuk tidak mendapatkan vaksin MMR jika mengalami beberapa kondisi berikut ini:

 

  • Pernah mengalami reaksi alergi parah (anafilaksis) setelah mendapatkan vaksin MMR sebelumnya.

  • Menderita kanker atau sedang menjalani perawatan kanker yang dapat melemahkan sistem imun tubuh.

  • Menderita HIV/AIDS atau gangguan sistem imun tubuh tertentu dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah.

  • Sedang menggunakan obat yang dapat memengaruhi sistem imun tubuh, seperti steroid jangka panjang.

  • Riwayat keluarga dengan defisiensi imun bawaan.

 

Selain itu, beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian sebelum si Kecil menerima vaksin MR adalah sebagai berikut:

 

  • Menerima produk darah yang mengandung antibodi ≤11 bulan.

  • Riwayat trombositopenia atau purpura trombositopenik

  • Memerlukan pengujian kulit tuberkulin atau pengujian interferon-gamma release assay (IGRA).

  • Sedang mengalami atau menderita penyakit akut yang sedang atau berat baik tanpa atau dengan demam. 

  • Alergi berat terhadap neomycin. Vaksin MMR dan MMRV mengandung neomycin dan gelatin dalam jumlah kecil. Anak yang memiliki riwayat alergi alpha-gal dapat berkonsultasi dengan dokter sebelum menerima vaksin yang mengandung gelatin.

 

Kendati demikian, agar lebih aman, apabila ingin memberikan vaksin MMR kepada si Kecil, orang tua bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai hal-hal di atas tersebut. Dengan begitu, dokter dapat melihat kondisi kesehatan anak secara keseluruhan sehingga bisa menentukan jadwal yang tepat.

 

Efek Samping Vaksin MMR

 

Sama seperti jenis vaksin lainnya, vaksin MMR juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping. Namun, efek samping pascaimunisasi MMR biasanya tergolong ringan dan dapat membaik dengan sendirinya setelah beberapa hari. Beberapa efek samping tersebut, di antaranya:

 

  • Nyeri, bengkak ringan, dan kemerahan di area bekas suntikan.

  • Demam ringan.

  • Kelelahan.

 

Orang tua dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah) setelah si kecil mendapatkan vaksinasi. Pakailah pakaian yang tipis atau berikan obat penurun demam sesuai anjuran apabila si kecil demam. 

 

Jika area bekas suntikan bengkak atau nyeri, orang tua dapat memberikan kompres air dingin. Namun, apabila reaksi-reaksi tersebut semakin berat dan menetap atau orang tua merasa khawatir terhadap kondisi anak, bawalah si kecil ke dokter. Di samping itu, dalam kasus yang sangat jarang terjadi, vaksin MMR juga dapat menimbulkan efek samping yang lebih parah, seperti kejang, gangguan pendengaran, hingga kerusakan otak.

 

Perlu diketahui bahwa informasi yang disebutkan di atas tidak dapat menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Jika si kecil baru mendapatkan vaksin MMR dan mengalami gejala efek samping atau si kecil baru mau menjalani vaksin MMR namun Anda membutuhkan informasi yang lebih detail, disarankan untuk segera mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri (Anak).


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail