Kesehatan Tubuh
Jenis-Jenis Pemeriksaan Tumor Marker yang Umum Digunakan

Table of Contents
Penanda tumor atau tumor marker adalah zat yang diproduksi oleh sel kanker/tumor ataupun sel normal dalam merespons pertumbuhan sel tumor maupun kanker. Karena itu, biasanya diperlukan pemeriksaan tumor marker untuk mendeteksi adanya pertumbuhan sel-sel abnormal di dalam tubuh. Pada dasarnya, terdapat beberapa jenis pemeriksaan tumor marker yang umum digunakan. Untuk mengetahui jenis-jenisnya, mari simak artikel berikut ini sampai tuntas.
Jenis-Jenis Pemeriksaan Tumor Marker
Secara umum, penanda tumor merupakan protein yang diproduksi oleh sel kanker tertentu dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan sel normal. Oleh karenanya, beberapa jenis kanker biasanya dapat dideteksi menggunakan pemeriksaan tumor marker yang berbeda. Di samping itu, perubahan (mutasi) pada gen dan bagian lain sel tumor juga bisa menjadi suatu tumor marker.
Pemeriksaan tumor marker dapat membantu dokter untuk menentukan beberapa hal, di antaranya:
-
Kecepatan pertumbuhan tumor.
-
Jenis pengobatan yang paling efektif untuk menangani tumor.
-
Efektivitas pengobatan yang telah dijalani oleh pasien kanker.
-
Sel tumor atau kanker yang muncul kembali setelah pasien menjalani pengobatan.
Penanda tumor biasanya ditemukan pada sampel cairan tubuh, seperti darah atau urine. Karena itu, pemeriksaan penanda tumor lebih umum menggunakan tes darah atau tes urine. Di sisi lain, beberapa penanda tumor juga dapat ditemukan dalam sampel jaringan yang diambil dari tumor melalui pemeriksaan biopsi. Adapun beberapa jenis pemeriksaan tumor marker yang umum digunakan adalah:
1. CA 72-4 Serum Marker Test
Jenis pemeriksaan penanda tumor yang pertama adalah CA 72-4 serum marker test. CA 72-4 pada dasarnya merupakan protein yang ditemukan pada permukaan beberapa bagian organ tubuh, seperti sistem pencernaan (esofagus, lambung, dan kolon) dan ovarium.
Kadar CA 72-4 yang melebihi batas normal bisa menjadi suatu penanda adanya sel tumor atau kanker yang tumbuh di bagian tubuh tersebut. Maka dari itu, CA 72-4 serum marker test umumnya digunakan untuk mendeteksi serta memprediksi kekambuhan penyakit pada kasus kanker usus besar, kanker lambung, serta kanker ovarium.
2. CA 19-9 Blood Test
Jenis pemeriksaan tumor marker selanjutnya adalah CA 19-9 blood test. Tes ini dilakukan dengan memeriksa kadar protein CA 19-9 (cancer antigen 19-9) di dalam darah. Tingginya kadar protein CA 19-9 bisa menjadi tanda dari beberapa kondisi medis, seperti kanker pankreas, batu empedu, dan sirosis hati.
Karena dapat menjadi tanda dari berbagai kondisi medis, CA 19-9 blood test umumnya tidak digunakan untuk menegakkan diagnosis, melainkan guna membantu memantau perkembangan penyakit serta mengevaluasi efektivitas pengobatan yang telah dijalani oleh pasien. Selain itu, pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk memeriksa apakah sel kanker tumbuh kembali setelah pasien menjalani pengobatan.
3. CA-125 Blood Test
CA-125 blood test adalah tes darah yang dilakukan untuk memeriksa kadar penanda tumor CA-125. Tingginya kadar CA-125 di dalam darah bisa menjadi tanda dari kondisi medis tertentu, salah satunya adalah kanker ovarium.
Dokter dapat menggunakan hasil pemeriksaan CA-125 untuk memantau perkembangan penyakit dan efektivitas pengobatan yang dilakukan pasien. Di samping itu, dokter juga bisa menggunakan tes CA-125 untuk mendeteksi kanker ovarium pada pasien yang berisiko tinggi.
Namun, tes CA-125 bisa memberikan hasil pemeriksaan false positive (kadar CA-125 meningkat meski pasien tidak menderita kanker) maupun false negative (kadar CA-125 normal, namun pasien menderita kanker). Maka dari itu, interpretasi pemeriksaan ini harus dilakukan bersamaan dengan memperhatikan keluhan dan hasil pemeriksaan pasien lainnya.
4. PIVKA-II
Dilansir dari penelitian dalam jurnal Medicine, PIVKA-II (protein induced by vitamin K absence-II) merupakan prosedur pemeriksaan tumor marker yang potensial untuk mendeteksi hepatocellular carcinoma (HCC) atau kanker hati.
5. Cyfra 21-1 Test
Cyfra 21-1 merupakan fragmen dari sitokeratin-19 yang larut dalam serum dan bisa menjadi penanda tumor tertentu. Sebagai informasi, sitokeratin adalah protein yang ditemukan pada sel epitel. Cyfra 21-1 diketahui menjadi penanda tumor NSCLC (non-small cell lung cancer) atau kanker paru yang sensitif dan spesifik, terutama pada kanker paru jenis sel skuamosa.
6. Alpha Fetoprotein (AFP) Tumor Marker Test
Pada wanita hamil, pemeriksaan alpha fetoprotein (AFP) bisa menjadi tes penting karena kadar AFP yang tidak normal dapat mengindikasikan adanya kelainan genetik pada janin, seperti gangguan pada sistem persarafan janin.
Sementara itu, pada individu yang tidak hamil, pemeriksaan AFP berfungsi sebagai salah satu tumor marker test. Tes ini biasanya digunakan untuk membantu mendiagnosis beberapa jenis kanker, seperti kanker hati, kanker ovarium, atau kanker testis.
Namun, perlu diketahui bahwa AFP tumor marker test tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya metode diagnosis kanker. Pasalnya, peningkatan kadar AFP tidak hanya menjadi tanda dari kanker, namun juga terjadi pada kondisi medis lainnya, seperti penyakit liver.
7. Pemeriksaan Tumor Marker Lainnya
Selain pemeriksaan yang telah dijelaskan di atas, beberapa jenis pemeriksaan tumor marker yang umum digunakan untuk mendeteksi pertumbuhan sel tumor atau kanker, di antaranya sebagai berikut:
-
Pemeriksaan penanda tumor CA 15-3 dan CA 27-29: Dapat digunakan untuk memantau pengobatan pada pasien dengan kanker payudara stadium lanjut.
-
Pemeriksaan PSA (prostate-specific antigen): Digunakan untuk membantu mendiagnosis dan memantau pengobatan pasien kanker prostat.
-
Pemeriksaan CEA (carcinoembryonic antigen): Biasanya digunakan untuk memantau pengobatan kanker usus besar. Selain itu, pemeriksaan ini juga dapat membantu menegakkan diagnosis kanker paru, payudara, dan ovarium.
-
Pemeriksaan B2M (beta 2-microglobulin): Digunakan untuk memantau pengobatan pada pasien multiple myeloma, beberapa jenis limfoma, dan beberapa jenis leukemia.
Demikian penjelasan selengkapnya mengenai berbagai jenis pemeriksaan tumor marker yang penting untuk dipahami. Dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan tumor marker tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya acuan dan harus dievaluasi bersama hasil pemeriksaan lainnya. Proses diagnosis juga membutuhkan data-data lain, seperti wawancara medis (anamnesis), pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya.
Oleh karena itu, sangat penting bagi pasien untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter sebelum menjalani prosedur ini. Sehingga, dokter dapat mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh untuk memastikan apakah pemeriksaan tersebut benar-benar diperlukan.
Maka dari itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat jika Anda atau kerabat mengalami gejala-gejala yang dicurigai sebagai tanda dari tumor atau kanker tertentu. Siloam Hospitals dilengkapi dengan tim dokter multidisiplin berpengalaman dan fasilitas medis modern sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan secara akurat serta komprehensif.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani oleh pasien bisa bervariasi di setiap rumah sakit, mengingat prosedurnya bergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tindakan medis yang dilakukan sudah sesuai dengan kondisi pasien.
Lebih lanjut, Anda juga bisa melakukan medical check up dengan memesan Paket Skrining Kanker untuk mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh dan mendeteksi keberadaan kanker sejak dini. Pemesanan paket ini dapat dilakukan secara mudah melalui aplikasi MySiloam.
Sumber
MedlinePlus. CA 19-9 Blood Test (Pancreatic Cancer). Diakses pada 2024 | MedlinePlus. Alpha Fetoprotein (AFP) Tumor Marker Test. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. CA-125 Blood Test. Diakses pada 2024 | MedlinePlus. Tumor Marker Tests. Diakses pada 2024 | Cancer Investigation. CA 72-4 Serum Marker--a New Tool in the Management of Carcinoma Patients. Diakses pada 2024 | Chest. Cyfra 21-1 as a Biologic Marker of Non-Small Cell Lung Cancer. Evaluation of Sensitivity, Specificity, and Prognostic Role. Diakses pada 2024 | Medicine. PIVKA-II is a Useful Tool for Diagnostic Characterization of Ultrasound-Detected Liver Nodules in Cirrhotic Patients. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anik Widajati, M.Kes, SpMK
Laboratorium Medis
Spesialis Mikrobiologi Klinik
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Surabaya
Tersedia :
Tersedia hari ini







