Mengenal 2 Jenis Vaksin Pneumonia, Apa Saja?
Kesehatan Tubuh

Mengenal 2 Jenis Vaksin Pneumonia, Apa Saja?

08 Oktober 2025 5 menit waktu baca
Mengenal Jenis-Jenis Vaksin Pneumonia

Vaksinasi merupakan salah satu langkah yang penting dilakukan sebagai upaya meminimalkan risiko berbagai penyakit infeksi, tidak terkecuali dengan pneumonia. Pada dasarnya, vaksinasi pneumonia dapat diberikan ke berbagai kalangan usia, baik orang dewasa maupun anak-anak.

 

Lantas, apa saja jenis vaksin pneumonia yang dapat diberikan kepada orang dewasa dan anak-anak? Mari simak ulasan lengkap mengenai pentingnya vaksinasi pneumonia beserta jenis-jenisnya melalui artikel di bawah ini.

 

Pentingnya Vaksinasi Pneumonia

 

Pneumonia adalah radang paru-paru yang dapat terjadi akibat infeksi virus atau bakteri. Karena disebabkan oleh infeksi patogen, risiko pneumonia dapat dicegah dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mendapatkan vaksinasi pneumonia.

 

Vaksin pneumonia juga dapat mengurangi risiko munculnya gejala berat serta berbagai komplikasi serius dari pneumonia. Karena itulah, penting bagi setiap individu untuk mendapatkan vaksin pneumonia sesuai dengan jadwal.

 

Selain mencegah pneumonia, vaksinasi pneumonia juga dapat melindungi tubuh dari penyakit infeksi lainnya, seperti bronkopneumonia, meningitis, bakteremia, serta sepsis. Sebagai informasi, penyakit-penyakit tersebut berisiko menyebabkan berbagai komplikasi serius yang mengancam nyawa, seperti gagal napas, kerusakan otak, hingga kematian.

 

Siapa yang Membutuhkan Vaksinasi Pneumonia?

 

Pada dasarnya, setiap individu dapat memperoleh vaksinasi ini untuk meminimalkan risiko terjadinya radang paru-paru akibat infeksi Streptococcus pneumoniae. Namun, vaksinasi ini akan sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki risiko tinggi terserang infeksi bakteri penyebab pneumonia, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Anak-anak berusia di bawah 5 tahun.

  • Lansia.

  • Memiliki sistem imun lemah, seperti pada penderita HIV/AIDS atau penderita kanker yang sedang menjalani perawatan kemoterapi.

  • Menderita kelainan kongenital, seperti penyakit jantung bawaan.

  • Menderita penyakit kronis, seperti diabetes, asma, serta gagal jantung kronis.

  • Mengidap kelainan darah, seperti anemia sel sabit atau talasemia.

  • Pernah menjalani transplantasi organ atau prosedur operasi lainnya.

  • Menjalani pola hidup tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

 

Namun, bagi ibu hamil dan menyusui, individu dengan riwayat alergi terhadap vaksin, serta orang yang sedang sakit, dianjurkan untuk menunda vaksinasi pneumonia terlebih dahulu guna menghindari risiko efek samping serius.

 

Mengenal Jenis Vaksin Pneumonia

 

Secara umum, terdapat dua jenis vaksin pneumonia yang kerap digunakan untuk meminimalkan risiko radang paru-paru, yaitu pneumococcal conjugate vaccine dan pneumococcal polysaccharide vaccine.

 

Pemberian vaksin tersebut biasanya akan disesuaikan dengan usia serta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Berikut penjelasan lengkap mengenai masing-masing jenis vaksin pneumonia.

 

1. Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV)

 

Pneumococcal conjugate vaccine atau PCV adalah jenis vaksin yang mengandung bagian dari bakteri Streptococcus pneumoniae. Pada dasarnya, jenis vaksin pneumonia ini dapat digunakan oleh berbagai kalangan, namun lebih sering diberikan pada anak-anak berusia di bawah 2 tahun.

 

Berdasarkan jumlah dari jenis bakteri S. pneumoniae yang dapat dicegah, pneumococcal conjugate vaccine dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu PCV13, PCV15, serta PCV20. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • 13-valent pneumococcal conjugate vaccine (PCV13): Melindungi tubuh dari 13 jenis bakteri S. pneumoniae (1, 3, 4, 5, 6A, 6 B, 7F, 9V, 14, 18C, 19A, 19F, dan 23F)

  • 15-valent pneumococcal conjugate vaccine (PCV15): Melindungi tubuh dari 15 jenis bakteri S. pneumoniae (1, 3, 4, 5, 6A, 6 B, 7F, 9V, 14, 18C, 19A, 19F, 22F, 23F, dan 33F).

  • 20-valent pneumococcal conjugate vaccine (PCV20): Melindungi tubuh dari 20 jenis bakteri S. pneumoniae (1, 3, 4, 5, 6A, 6 B, 7F, 8, 9V, 10A, 11A, 12F, 14, 15B, 18C, 19A, 19F, 22F, 23F, dan 33F).

 

2. Pneumococcal Polysaccharide Vaccine (PPV atau PPSV23)

 

Jenis vaksin pneumonia berikutnya adalah pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV atau PPSV). PPV mengandung polisakarida yang dimurnikan dari berbagai jenis bakteri S. pneumoniae. Kapsul polisakarida sendiri merupakan komponen pada dinding sel bakteri yang berfungsi untuk melindungi bakteri dari paparan luar.

 

Jenis vaksin pneumonia ini umumnya diberikan pada lansia, orang dewasa, serta anak-anak yang berusia di atas 2 tahun dan memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi bakteri Streptococcus pneumoniae.

 

Adapun salah satu jenis vaksin PPSV yang umum digunakan adalah PPSV23. Jenis vaksin pneumonia ini dapat melindungi tubuh dari 23 jenis bakteri Streptococcus pneumoniae (1, 2, 3, 4, 5, 6B, 7F, 8, 9N, 9V, 10A, 11A, 12F, 14, 15B, 17F, 18C, 19F, 19A, 20, 22F, 23F, dan 33F).

 

Jadwal Vaksinasi Pneumonia Dewasa

 

Jadwal pemberian vaksinasi pneumonia cenderung berbeda-beda pada setiap kalangan usia. Pada anak-anak, vaksinasi pneumonia yang dianjurkan adalah sebanyak 3 kali, yaitu saat berusia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Lalu, pemberian vaksin pneumonia booster dapat diberikan pada usia 12–15 bulan.

 

Sementara pada orang dewasa, pemberian vaksin pneumonia dibagi menjadi 2 tahap. Pada tahap pertama, pasien dapat memperoleh vaksin pneumonia jenis PCV. Selanjutnya, pasien dapat memperoleh vaksin pneumonia jenis PPSV dengan jeda waktu 1 tahun setelah vaksinasi PCV.

 

Efek Samping Vaksin Pneumonia

 

Serupa dengan jenis vaksin lainnya, vaksinasi pneumonia juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping ringan, seperti demam, nyeri, dan bengkak pada area bekas suntikan. Efek samping tersebut biasanya dapat membaik dan mereda dengan sendirinya selama 2–3 hari setelah vaksinasi.

 

Dalam kasus yang jarang terjadi, vaksinasi pneumonia dapat menimbulkan efek samping berupa reaksi alergi hingga anafilaksis. Untuk meminimalkan risiko efek samping tersebut, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum dan setelah mendapatkan vaksinasi.

 

Dapatkan Vaksinasi Pneumonia di Siloam Hospitals

 

Siloam Hospitals menyediakan paket Vaksinasi Pneumonia PCV13 yang dapat digunakan untuk meminimalkan risiko radang paru-paru pada orang dewasa. Tak perlu khawatir, proses vaksinasi akan dilakukan oleh petugas kesehatan yang profesional dan sudah terlatih. Dengan begitu, proses vaksinasi dapat berjalan lebih aman dan nyaman.

 

Sementara itu, jika ingin memberikan vaksinasi pneumonia untuk anak, Anda dapat memesan layanan Vaksinasi Pneumonia Anak - Homecare. Layanan ini memungkinkan si kecil untuk memperoleh injeksi vaksin pneumonia (khusus anak berusia di bawah 12 tahun) langsung dari  dokter spesialis anak di rumah. Praktis, Anda dapat memesan paket tersebut melalui fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam.

 

Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses layanan kesehatan lebih cepat, mulai dari check in mandiri, antre secara online, hingga memantau hasil pemeriksaan dari rumah. Mari lakukan vaksinasi rutin dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail