Kaki Pecah-Pecah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Kaki Pecah-Pecah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
kaki pecah-pecah

Kaki pecah-pecah merupakan masalah umum yang sering kali dianggap sepele, namun bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan bahkan rasa sakit jika tidak ditangani dengan benar. Sebenarnya apa penyebab kaki pecah-pecah? Bagaimana cara mengatasinya? Mari simak pembahasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Kaki Pecah-Pecah?

 

Kaki pecah-pecah, cracked heels, atau heel fissures adalah kondisi ketika kulit di bagian tumit menjadi keras dan kering. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan masalah yang serius, namun beberapa orang mungkin merasa tidak percaya diri dengan tampilan kaki yang pecah-pecah. Selain itu, pada kasus yang jarang terjadi, kaki pecah-pecah yang parah bisa menyebabkan terjadinya selulitis (infeksi kulit).

 

Penyebab Kaki Pecah-Pecah

 

Ketika kulit di sekitar tumit sangat kering dan menebal, ini bisa menjadi awal dari cracked heels. Kulit yang kering, tebal, hingga retak atau pecah dapat disebabkan oleh adanya tekanan ekstra pada bantal lemak di tumit. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, namun beberapa faktor yang bisa meningkatkan risikonya adalah:

 

  • Mengenakan alas kaki yang terbuka, seperti sandal.

  • Sering mandi dengan air panas atau mandi menggunakan sabun yang keras.

  • Memiliki tipe kulit yang kering.

  • Cuaca kering dan dingin.

  • Berdiri dalam waktu lama.

  • Penuaan. 

  • Beberapa kondisi medis, seperti:

    • Hipertiroidisme.

    • Juvenile plantar dermatosis (kondisi kulit kering kronis yang umum terjadi pada anak-anak pra-remaja).

    • Sindrom Sjögren.

    • Heel spurs (adatany tonjolan tulang pada tumit akibat pengapuran tulang akibat deposit atau penumpukan kalsium).

    • Tinea pedis (infeksi jamur pada kaki).

    • Bunion.

    • Hammertoes.

    • Psoriasis.

    • Dermatitis kontak (peradangan pada kulit akibat paparan zat tertentu yang menyebabkan iritasi atau reaksi alergi).

    • Stasis vena (peradangan kulit kronis yang disebabkan oleh pengumpulan darah pada kaki).

    • Eksim (pada anak-anak).

 

Gejala Kaki Pecah-Pecah

 

Kaki pecah-pecah biasanya disertai dengan kulit kering, kerasa, dan menebal di sekitar tepi tumit. Selain itu, beberapa gejala yang dapat muncul adalah pengelupasan kulit, gatal, nyeri, berdarah, meradang, dan koreng. 

 

Retakan pada kulit juga bisa terlihat. Jika tidak segera ditangani dan semakin banyak tekanan yang diberikan pada tumit, retakan ini dapat semakin dalam dan pada akhirnya dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri saat berjalan dan berdiri. Retakan ini juga mungkin dapat terbentuk sangat dalam hingga bisa mengeluarkan darah.

 

Pada kasus yang parah, terutama yang disebabkan kondisi tertentu, orang yang memiliki kaki pecah-pecah bisa mengalami sejumlah komplikasi, seperti:

 

  • Mati rasa pada tumit.

  • Selulitis (infeksi bakteri di kulit dan jaringan bawah kulit).

  • Ulkus kaki diabetik (bagi penderita diabetes).

 

Cara Mengatasi Kaki Pecah-Pecah

 

Kaki pecah-pecah yang tidak disertai dengan gejala lain umumnya bukanlah kondisi yang serius dan bisa diatasi melalui perawatan mandiri di rumah. Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kaki cracked heels di rumah, di antaranya sebagai berikut

 

A. Menggunakan Pelembap

 

Perawatan lini pertama untuk tumit pecah-pecah adalah dengan menggunakan krim pelembap tumit. Krim ini mengandung bahan yang dapat membantu melembapkan, melembutkan, dan mengelupas kulit mati di kaki. Beberapa bahan yang biasanya terkandung di dalam pelembap tumit adalah:

 

  • Urea.

  • Salicylic acid.

  • Alpha-hydroxy acids.

  • Saccharide isomerate.

 

B. Berendam dan Eksfoliasi

 

Kulit di sekitar tumit pecah-pecah sering kali lebih tebal dan kering dibandingkan kulit lainnya. Merendam dan melembapkan kaki dapat membantu mengatasi hal ini. Selain itu, Anda juga dapat melakukan eksfoliasi untuk menghilangkan sel-sel kulit mati di tumit menggunakan scrub atau produk eksfoliasi kaki.

 

Anda dapat merendam kaki sekitar 10 menit dalam air biasa atau air sabun dan keringkan. Kemudian gosok perlahan tumit Anda dengan scrub untuk membantu mengangkat kulit mati. Selanjutnya, oleskan krim yang lebih kental berbahan dasar minyak atau petroleum jelly, lalu kenakan kaus kaki dengan bahan katun tipis sebelum tidur untuk membantu kerja pelembab.

 

C. Menggunakan Minyak Kelapa

 

Minyak kelapa sering direkomendasikan untuk kulit kering, eksim, dan psoriasis karena bisa membantu menjaga kelembapan kulit. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kaki yang pecah-pecah. Selain itu, sifat antiinflamasi dan antimikroba pada minyak kelapa juga bisa membantu mencegah komplikasi, seperti perdarahan atau infeksi.

 

D. Menggunakan Madu

 

Madu telah lama diketahui memiliki sifat antimikroba dan antibakteri. Hal ini membuat madu bermanfaat untuk membantu penyembuhan dan membersihkan luka, serta melembapkan kulit. Menggunakan madu untuk mengatasi cracked heels bisa dilakukan dengan membuatnya menjadi scrub kaki setelah berendam atau mengoleskannya sebagai masker kaki.

 

Cara Mencegah Kaki Pecah-Pecah

 

Merawat kaki dengan baik dapat membantu mencegah kulit kaki menjadi kering dan pecah-pecah. Kenakan sepatu dengan ukuran yang pas dengan kaus kaki serta hindari bertelanjang kaki.

 

Anda juga dapat mencegah kaki kering dengan menghindari mandi atau berendam air panas terlalu lama. Gunakanlah sabun dengan bahan yang lembut dan bebas pewangi pada kaki. Sebelum tidur, Anda juga dapat mengoleskan petroleum jelly. Anda juga dapat mengenakan kaus kaki di malam hari untuk menghindari minyak menempel di tempat tidur Anda.

 

Hal yang tidak kalah penting untuk dilakukan adalah menjaga kelembapan kaki setiap hari, melakukan pedikur, atau menggunakan batu apung secara lembut pada tumit untuk menghilangkan kapalan di rumah. Pada orang dengan kelebihan berat badan, menurunkan berat badan dapat mengurangi tekanan pada tumit untuk mencegah atau mengurangi keretakan.

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi kaki pecah-pecah. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi kaki pecah-pecah dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail